Rombongan Pee Wee Gaskins Dipukuli 'Suporter Sepakbola'

Tomi Tresnady, Jurnalis · Sabtu 11 Desember 2010 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2010 12 11 33 402350 Fsax3vwciP.jpg Pee Wee Gaskins (Foto: Promo Album)

JAKARTA- Saat mau melakukan konser di Surabaya, Jumat (10/12/2010) sore, rombongan band Pee Wee Gaskins tiba-tiba diserang sekelompok oknum yang mengaku suporter klub sepakbola terbesar di daerah tersebut.

Peristiwa itu terjadi saat Pee Wee Gaskins usai melakukan sesi wawancara di salah satu stasiun radio setempat. Penyerangan yang membabi-buta dengan menggunakan benda keras seperti kayu, batu conblok, juga helm yang dijadikan senjata oleh mereka.

Akibatnya, roadmanager Pee Wee Gaskins mengalami luka memar di wajah dan kepala karena terkena pukulan helm dan lemparan batu conblok. Karena insiden ini, konser Pee Wee Gaskins yang rencananya dilakukan pada hari Sabtu (11/12) ini terpaksa dibatalkan.

Akar permasalahan ini bermula dari adanya gosip atau rumors yang berkembang di salah satu situs jejaring sosial yang mengatakan Pee Wee Gaskins melakukan pembakaran terhadap bendera dan atribut dari team sepakbola tersebut

“Perlu kami sampaikan dan harap digarisbawahi, Pee Wee Gaskins tidak pernah melakukan pembakaran terhadap bendera atau atribut dari team sepakbola manapun atau pihak manapun. Hal ini murni karena adanya rumor yang dihembuskan oleh beberapa pihak yang tidak suka dengan Pee Wee Gaskins dengan memanfaatkan kemajuan teknologi internet,” disampaikan melalui rilis Pee Wee Gaskins yang diterima okezone, Sabtu (11/12/2010).

Dalam rilis juga diklarifikasi, Pee Wee Gaskins telah menjadi korban sebuah fitnah keji yang disulut segelintir orang yang sangat tidak bertanggung jawab. Perlu ditekankan, dalam insiden ini hanya melibatkan kelompok Pee Wee Gaskins dsengan sekelompok oknum supporter sepakbola fanatik. Tidak terlihat satupun kelompok yang sering mengaku sebagai APWG (Anti Pee Wee Gaskins).

“Kami juga ingin mengklarifikasi bahwa berita mengenai pembakaran bendera klub sepakbola di Surabaya maupun di Bandung adalah sama sekali tidak benar dan merupakan sebuah fitnah keji yang disulut oleh segelintir orang yang tidak bertanggung jawab,” lanjut rilis tersebut.(tom)

(uky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini