Edrick Chandra: Pencuri Ayam Dipukuli, Koruptor Diistimewakan

Tomi Tresnady, Jurnalis · Kamis 14 Januari 2010 13:38 WIB
https: img.okezone.com content 2010 01 14 34 294059 SOWKZeLnFJ.jpg Edrick Chandra (Foto:Tomi Tresnady/okezone)

JAKARTA - Edrick Chandra kecewa dengan perlakuan istimewa yang diterima terpidana kasus suap Artalyta Suryani di dalam sel Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Kata Edrick, pencuri ayam bisa dipukuli di penjara, tapi tidak dengan koruptor.

"Pencuri ayam dan baju bisa dipenjara yang asli, bahkan dipukuli. Tapi kenapa koruptor diistimewakan? Prihatin gue. Gue melihatnya miris banget," tutur Edrick, di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (13/1/2010).

Bintang Extravaganza itu tak habis pikir bagaimana bisa aparat penegak hukum memberi perlakuan istimewa kepada Artalyta.

"Harusnya penjara membuat orang jadi sadar dan kapok. Harusnya penjara itu sama dan merata semua orang enggak melihat strata," jelas dia.

Seperti diketahui, Artalyta mendapat perlakuan istimewa selama berada dalam tahanan Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Perempuan berambut panjang itu menempati sel berukuran 8x8 meter yang telah disulap bak kamar hotel berbintang.

Selain terdapat ranjang dan pendingin ruangan, juga ada televisi layar datar, sofa ruang tamu, meja rapat, dan furnitur lainnya.

(ang)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini