Merantau, Film Action Indonesia ala Jackie Chan

Novi Muharrami, Jurnalis · Rabu 05 Agustus 2009 10:52 WIB
https: img.okezone.com content 2009 08 05 35 245150 pPMjqfUoaJ.jpg Film Merantau

PENCAK silat tak lepas dari budaya keseharian masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat. Film Merantau menyuguhkan atraksi seni bela diri pencak silat, dibalut tema human trafficking.

Film yang disutradarai oleh sutradara asal Inggris, GH Evans, ini mengangkat tema human trafficking atau perdagangan perempuan yang dilakukan diperankan aktor Denmark, Mads Koudal, juga Laurent Buson asal Prancis. Keduanya adalah tokoh antagonis yang akan beradu laga dengan aktor utama Iko Uwais.

Yuda (Iko Uwais) dan Yayan (Donny Alamsyah) adalah kakak beradik yang tinggal di Bukittinggi. Mereka masih memiliki Amak bernama Wulan (Christine Hakim). Yuda dan Yayan sejak kecil telah dilatih pencak silat oleh almarhum ayah mereka. Yuda tergabung dalam perguruan Silat Harimau Minang.

Di saat usia Yuda telah menginjak dewasa, dia ditahbiskan untuk merantau. Di rumah gadang, selamatan untuk Yuda digelar. Jakarta menjadi kota pilihan Yuda. Dia berniat mengajar ilmu pencak silat di sekolah-sekolah. Sementara Yayan, kakak Yuda, tetap tinggal di rumah bersama Amak untuk mengurus kebun.

Dalam perjalanan menuju Jakarta, Yuda bertemu dengan Erick (Yayan Ruhian) yang mengaku pernah merantau sejak 15 tahun lalu. Dari Erick inilah Yuda banyak mendapatkan cerita bagaimana hidup di Jakarta.

Perjalanan yang ditempuh dengan bus pun mengantar Yuda tiba di Jakarta. Sampai di perhentian terakhir bus, Erick dan Yuda berpisah. Yuda berjalan mencari rumah saudaranya. Sayang, rumah bernomor 19 itu telah dirobohkan. Bahkan tak satupun sanak saudaranya bisa ditemukan.

Yuda tak putus asa. Dia mencari tempat untuk bermalam. Didapatlah sebuah tumpukan gorong-gorong di area proyek gedung pencakar langit.

Pagi menjelang. Yuda lapar dan mulai turun mencari makan. Baik mandor maupun pekerja di proyek sempat terheran-heran dengan langkah kaki Yuda.

Untuk mengisi perut, Yuda mengunjungi rumah makan. Jalan cerita ini sungguh menggambarkan bagaimana seorang perantau dari Sumatera mencari selera makanan Minang di warung Jawa.

Iko betul-betul dapat memainkan peran Yuda sebagai protagonis yang selalu bersikap apa adanya. Lalu muncul Adit yang diperankan Yusuf Aulia. Adit adalah adik Astri (Sisca Jessica) yang hidup tanpa orangtua. Untuk mencari uang, Adit terpaksa harus mencopet atau mengamen di perempatan jalan.

Saat hendak mengambil dompet Yuda, Adit ketahuan. Dari sinilah alur cerita beranjak naik. Yuda mengejar Adit hanya untuk mendapatkan dompetnya.

Saat tertangkap, Adit sempat bertransaksi untuk berbagi hasil. Namun Yuda bersikukuh untuk mendapatkan hak miliknya. Jalan cerita pun mulai masuk ke lingkup konflik.

Yuda bertemu Astri yang sedang dianiaya oleh Johni (Alex Abbad). Astri bekerja sebagai penari di klub Johni dan hanya mendapatkan bayaran separuh dari bayaran yang diberikan tamu.

Yuda muncul bak pahlawan. Namun Astri menyebutnya pahlawan kesiangan. Semenjak pertemuan keduanya, Astri merasa hidupnya semakin terbebani masalah akibat aksi sok pahlawan Yuda.

Yuda kembali ke tempat makan diikuti oleh Adit. Di sana Yuda kembali bertemu Erick yang pernah dia temui di bus. Adit memaksa Yuda untuk mengajarkan sedikit ilmu silat untuk menakut-nakuti orang.

Erick dijadikan sasaran Adit untuk mencoba ilmu silatnya. Adit pun mencoba, dan apa yang diajarkan Yuda ternyata tak terbukti. Sebenarnya Yuda hanya ingin memberikan pesan bahwa ilmu silat bukan untuk menakuti orang, melainkan untuk kebaikan.

Ilmu silat yang dimiliki Erick ternyata digunakan untuk unjuk kekuatan demi mendapatkan uang. Yuda menolak ajakan Erick untuk menjadi bodyguard dengan bayaran besar.

Yuda berjodoh dengan Astri. Dia kembali menemukan Astri dianiaya oleh Johni. Dari sini, adegan laga dimulai. Iko berusaha menyelamatkan Astri. Seperti alur cerita laga lainnya, jagoan mengalami kekalahan di awal.

Nah, mau tahu kelanjutan ceritanya? Besok, Kamis 6 Agustus 2009, film ini akan serentak ditayangkan di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. Walau diisi dengan adegan laga, tetap ada satu frame yang akan membuat Anda tertawa.

Film bergenre action berlatar budaya Indonesia ini menjadi sebuah pilihan bagi penikmat film di saat bioskop dijejali film Indonesia bergenre horor dengan bumbu esek-esek.

Patut diketahui, Merantau telah mendapat penghormatan di ajang 13th Puchon International Fantastic Film Festival Korea Selatan.

Trailer film itu juga ditayangkan di Cannes Film Festival dan menjadi film pembuka dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival di Yogyakarta yang dimulai kemarin hingga 8 Agustus 2009.

Pemain:

Christine Hakim (Wulan)

Iko Uwais (Yuda)

Donny Alamsyah (Yayan)

Yayan Ruhian (Erick)

Sisca Jessica (Astri)

Yusuf Aulia (Adit)

Alex Abbad (Johni)

Mads Koudal (Ratger)

Laurent Buson (Luc).

Bagi Anda pembaca okezone.com, terdapat 10 tiket nonton bareng film Merantau, Selasa 11 Agustus 2009 pukul 19.00 WIB di Hollywood KC 21. Kirim email sekarang ke [email protected] Tiket dapat diambil di redaksi okezone sebelum Selasa 11 Agustus 2009 pukul 17.00 WIB.

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini