<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Film The Assassin(s) Tuai Kecaman, Dianggap Lakukan Distorsi Sejarah</title><description>Sutradara dan penulis skenario film The Assassin(s) dianggap memelintir peristiwa penembakan Ibu Negara Korsel pada 1974.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/10/03/33/3245751/film-the-assassin-s-tuai-kecaman-dianggap-lakukan-distorsi-sejarah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/10/03/33/3245751/film-the-assassin-s-tuai-kecaman-dianggap-lakukan-distorsi-sejarah"/><item><title>Film The Assassin(s) Tuai Kecaman, Dianggap Lakukan Distorsi Sejarah</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/10/03/33/3245751/film-the-assassin-s-tuai-kecaman-dianggap-lakukan-distorsi-sejarah</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/10/03/33/3245751/film-the-assassin-s-tuai-kecaman-dianggap-lakukan-distorsi-sejarah</guid><pubDate>Sabtu 03 Oktober 2026 15:30 WIB</pubDate><dc:creator>Mei Sada Sirait</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/03/33/3245751/the_assassins-RpAc_large.JPEG" expression="full" type="image/jpeg">Film The Assassin(s) Tuai karena Dianggap Lakukan Distorsi Sejarah. (Foto: Hive Media Corp)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/03/33/3245751/the_assassins-RpAc_large.JPEG</image><title>Film The Assassin(s) Tuai karena Dianggap Lakukan Distorsi Sejarah. (Foto: Hive Media Corp)</title></images><description>SEOUL - Film baru Lee Min Ho dan Yoo Hae Jin, The Assassin(s), tengah menjadi sorotan di Korea Selatan. Film arahan Hur Jin Ho tersebut menuai kontroversi karena dianggap melakukan distorsi sejarah.&#13;
&#13;
Kontroversi itu berawal dari cerita The Assassin(s) yang mengambil latar peristiwa penembakan Presiden Park Chung Hee dalam acara peringatan Hari Kemerdekaan di Seoul, Korea Selatan, pada 15 Agustus 1974.&#13;
&#13;
Saat sedang berpidato, pembunuh bayaran bernama Mun Se Gwang melepaskan tembakan ke arah sang presiden. Namun tembakan itu meleset dan justru mengenai dan menewaskan Ibu Negara Yuk Young Soo.&#13;
&#13;
Akibat percobaan pembunuhan itu, Mun Se Gwang kemudian dikaitkan dengan jaringan pro-Korea Utara. Korea JoongAng Daily mengungkapkan, kontroversi bermula ketika skenario The Assassin(s) justru fokus pada &amp;lsquo;aktor&amp;rsquo; di balik penembakan sang Ibu Negara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Film The Assassin(s) Tuai karena Dianggap Lakukan Distorsi Sejarah. (Foto: Hive Media Corp)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Film itu bahkan memasukkan cerita tentang konspirasi yang melibatkan pihak berkuasa, termasuk kemungkinan keterlibatan KCIA (badan intelijen Korea Selatan) atau orang-orang&amp;nbsp;di sekitar Park Chung Hee.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kritikus film kemudian menilai, cerita yang dihadirkan The Assassin(s) berpotensi membuat penonton percaya bahwa kisah itu bukan sekadar fiksi melainkan fakta sejarah. Beberapa netizen juga menyoroti makna jamak dalam judul The Assassin(s).&#13;
&#13;
Penggunaan makna jamak itu memberi kesan bahwa Mun Se Gwang bukanlah satu-satunya orang di balik aksi percobaan pembunuhan tersebut. Atas dugaan distorsi sejarah itu, Lee Jong Bae, mantan anggota Dewan Kota Seoul melaporkan tim produksi film tersebut ke polisi pada 29 September 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lee dalam laporannya, menjerat sutradara, penulis skenario, dan produser film The Assassin(s) atas dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran informasi palsu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pihak produksi membantah film The Assassin(s) dibuat untuk tujuan mendistorsi sejarah. Hive Media Corp menegaskan, film tersebut tidak dibuat untuk menegaskan peristiwa sejarah tertentu maupun menyangkal fakta yang sudah ada.&#13;
&#13;
Sutradara Hur Jin Ho juga menjelaskan, dirinya tidak menggarap film itu untuk menentukan siapa dalang di balik peristiwa 1974 tersebut. Menurutnya, film tersebut lebih berfokus pada rasa curiga, ketakutan, dan kegelisahan masyarakat pada masa itu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Film The Assassin(s) Tuai karena Dianggap Lakukan Distorsi Sejarah. (Foto: Hive Media Corp)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kontroversi dugaan distorsi sejarah itu kemudian berdampak pada para pemainnya. Lee Min Ho dan Yoo Hae Jin yang merupakan aktor film tersebut pun ikut dihujat warganet di media sosial.&amp;nbsp;Yoo Hae Jin bahkan sampai membatasi kolom komentar beberapa konten promosi film tersebut di akun media sosialnya.&#13;
&#13;
Kontroversi tersebut berkembang semakin panas hingga tercetus rencana aksi protes di sekitar kediaman Yoo Hae Jin, pada 3 hingga 30 Oktober 2026. Namun sejauh ini, isu demonstrasi itu masih belum sepenuhnya terverifikasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di tengah kontroversi tersebut, The Assassin(s) mendapat perhatian besar penikmat film Korea Selatan. Bahkan film yang dirilis sejak 23 September 2026 itu sempat memimpin box office Korea Selatan.*&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>SEOUL - Film baru Lee Min Ho dan Yoo Hae Jin, The Assassin(s), tengah menjadi sorotan di Korea Selatan. Film arahan Hur Jin Ho tersebut menuai kontroversi karena dianggap melakukan distorsi sejarah.&#13;
&#13;
Kontroversi itu berawal dari cerita The Assassin(s) yang mengambil latar peristiwa penembakan Presiden Park Chung Hee dalam acara peringatan Hari Kemerdekaan di Seoul, Korea Selatan, pada 15 Agustus 1974.&#13;
&#13;
Saat sedang berpidato, pembunuh bayaran bernama Mun Se Gwang melepaskan tembakan ke arah sang presiden. Namun tembakan itu meleset dan justru mengenai dan menewaskan Ibu Negara Yuk Young Soo.&#13;
&#13;
Akibat percobaan pembunuhan itu, Mun Se Gwang kemudian dikaitkan dengan jaringan pro-Korea Utara. Korea JoongAng Daily mengungkapkan, kontroversi bermula ketika skenario The Assassin(s) justru fokus pada &amp;lsquo;aktor&amp;rsquo; di balik penembakan sang Ibu Negara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Film The Assassin(s) Tuai karena Dianggap Lakukan Distorsi Sejarah. (Foto: Hive Media Corp)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Film itu bahkan memasukkan cerita tentang konspirasi yang melibatkan pihak berkuasa, termasuk kemungkinan keterlibatan KCIA (badan intelijen Korea Selatan) atau orang-orang&amp;nbsp;di sekitar Park Chung Hee.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kritikus film kemudian menilai, cerita yang dihadirkan The Assassin(s) berpotensi membuat penonton percaya bahwa kisah itu bukan sekadar fiksi melainkan fakta sejarah. Beberapa netizen juga menyoroti makna jamak dalam judul The Assassin(s).&#13;
&#13;
Penggunaan makna jamak itu memberi kesan bahwa Mun Se Gwang bukanlah satu-satunya orang di balik aksi percobaan pembunuhan tersebut. Atas dugaan distorsi sejarah itu, Lee Jong Bae, mantan anggota Dewan Kota Seoul melaporkan tim produksi film tersebut ke polisi pada 29 September 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lee dalam laporannya, menjerat sutradara, penulis skenario, dan produser film The Assassin(s) atas dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran informasi palsu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pihak produksi membantah film The Assassin(s) dibuat untuk tujuan mendistorsi sejarah. Hive Media Corp menegaskan, film tersebut tidak dibuat untuk menegaskan peristiwa sejarah tertentu maupun menyangkal fakta yang sudah ada.&#13;
&#13;
Sutradara Hur Jin Ho juga menjelaskan, dirinya tidak menggarap film itu untuk menentukan siapa dalang di balik peristiwa 1974 tersebut. Menurutnya, film tersebut lebih berfokus pada rasa curiga, ketakutan, dan kegelisahan masyarakat pada masa itu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Film The Assassin(s) Tuai karena Dianggap Lakukan Distorsi Sejarah. (Foto: Hive Media Corp)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kontroversi dugaan distorsi sejarah itu kemudian berdampak pada para pemainnya. Lee Min Ho dan Yoo Hae Jin yang merupakan aktor film tersebut pun ikut dihujat warganet di media sosial.&amp;nbsp;Yoo Hae Jin bahkan sampai membatasi kolom komentar beberapa konten promosi film tersebut di akun media sosialnya.&#13;
&#13;
Kontroversi tersebut berkembang semakin panas hingga tercetus rencana aksi protes di sekitar kediaman Yoo Hae Jin, pada 3 hingga 30 Oktober 2026. Namun sejauh ini, isu demonstrasi itu masih belum sepenuhnya terverifikasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di tengah kontroversi tersebut, The Assassin(s) mendapat perhatian besar penikmat film Korea Selatan. Bahkan film yang dirilis sejak 23 September 2026 itu sempat memimpin box office Korea Selatan.*&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
