<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Drama Doctor X Tampilkan Cerita soal Pemberontakan Gwangju, Arus Kritik Makin Deras</title><description>Drama Korea Doctor X: The Era of the White Mafia tengah menjadi perbincangan setelah memasukkan kisah Gerakan Demokratisasi 18 Mei atau Pemberontakan Gwangju 1980&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/10/26/206/3250319/drama-doctor-x-tampilkan-cerita-soal-pemberontakan-gwangju-arus-kritik-makin-deras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/10/26/206/3250319/drama-doctor-x-tampilkan-cerita-soal-pemberontakan-gwangju-arus-kritik-makin-deras"/><item><title>Drama Doctor X Tampilkan Cerita soal Pemberontakan Gwangju, Arus Kritik Makin Deras</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/10/26/206/3250319/drama-doctor-x-tampilkan-cerita-soal-pemberontakan-gwangju-arus-kritik-makin-deras</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/10/26/206/3250319/drama-doctor-x-tampilkan-cerita-soal-pemberontakan-gwangju-arus-kritik-makin-deras</guid><pubDate>Senin 26 Oktober 2026 20:03 WIB</pubDate><dc:creator>Mei Sada Sirait</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/26/206/3250319/doctor_x-2jQO_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Doctor X</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/26/206/3250319/doctor_x-2jQO_large.JPG</image><title>Doctor X</title></images><description>JAKARTA - Drama Korea Doctor X: The Era of the White Mafia tengah menjadi perbincangan setelah memasukkan kisah Gerakan Demokratisasi 18 Mei atau Pemberontakan Gwangju 1980 ke dalam episode terbarunya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bahkan tak hanya menjadi perbincangan di media sosial, protes itu juga berujung pada petisi yang meminta penayangan drama dibatalkan. Kontroversi ini mencuat setelah episode keenam drama yang dibintangi Kim Ji Won itu tayang pada 24 Oktober 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tak hanya menuai kritik dari sebagian penonton, pada penggemar juga bahkan meminta penjelasan langsung dari tim produksi. Mereka meminta pihak produksi menjelaskan alasan memasukkan kisah Gerakan Demokratisasi 18 Mei ke dalam drama medis yang sebelumnya berfokus pada kemampuan dokter dan konflik di lingkungan rumah sakit.&#13;
&#13;
Dalam lima episode awal, Doctor X mengikuti kisah Gye Su Jeong, dokter bedah jenius yang diperankan Kim Ji Won. Ia dikenal berani menghadapi berbagai persoalan di rumah sakit dengan mengandalkan kemampuan medisnya.&#13;
&#13;
Namun, episode keenam menghadirkan cerita yang berbeda. Drama ini mengangkat kisah Oh Sang Beom, pasien yang mengalami luka tembak di kepala saat Gerakan Demokratisasi 18 Mei pada 1980.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selama puluhan tahun, ia hidup dengan pecahan peluru di kepalanya serta trauma akibat peristiwa yang merenggut nyawa sang kakak. Kisah Oh Sang Beom menjadi bagian penting dalam episode tersebut ketika Gye Su Jeong mengambil alih penanganan medisnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Cerita kemudian berkembang dengan memasukkan tokoh mantan presiden fiktif yang kedatangannya di rumah sakit turut memicu perdebatan penonton. Sebagian penonton menilai alur sejarah dan politik itu terasa mendadak karena berbeda dari fokus cerita sebelumnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Mereka mempertanyakan apakah materi tersebut sudah terintegrasi secara alami dengan konflik medis yang menjadi inti drama. Pernyataan yang beredar di komunitas penggemar meminta tim produksi menjelaskan alasan penggunaan latar Gerakan Demokratisasi 18 Mei dan keterkaitannya dengan keseluruhan cerita.&#13;
&#13;
Mereka juga mempertanyakan bagaimana perubahan arah cerita tersebut berkaitan dengan karakter Gye Su Jeong yang telah dibangun dalam episode-episode sebelumnya. Selain itu, penggemar menyoroti pentingnya mempertimbangkan dampak penggambaran peristiwa sejarah terhadap para penyintas dan keluarga korban.&#13;
&#13;
Meski meminta penjelasan, komunitas tersebut menegaskan bahwa penggunaan tema sejarah bukanlah persoalan yang mereka tentang secara mutlak. Mereka juga tidak ingin langsung menyimpulkan bahwa tim produksi memiliki maksud politik tertentu.&#13;
&#13;
Yang menjadi perhatian mereka adalah bagaimana peristiwa sejarah yang sensitif itu dimasukkan ke dalam cerita, serta apakah pengembangannya sudah cukup meyakinkan dan sesuai dengan karakter drama.&#13;
&#13;
Perdebatan mengenai episode keenam Doctor X juga berkembang menjadi petisi di sistem petisi elektronik Majelis Nasional Korea Selatan. Petisi bertajuk permintaan penghentian penayangan drama tersebut diajukan pada 24 Oktober 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pengaju petisi menilai kisah Gerakan Demokratisasi 18 Mei tidak memiliki hubungan yang cukup dengan cerita utama sehingga kehadirannya menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian penonton.&#13;
&#13;
Petisi itu telah memenuhi ambang 100 dukungan untuk memasuki tahap peninjauan sebelum dipublikasikan. Namun, tahap tersebut bukan berarti Majelis Nasional telah memutuskan untuk menghentikan penayangan Doctor X.&#13;
&#13;
Di sisi lain, respons penonton tidak sepenuhnya negatif. Sebagian menilai kisah korban yang masih menanggung luka fisik dan trauma puluhan tahun setelah peristiwa Gwangju memberikan dimensi kemanusiaan pada cerita medis tersebut.&#13;
&#13;
Sementara itu, di tengah kontroversi, Lee Ok Gyu, chief producer dari Studio S selaku rumah produksi Doctor X, turut menjadi perhatian setelah mengunggah poster drama disertai tulisan &amp;ldquo;No Fear&amp;rdquo; di media sosial pada 24 Oktober 2026.&#13;
&#13;
Unggahan singkat itu membuat warganet makin berspekulasi dan menganggapnya sebagai respons atas kritik yang beredar. Namun, Lee tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai maksud pesan tersebut.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Drama Korea Doctor X: The Era of the White Mafia tengah menjadi perbincangan setelah memasukkan kisah Gerakan Demokratisasi 18 Mei atau Pemberontakan Gwangju 1980 ke dalam episode terbarunya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bahkan tak hanya menjadi perbincangan di media sosial, protes itu juga berujung pada petisi yang meminta penayangan drama dibatalkan. Kontroversi ini mencuat setelah episode keenam drama yang dibintangi Kim Ji Won itu tayang pada 24 Oktober 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tak hanya menuai kritik dari sebagian penonton, pada penggemar juga bahkan meminta penjelasan langsung dari tim produksi. Mereka meminta pihak produksi menjelaskan alasan memasukkan kisah Gerakan Demokratisasi 18 Mei ke dalam drama medis yang sebelumnya berfokus pada kemampuan dokter dan konflik di lingkungan rumah sakit.&#13;
&#13;
Dalam lima episode awal, Doctor X mengikuti kisah Gye Su Jeong, dokter bedah jenius yang diperankan Kim Ji Won. Ia dikenal berani menghadapi berbagai persoalan di rumah sakit dengan mengandalkan kemampuan medisnya.&#13;
&#13;
Namun, episode keenam menghadirkan cerita yang berbeda. Drama ini mengangkat kisah Oh Sang Beom, pasien yang mengalami luka tembak di kepala saat Gerakan Demokratisasi 18 Mei pada 1980.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selama puluhan tahun, ia hidup dengan pecahan peluru di kepalanya serta trauma akibat peristiwa yang merenggut nyawa sang kakak. Kisah Oh Sang Beom menjadi bagian penting dalam episode tersebut ketika Gye Su Jeong mengambil alih penanganan medisnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Cerita kemudian berkembang dengan memasukkan tokoh mantan presiden fiktif yang kedatangannya di rumah sakit turut memicu perdebatan penonton. Sebagian penonton menilai alur sejarah dan politik itu terasa mendadak karena berbeda dari fokus cerita sebelumnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Mereka mempertanyakan apakah materi tersebut sudah terintegrasi secara alami dengan konflik medis yang menjadi inti drama. Pernyataan yang beredar di komunitas penggemar meminta tim produksi menjelaskan alasan penggunaan latar Gerakan Demokratisasi 18 Mei dan keterkaitannya dengan keseluruhan cerita.&#13;
&#13;
Mereka juga mempertanyakan bagaimana perubahan arah cerita tersebut berkaitan dengan karakter Gye Su Jeong yang telah dibangun dalam episode-episode sebelumnya. Selain itu, penggemar menyoroti pentingnya mempertimbangkan dampak penggambaran peristiwa sejarah terhadap para penyintas dan keluarga korban.&#13;
&#13;
Meski meminta penjelasan, komunitas tersebut menegaskan bahwa penggunaan tema sejarah bukanlah persoalan yang mereka tentang secara mutlak. Mereka juga tidak ingin langsung menyimpulkan bahwa tim produksi memiliki maksud politik tertentu.&#13;
&#13;
Yang menjadi perhatian mereka adalah bagaimana peristiwa sejarah yang sensitif itu dimasukkan ke dalam cerita, serta apakah pengembangannya sudah cukup meyakinkan dan sesuai dengan karakter drama.&#13;
&#13;
Perdebatan mengenai episode keenam Doctor X juga berkembang menjadi petisi di sistem petisi elektronik Majelis Nasional Korea Selatan. Petisi bertajuk permintaan penghentian penayangan drama tersebut diajukan pada 24 Oktober 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pengaju petisi menilai kisah Gerakan Demokratisasi 18 Mei tidak memiliki hubungan yang cukup dengan cerita utama sehingga kehadirannya menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian penonton.&#13;
&#13;
Petisi itu telah memenuhi ambang 100 dukungan untuk memasuki tahap peninjauan sebelum dipublikasikan. Namun, tahap tersebut bukan berarti Majelis Nasional telah memutuskan untuk menghentikan penayangan Doctor X.&#13;
&#13;
Di sisi lain, respons penonton tidak sepenuhnya negatif. Sebagian menilai kisah korban yang masih menanggung luka fisik dan trauma puluhan tahun setelah peristiwa Gwangju memberikan dimensi kemanusiaan pada cerita medis tersebut.&#13;
&#13;
Sementara itu, di tengah kontroversi, Lee Ok Gyu, chief producer dari Studio S selaku rumah produksi Doctor X, turut menjadi perhatian setelah mengunggah poster drama disertai tulisan &amp;ldquo;No Fear&amp;rdquo; di media sosial pada 24 Oktober 2026.&#13;
&#13;
Unggahan singkat itu membuat warganet makin berspekulasi dan menganggapnya sebagai respons atas kritik yang beredar. Namun, Lee tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai maksud pesan tersebut.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
