<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Drama Doctor X Tuai Protes Keras, Dianggap Gagal Tampilkan Dunia Kedokteran Secara Akurat</title><description>Penggambaran tenaga medis dan prosedur penanganan pasien yang tidak akurat dikhawatirkan bisa membentuk persepsi keliru pada penonton. &#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/10/18/33/3248601/drama-doctor-x-tuai-protes-keras-dianggap-gagal-tampilkan-dunia-kedokteran-secara-akurat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/10/18/33/3248601/drama-doctor-x-tuai-protes-keras-dianggap-gagal-tampilkan-dunia-kedokteran-secara-akurat"/><item><title>Drama Doctor X Tuai Protes Keras, Dianggap Gagal Tampilkan Dunia Kedokteran Secara Akurat</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/10/18/33/3248601/drama-doctor-x-tuai-protes-keras-dianggap-gagal-tampilkan-dunia-kedokteran-secara-akurat</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/10/18/33/3248601/drama-doctor-x-tuai-protes-keras-dianggap-gagal-tampilkan-dunia-kedokteran-secara-akurat</guid><pubDate>Minggu 18 Oktober 2026 09:30 WIB</pubDate><dc:creator>Mei Sada Sirait</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/18/33/3248601/doctor_x-DrNS_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Drama Doctor X Tuai Protes Keras, Dianggap Gagal Tampilkan Dunia Kedokteran Secara Akurat. (Foto: SBS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/18/33/3248601/doctor_x-DrNS_large.png</image><title>Drama Doctor X Tuai Protes Keras, Dianggap Gagal Tampilkan Dunia Kedokteran Secara Akurat. (Foto: SBS)</title></images><description>&amp;nbsp;SEOUL - Series terbaru SBS, Doctor X: The Era of the White Mafia sukses mencuri perhatian penikmat drama Korea. Baru tayang 4 episode, drama tersebut berhasil membukukan rating tertinggi sebesar 18,5 persen.&#13;
&#13;
Di tengah performa digdaya tersebut, drama arahan Lee Jung Rim itu justru diprotes seorang dokter spesialis bedah ortopedi berinisial &amp;lsquo;A&amp;rsquo;. Dia bahkan melayangkan petisi agar SBS meninjau ulang penayangan drama itu.&#13;
&#13;
&amp;lsquo;A&amp;rsquo; dalam petisinya mengatakan, Doctor X: The Era of the White Mafia tidak menggambarkan secara akurat dunia kedokteran Korea Selatan, baik itu dari sisi tenaga medis maupun prosedur penanganan pasien.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal itu, menurut &amp;lsquo;A&amp;rsquo;, dikhawatirkan bisa membentuk persepsi keliru pada penonton dan masyarakat. Mengutip Yonhap News, permohonan peninjauan ulang penayangan drama tersebut didaftarkan &amp;lsquo;A&amp;rsquo;, pada 13 Oktober 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dokter tersebut mengkritik bagaimana sutradara Lee Jung Rim menggambarkan rounds alias kunjungan dokter untuk memeriksa kondisi pasien berulang kali digambarkan sebagai pekerjaan administratif yang tidak perlu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, &amp;lsquo;A&amp;rsquo; menilai tenaga medis terlalu disederhanakan sebagai karakter antagonis yang tidak kompeten. Ia juga menyoroti penggambaran prosedur medis yang dinilai mengabaikan ketidakpastian dalam praktik kedokteran.&#13;
&#13;
Menurutnya, dramatisasi memang menjadi bagian dari sebuah karya fiksi. Namun, penggambaran yang dianggap terlalu jauh dari kenyataan dikhawatirkan membuat penonton memiliki pemahaman keliru pada dunia medis.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kritik terhadap Doctor X tidak hanya berkaitan dengan karakter dokter yang ditampilkan dalam cerita. Sejumlah adegan penanganan pasien juga dipertanyakan karena dinilai tidak sesuai dengan praktik medis yang sebenarnya.&#13;
&#13;
Beberapa adegan yang menjadi sorotan meliputi proses penanganan pasien hernia inguinalis yang diarahkan ke operasi darurat, penanganan pasien kritis dengan tekanan darah tak dapat diukur, hingga penggunaan kejut listrik sebesar 300 joule pada pasien henti jantung.&#13;
&#13;
Adegan-adegan tersebut memicu perdebatan mengenai sejauh mana drama medis dapat didramatisir tanpa mengabaikan ketepatan prosedur yang ditampilkan. Meski demikian, kritik tersebut merupakan penilaian dari sejumlah pihak di kalangan medis.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Permintaan peninjauan siaran yang diajukan sang dokter juga tak berarti drama tersebut terbukti melanggar aturan penyiaran. Menanggapi protes tersebut, Namgung In selaku dokter spesialis dan penasihat medis Doctor X&amp;nbsp;memberikan penjelasan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namgung In mengatakan, jika sebuah adegan tidak sesuai secara medis, maka masukan yang diberikan tim penasihat medis tidak sepenuhnya diterapkan tim produksi.&amp;nbsp;Itu menunjukkan kebutuhan dramatisasi cerita tetap harus menjaga ketepatan&amp;nbsp;prosedur medis.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam drama televisi, konflik intens dan karakter kuat memang sering digunakan untuk membangun cerita. Namun ketika alur melibatkan tindakan medis untuk keselamatan pasien, maka aspek realisme tetap&amp;nbsp; harus diperhatikan.*&#13;
</description><content:encoded>&amp;nbsp;SEOUL - Series terbaru SBS, Doctor X: The Era of the White Mafia sukses mencuri perhatian penikmat drama Korea. Baru tayang 4 episode, drama tersebut berhasil membukukan rating tertinggi sebesar 18,5 persen.&#13;
&#13;
Di tengah performa digdaya tersebut, drama arahan Lee Jung Rim itu justru diprotes seorang dokter spesialis bedah ortopedi berinisial &amp;lsquo;A&amp;rsquo;. Dia bahkan melayangkan petisi agar SBS meninjau ulang penayangan drama itu.&#13;
&#13;
&amp;lsquo;A&amp;rsquo; dalam petisinya mengatakan, Doctor X: The Era of the White Mafia tidak menggambarkan secara akurat dunia kedokteran Korea Selatan, baik itu dari sisi tenaga medis maupun prosedur penanganan pasien.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal itu, menurut &amp;lsquo;A&amp;rsquo;, dikhawatirkan bisa membentuk persepsi keliru pada penonton dan masyarakat. Mengutip Yonhap News, permohonan peninjauan ulang penayangan drama tersebut didaftarkan &amp;lsquo;A&amp;rsquo;, pada 13 Oktober 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dokter tersebut mengkritik bagaimana sutradara Lee Jung Rim menggambarkan rounds alias kunjungan dokter untuk memeriksa kondisi pasien berulang kali digambarkan sebagai pekerjaan administratif yang tidak perlu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, &amp;lsquo;A&amp;rsquo; menilai tenaga medis terlalu disederhanakan sebagai karakter antagonis yang tidak kompeten. Ia juga menyoroti penggambaran prosedur medis yang dinilai mengabaikan ketidakpastian dalam praktik kedokteran.&#13;
&#13;
Menurutnya, dramatisasi memang menjadi bagian dari sebuah karya fiksi. Namun, penggambaran yang dianggap terlalu jauh dari kenyataan dikhawatirkan membuat penonton memiliki pemahaman keliru pada dunia medis.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kritik terhadap Doctor X tidak hanya berkaitan dengan karakter dokter yang ditampilkan dalam cerita. Sejumlah adegan penanganan pasien juga dipertanyakan karena dinilai tidak sesuai dengan praktik medis yang sebenarnya.&#13;
&#13;
Beberapa adegan yang menjadi sorotan meliputi proses penanganan pasien hernia inguinalis yang diarahkan ke operasi darurat, penanganan pasien kritis dengan tekanan darah tak dapat diukur, hingga penggunaan kejut listrik sebesar 300 joule pada pasien henti jantung.&#13;
&#13;
Adegan-adegan tersebut memicu perdebatan mengenai sejauh mana drama medis dapat didramatisir tanpa mengabaikan ketepatan prosedur yang ditampilkan. Meski demikian, kritik tersebut merupakan penilaian dari sejumlah pihak di kalangan medis.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Permintaan peninjauan siaran yang diajukan sang dokter juga tak berarti drama tersebut terbukti melanggar aturan penyiaran. Menanggapi protes tersebut, Namgung In selaku dokter spesialis dan penasihat medis Doctor X&amp;nbsp;memberikan penjelasan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namgung In mengatakan, jika sebuah adegan tidak sesuai secara medis, maka masukan yang diberikan tim penasihat medis tidak sepenuhnya diterapkan tim produksi.&amp;nbsp;Itu menunjukkan kebutuhan dramatisasi cerita tetap harus menjaga ketepatan&amp;nbsp;prosedur medis.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam drama televisi, konflik intens dan karakter kuat memang sering digunakan untuk membangun cerita. Namun ketika alur melibatkan tindakan medis untuk keselamatan pasien, maka aspek realisme tetap&amp;nbsp; harus diperhatikan.*&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
