Share

Cokelat Usung Rock Etnik di Java Jazz Festival

Ade Hapsari Lestarini , Jurnalis · Minggu 07 Maret 2010 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2010 03 07 205 309964 YmPHjVHFlS.jpg Cokelat. (Foto: Johan Sompotan/okezone)

JAKARTA - Perhelatan akbar musik jazz bertaraf internasional di ajang Java Jazz Festival 2010 ternyata bukan hanya diisi oleh musisi-musisi jazz saja. Aliran musik lain pun ternyata juga bisa menghibur para pengunjung yang hadir di sana.

Lihat saja grup band Cokelat yang malam itu menghibur pengunjung dan tentunya disambut antusias. Berhubung berada di lingkungan jazz, Cokelat pun membawakan lagu-lagu mereka dengan tema rock etnik.

Program ini sehubungan dengan mereka yang menjadi duta besar Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mempromosikan ’100% Cinta Indonesia’ yang diusung kementerian tersebut.

Tampil di hall B2 Departemen Perdagangan, Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (6/3/2010) dinihari, Cokelat tampil membawakan sekira 12 lagu mulai pukul 00.15 WIB yang langsung disambut oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.

"100 persen buatan Indonesia, 100 persen cinta musik Indonesia, 100 persen cinta Cokelat (band). Ini karena Cokelat adalah duta besar kita di Kemendag," demikian sambutan dari sang menteri.

Konser Kikan dan kawan-kawan pun dibuka dengan membawakan lagu Tanah Air. Kemudian disusul Bintang, Jauh, Luka Lama, Saat Jarak Memisahkan Kita, Segitiga, Karma, Salah, 100% Cinta Indonesia, dan ditutup dengan lagu Bendera sekira pukul 02.00 WIB.

Penampilan mereka dinihari itu pun terlihat berbeda dengan membawa "segerombolan" musisi etnik yang menggunakan gamelan dan alat-alat tradisional. "Terima kasih kalian masih berada di sini pagi-pagi buta, kami mengusung rock etnik karena kami menjadi duta untuk Kemendag," kata Kikan sang vokalis yang tampil menggunakan baju serba hitam.

Cokelat pun langsung mengajak grup etnik Kyai Fatahillah khusus dari Bandung. Tak hanya itu, mereka membuat kejutan dengan menghadirkan seorang DJ yang dipadukan dengan musik rock etnik mereka. Bisa terbayang kan, bagaimana kayanya musik mereka.

(nov)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini