Image

Dampak Positif Infotaiment, Ersa Mayori Lebih Hati-Hati

Elang Riki Yanuar, Jurnalis · Minggu 27 Desember 2009, 12:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2009 12 27 33 288469 iY6sUOqNEz.jpg (Foto: Johan Sompotan/okezone)

JAKARTA - PB Nahdlatul Ulama (PBNU) telah memfatwa haram tayangan infotaiment. Ersa Mayori berpendapat, tayangan ini tidak melulu memberitakan perceraian atau gosip yang tidak-tidak.

“Setiap orang pasti punya sudut pandang yang berbeda. Kalau mau dibilang haram, bagian mana yang haramnya? Karena infotainment itu enggak melulu memberitakan perceraian atau gosip yang tidak-tidak,” papar Ersa ditemui di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (26/12/2009).

Cewek yang juga menjadi presenter acara infotainment ini mengatakan, berita positif yang berupa promo adalah seperti peluncuran album, memberitakan prestasi, juga kabar baik melahirkan dan menikah. “Kan itu baik juga,” tukasnya.

Ersa menyayangkan jika hanya karena satu atau dua berita yang dianggap melewati batas, lalu dianggapan keseluruhannya melewati batas. Ibarat pepatah, gara-gara nila setitik, rusaklah susu sebelanga.

“Kalau ada bagian yang melewati batas, mungkin dikoreksi biar jadi pembelajaran semuanya. Jadinya aku menyayangkan kalau sampai diharamkan,” papar cewek yang akrab disapa Eca ini.

Menurutnya, jika menonton tayangan apapun tergantung advisory, jika baik diambil, kalau buruk ditinggalkan atau jangan dijadikan contoh. Diakui atau tidak, meskipun banyak yang mencemooh dan tak suka tayangan ini, tapi juga masih banyak orang yang suka.

“Dan harus diakui dampak positif infotainment itu enggak harus dari sisi popularitas, tapi juga si artisnya juga jadi lebih hati-hati dalam bersikap. Karena dia diawasi atau ada polisinya dalam kata lain,” urai Eca.

(nov)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini