<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jerhemy Owen Ungkap Kondisi Korban Karhutla, Tak Hanya Sesak Napas Namun Kesulitan Air Bersih</title><description>Pegiat lingkungan sekaligus konten kreator, Jerhemy Owen mengungkapkan kondisi dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang dirasakan masyarakat Kalimantan.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/10/25/33/3250142/jerhemy-owen-ungkap-kondisi-korban-karhutla-tak-hanya-sesak-napas-namun-kesulitan-air-bersih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/10/25/33/3250142/jerhemy-owen-ungkap-kondisi-korban-karhutla-tak-hanya-sesak-napas-namun-kesulitan-air-bersih"/><item><title>Jerhemy Owen Ungkap Kondisi Korban Karhutla, Tak Hanya Sesak Napas Namun Kesulitan Air Bersih</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/10/25/33/3250142/jerhemy-owen-ungkap-kondisi-korban-karhutla-tak-hanya-sesak-napas-namun-kesulitan-air-bersih</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/10/25/33/3250142/jerhemy-owen-ungkap-kondisi-korban-karhutla-tak-hanya-sesak-napas-namun-kesulitan-air-bersih</guid><pubDate>Minggu 25 Oktober 2026 21:01 WIB</pubDate><dc:creator>Niko Prayoga </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/25/33/3250142/jerhemy_owen-YlK7_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Jerhemy Owen</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/25/33/3250142/jerhemy_owen-YlK7_large.JPG</image><title>Jerhemy Owen</title></images><description>JAKARTA - Pegiat lingkungan sekaligus konten kreator, Jerhemy Owen mengungkapkan kondisi dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang dirasakan masyarakat Kalimantan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal itu diungkapkan Owen dalam sebuah unggahan di akun Threads miliknya pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Dalam unggahan itu, ia menuliskan bahwa masyarakat di Kalimantan tak hanya berhadapan dengan kabut asap namun juga kekeringan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kebayang gak, di negara kita yang indah ini ada masyarakat di kalimantan yang harus berhadapan dengan asap dan kekeringan,&amp;rdquo; tulis Owen, dikutip Minggu (25/10/2026).&#13;
&#13;
Ia mengungkapkan bahwa masyarakat hanya bisa mandi satu Minggu sekali dan air dipakai berulang-ulang. Bahkan ia mendapat satu cerita dari relawan di Kalimantan Tengah terkait kondisi mereka yang sudah banyak menderita muntaber akibat masalah sanitasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mandi seminggu 1x. Air dipakai berulang-ulang. Setelah mandi, air dipakai untuk masak, cuci baju, cuci piring. Tadi diceritain sama relawan di Kalimantan Tengah kalau kondisi mereka udah banyak yang sakit muntaber karena masalah sanitasi ini... sakit banget denger nya,&amp;rdquo; ungkap dia.&#13;
&#13;
Tidak hanya itu, Owen juga menunjukan beberapa potret Kalimantan yang masih terselimuti kabut asap hingga langit benar-benar menjadi kuning bahkan oranye. Ia juga turut menunjukan hasil pengukuran PM2.5 dimana kualitas udara di Kalimantan Tengah menyentuh level 3000++.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hari ini kualitas udara Kalteng sentuh level 3000++ untuk PM2.5 nya... standar normal WHO di bawah 35.... artinya ini 100x lipat,&amp;rdquo; beber Owen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia pun tak bisa membayangkan bagaimana warga Kalimantan harus hidup di tengah kabut asap selama empat bulan terakhir. Sebab dirinya yang baru empat hari saja sudah merasakan batuk. Ia berharap agar kondisi Kalimantan bisa kembali pulih tanpa kabut asap.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Baru 4 hari di Palangka Raya udah sesak dan batuk&amp;quot;. Gak kebayang warga di sini 4 bulan dalam kondisi gini. Cepat pulih semua. Jaga kesehatan ya,&amp;rdquo; pungkas dia.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pegiat lingkungan sekaligus konten kreator, Jerhemy Owen mengungkapkan kondisi dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang dirasakan masyarakat Kalimantan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal itu diungkapkan Owen dalam sebuah unggahan di akun Threads miliknya pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Dalam unggahan itu, ia menuliskan bahwa masyarakat di Kalimantan tak hanya berhadapan dengan kabut asap namun juga kekeringan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kebayang gak, di negara kita yang indah ini ada masyarakat di kalimantan yang harus berhadapan dengan asap dan kekeringan,&amp;rdquo; tulis Owen, dikutip Minggu (25/10/2026).&#13;
&#13;
Ia mengungkapkan bahwa masyarakat hanya bisa mandi satu Minggu sekali dan air dipakai berulang-ulang. Bahkan ia mendapat satu cerita dari relawan di Kalimantan Tengah terkait kondisi mereka yang sudah banyak menderita muntaber akibat masalah sanitasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mandi seminggu 1x. Air dipakai berulang-ulang. Setelah mandi, air dipakai untuk masak, cuci baju, cuci piring. Tadi diceritain sama relawan di Kalimantan Tengah kalau kondisi mereka udah banyak yang sakit muntaber karena masalah sanitasi ini... sakit banget denger nya,&amp;rdquo; ungkap dia.&#13;
&#13;
Tidak hanya itu, Owen juga menunjukan beberapa potret Kalimantan yang masih terselimuti kabut asap hingga langit benar-benar menjadi kuning bahkan oranye. Ia juga turut menunjukan hasil pengukuran PM2.5 dimana kualitas udara di Kalimantan Tengah menyentuh level 3000++.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hari ini kualitas udara Kalteng sentuh level 3000++ untuk PM2.5 nya... standar normal WHO di bawah 35.... artinya ini 100x lipat,&amp;rdquo; beber Owen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia pun tak bisa membayangkan bagaimana warga Kalimantan harus hidup di tengah kabut asap selama empat bulan terakhir. Sebab dirinya yang baru empat hari saja sudah merasakan batuk. Ia berharap agar kondisi Kalimantan bisa kembali pulih tanpa kabut asap.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Baru 4 hari di Palangka Raya udah sesak dan batuk&amp;quot;. Gak kebayang warga di sini 4 bulan dalam kondisi gini. Cepat pulih semua. Jaga kesehatan ya,&amp;rdquo; pungkas dia.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
