PADI: Industri Musik Sekarang Tidak Sehat

Tomi Tresnady, Jurnalis · Senin 06 September 2010 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2010 09 06 386 370466 6jcFMnFvEL.jpg PADI. (Foto: Johan Sompotan/okezone)

JAKARTA - PADI menilai industri musik Indonesia saat ini tidak sehat. Warna musiknya seragam dan tidak ada kans bagi musisi muda untuk menyuarakan tema kritik sosial.

“Enggak sehat saja, terlalu seragam. Tidak sehatlah dan memang musisi baru untuk menyuarakan seperti itu masih takut,” ujar vokalis PADI, Fadly, saat ditemui di Warung Apresiasi (Wapres) Bulungan, Jakarta, Minggu (5/9/2010).

Dia mengatakan musik Indonesia menjadi kurang berimbang. Apalagi segala sesuatunya kini masih seragam, sehingga musik bertema kritik sosial sudah jarang muncul.

“Tapi dengan banyaknya media, seharusnya tetap bisa kalau mau,” tandas Fadly.

Satu contoh, Fadly menyebut dua nama musisi seperti Iwan Fals dan Franky Sahilatua. Keduanya adalah musisi yang yang menyuarakan kritik sosial. Baik Iwan Fals maupun Franky Sahilatua memang besar di zamannya yang kencang memperjuangkan suara rakyat.

“Sebetulnya musisi muda (sekarang) ada keinginan untuk itu juga. Saya rasa banyak juga musisi yang ingin seperti Bang Franky dan Bang Iwan,” kata dia.

Akan tetapi, imbuh Fadly, musisi muda tidak diberikan kesempatan untuk merekam lagu-lagu mereka tentang kritik sosial. “Karena industri musik tidak memberikan semangat,” tukasnya.

Rindra menambahkan sosok Iwan Fals dan Franky Sahilatua memang sebagai musisi yang konsisten di jalurnya. Mereka menyuarakan tema-tema tentang sosial dan lingkungan hidup.

“Kalau kita lihat Bang Iwan, Franky, memang itu konsisten di jalurnya,” imbuhnya.

Ditambahkan Fadly, keduanya adalah pribadi yang konsisten yang bermain musik untuk memperjuangkan sesuatu hal yang berarti. Bagaimanapun dia menilai Franky Sahilatua adalah aset bangsa.

“Pada dasarnya kami berharap Bang Franky cepat sembuh dan bisa balik lagi ke keluarga,” pungkasnya.

(nov)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini