<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polemik Dugaan Penggunaan Rekaman Suara Tanpa Izin di Film AIN, Begini Klarifikasi MVP Pictures</title><description>Isu ini mencuat setelah Ashilla menemukan rekaman suaranya dari video bertajuk ?? Bacotan Makeup” yang dibuat pada 2020 digunakan dalam salah satu adegan film AIN.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/10/20/206/3249108/polemik-dugaan-penggunaan-rekaman-suara-tanpa-izin-di-film-ain-begini-klarifikasi-mvp-pictures</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/10/20/206/3249108/polemik-dugaan-penggunaan-rekaman-suara-tanpa-izin-di-film-ain-begini-klarifikasi-mvp-pictures"/><item><title>Polemik Dugaan Penggunaan Rekaman Suara Tanpa Izin di Film AIN, Begini Klarifikasi MVP Pictures</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/10/20/206/3249108/polemik-dugaan-penggunaan-rekaman-suara-tanpa-izin-di-film-ain-begini-klarifikasi-mvp-pictures</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/10/20/206/3249108/polemik-dugaan-penggunaan-rekaman-suara-tanpa-izin-di-film-ain-begini-klarifikasi-mvp-pictures</guid><pubDate>Selasa 20 Oktober 2026 19:08 WIB</pubDate><dc:creator>Khafid Mardiyansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/20/206/3249108/film_ain-bLPv_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Film AIN</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/20/206/3249108/film_ain-bLPv_large.JPG</image><title>Film AIN</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Tripar Multivision Plus Tbk atau MVP Pictures memberikan klarifikasi terkait polemik penggunaan rekaman suara milik konten kreator Ashilla Sikado dalam film AIN. MVP Pictures menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam film tersebut hanya sebagai distributor, bukan pihak yang menangani proses produksi.&#13;
&#13;
Isu ini mencuat setelah Ashilla menemukan rekaman suaranya dari video bertajuk &amp;ldquo;Bacotan Makeup&amp;rdquo; yang dibuat pada 2020 digunakan dalam salah satu adegan film AIN. Ashilla menyatakan tidak pernah dihubungi, dimintai persetujuan, maupun diajak berkomunikasi oleh pihak produksi terkait penggunaan rekaman tersebut.&#13;
&#13;
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Selasa (20/10/2026), MVP Pictures menjelaskan bahwa perusahaan tidak terlibat dalam proses produksi maupun pascaproduksi film AIN.&#13;
&#13;
Hal tersebut mencakup proses pemilihan, penggunaan, hingga perizinan rekaman suara dan elemen kreatif lainnya yang digunakan dalam film.&#13;
&#13;
MVP Pictures menyebut seluruh proses produksi dan pascaproduksi AIN merupakan tanggung jawab Manara Films selaku rumah produksi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sehubungan dengan hal tersebut, kami mengimbau kepada pihak-pihak terkait yang memiliki keberatan, tuntutan, maupun permintaan pemenuhan kewajiban sehubungan dengan penggunaan materi dalam Film AIN, agar dapat menyampaikan dan mengoordinasikannya secara langsung kepada Manara Films,&amp;rdquo; demikian pernyataan MVP Pictures.&#13;
&#13;
MVP Pictures juga menyampaikan bahwa Manara Films telah memberikan klarifikasi tertulis melalui media sosial mengenai peran MVP Pictures yang disebut hanya sebagai distributor film.&#13;
&#13;
Di tengah polemik tersebut, MVP Pictures menegaskan komitmennya untuk menjunjung profesionalisme, menghormati hak kekayaan intelektual, serta mematuhi ketentuan yang berlaku dalam industri perfilman Indonesia.&#13;
&#13;
Sementara itu, persoalan penggunaan rekaman suara Ashilla menjadi sorotan terkait komunikasi dan perizinan atas materi milik kreator yang digunakan dalam karya audiovisual. Hingga informasi ini disusun, klarifikasi MVP Pictures menitikberatkan pada pembagian tanggung jawab antara distributor dan rumah produksi.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Tripar Multivision Plus Tbk atau MVP Pictures memberikan klarifikasi terkait polemik penggunaan rekaman suara milik konten kreator Ashilla Sikado dalam film AIN. MVP Pictures menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam film tersebut hanya sebagai distributor, bukan pihak yang menangani proses produksi.&#13;
&#13;
Isu ini mencuat setelah Ashilla menemukan rekaman suaranya dari video bertajuk &amp;ldquo;Bacotan Makeup&amp;rdquo; yang dibuat pada 2020 digunakan dalam salah satu adegan film AIN. Ashilla menyatakan tidak pernah dihubungi, dimintai persetujuan, maupun diajak berkomunikasi oleh pihak produksi terkait penggunaan rekaman tersebut.&#13;
&#13;
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Selasa (20/10/2026), MVP Pictures menjelaskan bahwa perusahaan tidak terlibat dalam proses produksi maupun pascaproduksi film AIN.&#13;
&#13;
Hal tersebut mencakup proses pemilihan, penggunaan, hingga perizinan rekaman suara dan elemen kreatif lainnya yang digunakan dalam film.&#13;
&#13;
MVP Pictures menyebut seluruh proses produksi dan pascaproduksi AIN merupakan tanggung jawab Manara Films selaku rumah produksi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sehubungan dengan hal tersebut, kami mengimbau kepada pihak-pihak terkait yang memiliki keberatan, tuntutan, maupun permintaan pemenuhan kewajiban sehubungan dengan penggunaan materi dalam Film AIN, agar dapat menyampaikan dan mengoordinasikannya secara langsung kepada Manara Films,&amp;rdquo; demikian pernyataan MVP Pictures.&#13;
&#13;
MVP Pictures juga menyampaikan bahwa Manara Films telah memberikan klarifikasi tertulis melalui media sosial mengenai peran MVP Pictures yang disebut hanya sebagai distributor film.&#13;
&#13;
Di tengah polemik tersebut, MVP Pictures menegaskan komitmennya untuk menjunjung profesionalisme, menghormati hak kekayaan intelektual, serta mematuhi ketentuan yang berlaku dalam industri perfilman Indonesia.&#13;
&#13;
Sementara itu, persoalan penggunaan rekaman suara Ashilla menjadi sorotan terkait komunikasi dan perizinan atas materi milik kreator yang digunakan dalam karya audiovisual. Hingga informasi ini disusun, klarifikasi MVP Pictures menitikberatkan pada pembagian tanggung jawab antara distributor dan rumah produksi.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
