<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyanyi Kadri Rilis Lagu Mambangkik Batang Tarandam, Angkat Jejak Van der Wijck</title><description>Penyanyi Kadri kembali menghadirkan karya musik dengan mengangkat kisah cinta dan adat Minangkabau melalui single terbaru berjudul Mambangkik Batang Tarandam.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/10/01/205/3245461/penyanyi-kadri-rilis-lagu-mambangkik-batang-tarandam-angkat-jejak-van-der-wijck</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/10/01/205/3245461/penyanyi-kadri-rilis-lagu-mambangkik-batang-tarandam-angkat-jejak-van-der-wijck"/><item><title>Penyanyi Kadri Rilis Lagu Mambangkik Batang Tarandam, Angkat Jejak Van der Wijck</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/10/01/205/3245461/penyanyi-kadri-rilis-lagu-mambangkik-batang-tarandam-angkat-jejak-van-der-wijck</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/10/01/205/3245461/penyanyi-kadri-rilis-lagu-mambangkik-batang-tarandam-angkat-jejak-van-der-wijck</guid><pubDate>Kamis 01 Oktober 2026 22:02 WIB</pubDate><dc:creator>Khafid Mardiyansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/01/205/3245461/kadri-MToq_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Kadri</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/01/205/3245461/kadri-MToq_large.JPG</image><title>Kadri</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Penyanyi Kadri kembali menghadirkan karya musik dengan mengangkat kisah cinta dan adat Minangkabau melalui single terbaru berjudul Mambangkik Batang Tarandam. Dalam lagu ciptaan Jimmo tersebut, Kadri berkolaborasi dengan penyanyi muda asal Minangkabau, Nando Satoko.&#13;
&#13;
Lagu ini menjadi kelanjutan dari Sabana Malu Sabana Rindu, yang sebelumnya mengisahkan cinta jarak jauh dalam balutan musik city pop. Kali ini, Kadri membawa cerita tersebut ke babak baru, yakni tentang cinta yang kandas karena tidak mendapat restu adat, tetapi kembali menemukan ruang untuk dikenang.&#13;
&#13;
Kisah dalam Mambangkik Batang Tarandam juga memiliki keterkaitan tema dengan novel legendaris karya Buya Hamka, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Keduanya mengangkat pergulatan cinta yang berhadapan dengan adat dan pilihan hidup, meski lagu Kadri bukan merupakan adaptasi dari novel tersebut.&#13;
&#13;
Judul lagu ini diambil dari ungkapan Minangkabau yang bermakna membangkitkan sesuatu yang telah lama terpendam. Makna tersebut menjadi landasan Kadri dalam mengemas identitas budaya Minang ke dalam musik yang lebih modern.&#13;
&#13;
Berbeda dari karya sebelumnya yang mengusung city pop, Mambangkik Batang Tarandam hadir dengan warna alternative yang dipadukan dengan unsur musik tradisional Minangkabau. Penggunaan bahasa Minang serta instrumen saluang dan bansi turut memperkuat karakter lagu tersebut.&#13;
&#13;
Dalam penggarapannya, Kadri menggandeng Nando Satoko, yang dikenal lewat lagu Taragak Pulang. Kolaborasi ini mempertemukan pengalaman Kadri dengan energi generasi muda, sekaligus menjadi upaya memperkenalkan musik Minangkabau kepada pendengar di luar Sumatra Barat.&#13;
&#13;
Tak hanya melalui musik, Kadri juga menghadirkan cerita lagu tersebut dalam sebuah video musik garapan DVH Bale. Teluk Bayur, yang dikenal sebagai salah satu pelabuhan bersejarah di Sumatra Barat, dipilih sebagai lokasi pengambilan gambar.&#13;
&#13;
Pemilihan Teluk Bayur selaras dengan tema lagu yang berbicara tentang perjalanan, jarak, keberangkatan, dan kepulangan. Latar tersebut sekaligus memperkuat nuansa Minangkabau yang menjadi bagian penting dari keseluruhan karya.&#13;
&#13;
Melalui Mambangkik Batang Tarandam, Kadri mempertemukan kisah cinta yang berakar pada tradisi dengan eksplorasi musik alternative. Lagu ini sekaligus melanjutkan narasi dari karya sebelumnya, dengan menghadirkan perspektif baru tentang cinta, adat, dan kenangan yang kembali muncul setelah lama terpendam.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Penyanyi Kadri kembali menghadirkan karya musik dengan mengangkat kisah cinta dan adat Minangkabau melalui single terbaru berjudul Mambangkik Batang Tarandam. Dalam lagu ciptaan Jimmo tersebut, Kadri berkolaborasi dengan penyanyi muda asal Minangkabau, Nando Satoko.&#13;
&#13;
Lagu ini menjadi kelanjutan dari Sabana Malu Sabana Rindu, yang sebelumnya mengisahkan cinta jarak jauh dalam balutan musik city pop. Kali ini, Kadri membawa cerita tersebut ke babak baru, yakni tentang cinta yang kandas karena tidak mendapat restu adat, tetapi kembali menemukan ruang untuk dikenang.&#13;
&#13;
Kisah dalam Mambangkik Batang Tarandam juga memiliki keterkaitan tema dengan novel legendaris karya Buya Hamka, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Keduanya mengangkat pergulatan cinta yang berhadapan dengan adat dan pilihan hidup, meski lagu Kadri bukan merupakan adaptasi dari novel tersebut.&#13;
&#13;
Judul lagu ini diambil dari ungkapan Minangkabau yang bermakna membangkitkan sesuatu yang telah lama terpendam. Makna tersebut menjadi landasan Kadri dalam mengemas identitas budaya Minang ke dalam musik yang lebih modern.&#13;
&#13;
Berbeda dari karya sebelumnya yang mengusung city pop, Mambangkik Batang Tarandam hadir dengan warna alternative yang dipadukan dengan unsur musik tradisional Minangkabau. Penggunaan bahasa Minang serta instrumen saluang dan bansi turut memperkuat karakter lagu tersebut.&#13;
&#13;
Dalam penggarapannya, Kadri menggandeng Nando Satoko, yang dikenal lewat lagu Taragak Pulang. Kolaborasi ini mempertemukan pengalaman Kadri dengan energi generasi muda, sekaligus menjadi upaya memperkenalkan musik Minangkabau kepada pendengar di luar Sumatra Barat.&#13;
&#13;
Tak hanya melalui musik, Kadri juga menghadirkan cerita lagu tersebut dalam sebuah video musik garapan DVH Bale. Teluk Bayur, yang dikenal sebagai salah satu pelabuhan bersejarah di Sumatra Barat, dipilih sebagai lokasi pengambilan gambar.&#13;
&#13;
Pemilihan Teluk Bayur selaras dengan tema lagu yang berbicara tentang perjalanan, jarak, keberangkatan, dan kepulangan. Latar tersebut sekaligus memperkuat nuansa Minangkabau yang menjadi bagian penting dari keseluruhan karya.&#13;
&#13;
Melalui Mambangkik Batang Tarandam, Kadri mempertemukan kisah cinta yang berakar pada tradisi dengan eksplorasi musik alternative. Lagu ini sekaligus melanjutkan narasi dari karya sebelumnya, dengan menghadirkan perspektif baru tentang cinta, adat, dan kenangan yang kembali muncul setelah lama terpendam.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
