JAKARTA- Kompetisi video musik antikorupsi dengan tajuk 'Fair Play Anti-Corruption Youth Voices' adalah kompetisi global untuk lagu orisinil dari band-band anak muda (18-35 tahun) dengan tema antikorupsi segera dibuka 10 Januari besok.
Indonesia yang sampai saat ini masih menjadi surga bagi para penjahat koruptor mendapat tantangan dari pihak penyelenggara acara bagi para musisi mudanya untuk ikut berpartisipasi di ajang ini.
"Kami berharap akan melihat hasil karya dari Indonesia tahun ini. Saya dengar di Indonesia ada banyak musisi bagus yang juga aktivis antikorupsi," kata Kate Declerck, Program Officer Jeunesses Musicales International, dilansir dari rilis resminya, Senin (3/1).
Mulai 10 Januari nanti, band-band sedunia diundang untuk mengunggah (upload) video musik anti-korupsi mereka ke YouTube dan mendaftar ke situs web kompetisi, www.anticorruptionmusic.org. Tenggat waktunya adalah 20 Maret 2011.
Tiga band pemenang akan memenangkan perjalanan ke Nairobi, Kenya, untuk berpartisipasi dalam 'Global Youth Anti-Corruption' forum kedua dan manggung pada bulan April 2011.
Band yang mendapatkan voting terbanyak untuk video mereka juga akan menerima hadiah sesi latihan studio senilai US$ 2000. Sesi ini akan dilakukan di kota di mana band itu berasal, dan merupakan hadiah terpisah dari acara di Nairobi. Band pemenang sesi studio akan dipilih langsung oleh publik, dan akan ada sistem voting online di situs web Fair Play.
Juri Fair Play akan memilih tiga band untuk tampil di Nairobi. Seleksi mereka tidak akan dipengaruhi oleh jumlah suara online. Jadi totalnya mungkin menjadi empat pemenang.
Pemenang tahun lalu adalah Mafilika, sebuah band reggae-rock dari Malawi, I-Voice, duo hip-hop dari Palestina, dan Katya Emmanuel, band kolaborasi dari Kongo dan Kenya. Anda tertarik?
(uky)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri