nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Widyawati: FFI untuk Apa Dipermasalahkan

Elang Riki Yanuar, Jurnalis · Kamis 17 Desember 2009 10:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2009 12 17 206 285916 bjIsbtugal.jpg (Foto: Tomi Tresnady/okezone)

JAKARTA - Festival Film Indonesia (FFI) terus dipermasalahkan. Apalagi penyelenggaraan FFI 2006 yang memenangkan film Ekskul menjadi kontroversi bahwa FFI sudah tidak independen lagi.

Bagi Widyawati yang baru saja menerima penghargaan Lifetime Achievement mewakili almarhum suaminya, Sophan Sophian, menginginkan agar polemik tersebut tak lagi dipermasalahkan. Meskipun dia tidak tahu kalau anugerah ini menjadi barometer perfilman di Indonesia.

"Ya, saya enggak tahu kalau festival ini jadi barometer. Jadi untuk apa dipermasalahkan," tukasnya ditemui di Hall D1, JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (16/12/2009).

Menurutnya, film yang masuk dalam nominasi kali ini mungkin banyak kemajuan. Tapi, memang ada yang lain. Salah satu alasan karena kurangnya media massa menyorot masalah film.

"Mungkin banyak kemajuan, tapi memang lain. Sekarang media cetak agak berkurang menyorot dunia film," kata dia.

Ekskul menjadi kontroversi setelah Masyarakat Perfilman Indonesia (MFI) memprotes kemenangan Nayato Fionuala dan Badiel Revaldo sebagai sutradara dan penata suara terbaik piala citra. Film Ekskul yang dituding melanggar hak cipta juga meraih piala sebagai film terbaik.

Namun berdasarkan Surat Keputusan (SK) bernomor 06/KEP/BP2N/2007, tentang Pembatalan Piala Citra Utama untuk Film Terbaik yang ditanda-tangani oleh ketua BP2N, Deddy Mizwar, Piala Citra untuk Sutradara Terbaik Festival Film Indonesia 2006 itu dibatalkan.

BP2N juga menetapkan untuk MENIADAKAN pemenang Piala Citra Utama untuk kategori Film Terbaik dan Piala Citra untuk Sutradara Terbaik FFI 2006. SK ini ditetapkan pada tanggal 15 Juni 2007.

(nov)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini