nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tante Curi Emas, Leony Dirugikan Rp2,03 Miliar

Tomi Tresnady, Jurnalis · Selasa 11 November 2008 09:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2008 11 11 33 162716 ZI0JK9sKBP.JPG Leony (Foto:Johan/Okezone)

TANGERANG - Keluarga Leony menuding Liza, adik ipar ibunda Leony, telah mencuri emas seberat 150 gram dan sertifikat tanah seluas 335 meter. Akibatnya, keluarga Leony dirugikan Rp2,03 miliar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Liza menuding telah dipukul ibunda Leony, Sofia Attan. Bahkan, Sofia telah ditetapkan sebagai tersangka. Tidak terima, keluarga Leony balik melaporkan Liza dengan tuduhan penggelapan dan penipuan.

"Liza telah menggondol logam mulia seberat 150 gram beserta sertifikat rumah milik papa Leony seluas 335 meter yang berada di Villa Melati Mas Blok I-IV No 1, RT41/9 kecamatan Serpong. Total kerugian Rp2.030.000.000," jelas pengacara keluarga Leony, Dony Endra Santo, SH, di Restoran Telaga, Jalan Raya Serpong, Kav Komersil, BSD, Tangerang, Senin (10/11/2008).

Liza dilaporkan ke polisi dengan nomor perkara LP/203/K/VII/2008 Restro Kabupaten Tangerang. Wanita itu bakal dikenakan dua pasal sekaligus, yakni pasal 372 tentang penggelapan dan pasal 378 tentang penipuan.

Perihal tudingan Liza bahwa Sofia melakukan penganiayaan, Dony membeberkan kronologis peristiwa.

"Ada pertengkaran hebat antara Anang (adik Sofia) dan Liza di rumah tinggalnya yang juga rumah papinya Leony. Berhubung ada mobil milik Sofia yang dikhawatirkan mobil itu akan dilarikan Liza, Anang telepon Sofia untuk segera mengambil mobil miliknya," jelas dia.

Sofia pun datang. Sebelum tiba di lokasi, Sofia mampir ke pos polisi dan mengajak seorang anggota polisi untuk ikut menyaksikan pengambilan mobil itu.

"Pemukulan oleh Sofia tidak benar. Sofia datang bersama seorang aparat kepolisian ke rumah Anang dan Liza. Di situ ada polisi, jadi nggak mungkin ada pemukulan dan kekerasan, masak polisi diam saja," ucapnya.

Soal visum yang disertakan Liza dalam laporan penganiayaan, Dony tidak mempermasalahkan.

"Visum sah-sah saja. Yang penting bukan siapa yang melakukan, tapi apa sebabnya. Ini harus diselidiki juga. Saya juga sudah pegang bukti penting. Ada SMS teror yang menjatuhkan harkat dan martabat keluarga Leony," tandasnya.

(ang)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini