Keputusan Juri FFI Bisa Surutkan Minat Investor Film

Mahfiroh, Jurnalis · Jum'at 19 November 2010 15:18 WIB
https: img.okezone.com content 2010 11 19 206 394923 AOfUeqJQZ7.jpg Dennis Adhiswara. (Foto: Johan Sompotan/Okezone)

JAKARTA - Meskipun enggan berpolemik, namun alasan keputusan juri Festival Film Indonesia (FFI) harus dijabarkan, khususnya alasan sejarah yang tidak akurat di film Sang Pencerah.

“Yang agak saya sayangkan adalah pada saat mereka ngomong Sang Pencerah, sejarahnya enggak akurat. Intinya ngomong gitu kan,” ujar Dennis Adhiswara ditemui di Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (19/11/2010).

Lebih lanjut dia mempertanyakan mengapa juri FFI menyatakan Sang Pencerah tidak akurat. Hal ini justru yang dikhawatirkannya, karena bisa membuat investor kapok.

“Suatu hari nanti kalau saya datang ke investor membawa film sejarah untuk tujuan mendidik masyarakat negara kita, investor langsung kapok, mereka akan bilang ah datanya enggak akurat, mending laku,” tutur Dennis.

Dia menambahkan, hal ini malah akan mendorong film-film berbau horor sensual yang lebih dilirik investor. Pasalnya, film tersebut yang terlihat lebih laku.

“Nanti mereka berpikir, masuk FFI saja tidak. Mending main aman, buat film horor seks aja,” tandas aktor Jomblo.

Dia meminta juri FFI agar mengklarifikasi ulang alasan tidak masuknya film yang menurut masyarakat sarat dengan sejarah dan nilai moral, seperti Darah Garuda, Sang Pencerah, dan Sang Pemimpi.

“Juri enggak memasuki film Sang Pencerah, Sang Pemimpi, Darah Garuda, tapi tolong alasan itu harus diklarifikasi, kalau nggak investor akan takut,” tegasnya.

Dennis mengatakan sutradara Hanung Bramantyo juga tidak terlalu memusingkan karyanya tak lolos FFI. Semua adalah keputusan juri.

“Cuma masalah itu saja, please.. jangan bikin kapok para investor,” pungkasnya.

(nov)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini