<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Comic Con Rayakan Satu Dekade, Digelar 3&amp;ndash;4 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran</title><description>Indonesia Comic Con (ICC) mencapai tonggak sepuluh tahun penyelenggaraannya.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/09/30/13/3245056/indonesia-comic-con-rayakan-satu-dekade-digelar-3-4-oktober-2026-di-jiexpo-kemayoran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/09/30/13/3245056/indonesia-comic-con-rayakan-satu-dekade-digelar-3-4-oktober-2026-di-jiexpo-kemayoran"/><item><title>Indonesia Comic Con Rayakan Satu Dekade, Digelar 3&amp;ndash;4 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/09/30/13/3245056/indonesia-comic-con-rayakan-satu-dekade-digelar-3-4-oktober-2026-di-jiexpo-kemayoran</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/09/30/13/3245056/indonesia-comic-con-rayakan-satu-dekade-digelar-3-4-oktober-2026-di-jiexpo-kemayoran</guid><pubDate>Rabu 30 September 2026 13:12 WIB</pubDate><dc:creator>Agustina Wulandari </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/30/13/3245056/indonesia_comic_con-zXmt_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia Comic Con rayakan satu dekade. (Foto: dok ICC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/30/13/3245056/indonesia_comic_con-zXmt_large.JPG</image><title>Indonesia Comic Con rayakan satu dekade. (Foto: dok ICC)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Indonesia Comic Con (ICC) mencapai tonggak sepuluh tahun penyelenggaraannya.&amp;nbsp;Konvensi budaya pop terbesar di Indonesia yang diselenggarakan Panorama Media ini kembali digelar pada Sabtu&amp;ndash;Minggu, 3&amp;ndash;4 Oktober 2026, di Hall Expo &amp;amp; Arena, JIExpo Kemayoran, Jakarta.&#13;
&#13;
Acara ini mengusung tema &amp;ldquo;A Decade of Pop Culture&amp;nbsp; Fiesta&amp;rdquo;, merayakan satu dekade ICC mempertemukan penggemar, kreator, komunitas, merek, dan pelaku industri&amp;nbsp; dalam satu platform.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tema tersebut bertumpu pada tiga gagasan. Celebration, sebagai perayaan sepuluh tahun perjalanan ICC dan orang orang yang menyertainya. Connection, sebagai ruang yang mempertemukan berbagai fandom, disiplin kreatif,&amp;nbsp; generasi, dan budaya. Terakhir, Future, sebagai pembuka peluang baru bagi kreator, kekayaan intelektual, komunitas,&amp;nbsp; serta industri kreatif yang lebih luas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Director Panorama Media Andita Tirtawisata mengatakan, &amp;ldquo;Sepuluh tahun lalu kami memulai dengan satu keyakinan sederhana: penggemar budaya pop di Indonesia&amp;nbsp;berhak punya tempat berkumpul sendiri.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang membuat Indonesia Comic Con bertahan sampai edisi ke-10&amp;nbsp; bukan kami, tapi komunitasnya. Karena itu tema tahun ini kami tujukan untuk mereka, sekaligus sebagai&amp;nbsp; komitmen kami menaikkan IP lokal ke panggung yang sama besar dengan karakter global,&amp;rdquo; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sepanjang dua hari, ICC 2026 menghadirkan pameran, talkshow bintang tamu, meet and greet, rangkaian program&amp;nbsp; cosplay, aktivitas kreator, kompetisi gim, showcase komikus, program komunitas, serta sejumlah kolaborasi dengan&amp;nbsp; mitra lokal dan internasional.&#13;
&#13;
Aktor Mackenyu hadir sebagai main guest dan tampil di panggung utama, sementara&amp;nbsp; dua cosplayer internasional, HaneAme dan Lily Universe, mengisi area cosplay bersama tamu-tamu yang&amp;nbsp; terhubung dengan World Cosplay Summit.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Edisi ke-10 ini kami rancang supaya pengunjung punya alasan bertahan dua hari penuh. Ada Mackenyu di&amp;nbsp; panggung utama, ada HaneAme dan Lily Universe untuk teman-teman cosplay, ada komikus dari Hong Kong&amp;nbsp; dan Malaysia di area kreator. Semuanya dalam satu atap dan itu yang membuat ICC terasa seperti reuni&amp;nbsp;tahunan komunitas pop culture,&amp;rdquo; kata Lulu Anwar, Project Manager Indonesia Comic Con.&#13;
&#13;
Kompetisi cosplay berjalan lewat dua ajang. RAYA Championship of Cosplay merupakan kompetisi orisinal milik&amp;nbsp; Indonesia Comic Con, sementara Indonesia Cosplay Grand Prix berstatus babak penyisihan nasional untuk WCS&amp;nbsp;Indonesia, jalur resmi menuju World Cosplay Summit di Nagoya, Jepang. Melalui keduanya, ICC 2026 memperkuat&amp;nbsp; posisi Indonesia dalam komunitas cosplay global.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di sisi komik, ICC 2026 menghadirkan komikus Indonesia berdampingan dengan kreator internasional. Bekerja sama&amp;nbsp; dengan Hong Kong Economic and Trade Office in Jakarta, edisi kali ini menampilkan partisipasi komikus dari Hong&amp;nbsp; Kong dan Malaysia, membuka ruang pertukaran kreatif sekaligus peluang bagi kreator dan IP lokal untuk terhubung&amp;nbsp; dengan audiens internasional.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
Chairman AKSI (Asosiasi Komik Indonesia) Sunny Gho. (Foto: dok ICC)&#13;
&#13;
&#13;
Chairman AKSI (Asosiasi Komik Indonesia) Sunny Gho menyampaikan, &amp;ldquo;Sepuluh tahun terakhir mengubah posisi komikus Indonesia. Hari ini banyak dari kita bekerja untuk penerbit&amp;nbsp; di Amerika, Jepang, dan Eropa.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang kita butuhkan sekarang adalah ruang bertemu yang konsisten, tempat&amp;nbsp; kreator, penerbit, dan pembaca berada di lokasi yang sama, supaya peluang itu tidak berhenti di percakapan,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Perspektif serupa datang dari Ariela Kristantina, komikus asal Indonesia yang karyanya diterbitkan sejumlah&amp;nbsp; penerbit internasional, termasuk Marvel dan Dark Horse Comics.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
Ariela Kristantina, komikus asal Indonesia. (Foto: dok ICC)&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, bekerja untuk penerbit internasional mengajarkannya bahwa yang dicari bukan kreator yang meniru gaya&amp;nbsp; mereka, tapi kreator yang punya suara sendiri. &amp;ldquo;Di acara seperti ini kita ketemu langsung pembaca dan sesama&amp;nbsp; komikus, dan tahu karya kita sampai ke siapa, itu yang susah didapat kalau cuma bekerja dari balik meja&amp;nbsp; gambar,&amp;rdquo; tuturnya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pertumbuhan budaya pop sebagai bagian dari ekonomi kreatif juga menjadi perhatian pemerintah. Deputi&amp;nbsp;Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi menilai platform seperti ICC memiliki peran dalam&amp;nbsp; menghubungkan kreator dengan audiens dan pelaku industri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Budaya pop hari ini adalah bagian nyata dari ekonomi kreatif kita. Yang dibutuhkan pelaku kreatif bukan&amp;nbsp; hanya dukungan produksi, tetapi juga panggung yang mempertemukan mereka dengan audiens dan mitra&amp;nbsp; industri. Penyelenggaraan seperti Indonesia Comic Con mengisi peran itu,&amp;rdquo; kata Cecep Rukendi, Deputi Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif.&#13;
&#13;
Pada edisi ke-10 ini, ICC berkolaborasi dengan Jakarta Futura Connectiva (JFC), program di bawah Dinas Pariwisata&amp;nbsp; dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta. Kolaborasi ini mempertemukan institusi pemerintah, komunitas&amp;nbsp; kreatif, kreator, dan pelaku industri dalam satu ekosistem sekaligus menjadi panggung bagi ekonomi kreatif&amp;nbsp; Jakarta untuk tampil melalui budaya pop.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ekonomi kreatif adalah salah satu kekuatan Jakarta, dan budaya pop menjadi pintu masuk yang paling dekat&amp;nbsp; dengan generasi muda. Lewat Jakarta Futura Connectiva, kami ingin kreator dan komunitas di Jakarta punya&amp;nbsp; akses langsung ke pelaku industri, sehingga potensi yang sudah ada dapat berkembang menjadi peluang usaha&amp;nbsp; yang nyata,&amp;rdquo; ucap Raymond Stefanus, Kepala Sub Koordinator Akses Pemasaran dan Permodalan Dinas Pariwisata dan Ekonomi&amp;nbsp; Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
UniPin GameHers akan hadir di Indonesia Comic Con (ICC) pada 3&amp;ndash;4 Oktober 2026 sebagai bagian dari rangkaian&amp;nbsp; Pre-Event GameHers 2026. Mengusung tema &amp;ldquo;We Game, We Grow, We Glow&amp;rdquo;, GameHers menghadirkan talkshow&amp;nbsp; &amp;ldquo;Beyond the Screen: Gaming, Creativity &amp;amp; Finding Yourself&amp;rdquo; untuk menginspirasi perempuan agar terus&amp;nbsp; berkembang, berkreasi, dan mengeksplorasi potensi diri melalui gaming dan industri kreatif.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Senior VP Community &amp;amp; Media Networks UniPin Global&amp;nbsp; Debora Imanuella mengatakan, &amp;ldquo;Kehadiran GameHers di Indonesia Comic Con menjadi kesempatan bagi kami untuk membawa semangat&amp;nbsp; pemberdayaan perempuan kepada audiens yang lebih luas.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Gaming bukan hanya tentang bermain, tetapi juga&amp;nbsp; bisa menjadi ruang untuk belajar, berkarya, membangun koneksi, dan menemukan potensi diri. Melalui&amp;nbsp; GameHers, kami ingin semakin banyak perempuan merasa punya ruang untuk tumbuh dan berani&amp;nbsp; mengeksplorasi apa yang mereka bisa lakukan di industri ini,&amp;rdquo; ujarnya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Main Event GameHers 2026 yang akan digelar pada 5 Desember&amp;nbsp; 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Perayaan satu dekade ini didukung sejumlah merek yang hadir langsung di lantai pameran. Tokopedia hadir sebagai&amp;nbsp; Official Gaming Top Up Platform, menghubungkan antusiasme pengunjung di zona gaming dengan kemudahan top&amp;nbsp; up bagi para gamer.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pacific Licensing, Mattel, dan FujiFilm bergabung sebagai Brand Partner, masing-masing&amp;nbsp; membawa aktivasi interaktifnya sendiri. Sementara Anteraja berperan sebagai Official Logistic Partner, mendukung&amp;nbsp; kelancaran logistik peserta dan pengunjung sepanjang penyelenggaraan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tiket tersedia dalam lima kategori: One-Day Pass Rp130.000, Two-Day Pass Rp225.000, Cosplayer One-Day&amp;nbsp; Rp110.000, VIP Cosplayer dua hari Rp500.000 (fast-track entry, cosplay lounge, ruang ganti dan penyimpanan), serta&amp;nbsp; VIP General dua hari Rp1.000.000 (fast-track entrance dan VIP lounge). Seluruhnya dapat dibeli langsung melalui&amp;nbsp; situs resmi indonesiacomiccon.com, terpisah dari add-on meet and greet Mackenyu yang jumlahnya terbatas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Edisi ke-10 menandai bukan hanya perayaan atas sepuluh tahun yang telah dilalui, tetapi juga awal babak baru bagi ekosistem budaya pop Indonesia. Pengumuman bintang tamu tambahan dan jadwal panggung diperbarui berkala melalui indonesiacomiccon.com serta @indocomiccon.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Indonesia Comic Con (ICC) mencapai tonggak sepuluh tahun penyelenggaraannya.&amp;nbsp;Konvensi budaya pop terbesar di Indonesia yang diselenggarakan Panorama Media ini kembali digelar pada Sabtu&amp;ndash;Minggu, 3&amp;ndash;4 Oktober 2026, di Hall Expo &amp;amp; Arena, JIExpo Kemayoran, Jakarta.&#13;
&#13;
Acara ini mengusung tema &amp;ldquo;A Decade of Pop Culture&amp;nbsp; Fiesta&amp;rdquo;, merayakan satu dekade ICC mempertemukan penggemar, kreator, komunitas, merek, dan pelaku industri&amp;nbsp; dalam satu platform.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tema tersebut bertumpu pada tiga gagasan. Celebration, sebagai perayaan sepuluh tahun perjalanan ICC dan orang orang yang menyertainya. Connection, sebagai ruang yang mempertemukan berbagai fandom, disiplin kreatif,&amp;nbsp; generasi, dan budaya. Terakhir, Future, sebagai pembuka peluang baru bagi kreator, kekayaan intelektual, komunitas,&amp;nbsp; serta industri kreatif yang lebih luas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Director Panorama Media Andita Tirtawisata mengatakan, &amp;ldquo;Sepuluh tahun lalu kami memulai dengan satu keyakinan sederhana: penggemar budaya pop di Indonesia&amp;nbsp;berhak punya tempat berkumpul sendiri.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang membuat Indonesia Comic Con bertahan sampai edisi ke-10&amp;nbsp; bukan kami, tapi komunitasnya. Karena itu tema tahun ini kami tujukan untuk mereka, sekaligus sebagai&amp;nbsp; komitmen kami menaikkan IP lokal ke panggung yang sama besar dengan karakter global,&amp;rdquo; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sepanjang dua hari, ICC 2026 menghadirkan pameran, talkshow bintang tamu, meet and greet, rangkaian program&amp;nbsp; cosplay, aktivitas kreator, kompetisi gim, showcase komikus, program komunitas, serta sejumlah kolaborasi dengan&amp;nbsp; mitra lokal dan internasional.&#13;
&#13;
Aktor Mackenyu hadir sebagai main guest dan tampil di panggung utama, sementara&amp;nbsp; dua cosplayer internasional, HaneAme dan Lily Universe, mengisi area cosplay bersama tamu-tamu yang&amp;nbsp; terhubung dengan World Cosplay Summit.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Edisi ke-10 ini kami rancang supaya pengunjung punya alasan bertahan dua hari penuh. Ada Mackenyu di&amp;nbsp; panggung utama, ada HaneAme dan Lily Universe untuk teman-teman cosplay, ada komikus dari Hong Kong&amp;nbsp; dan Malaysia di area kreator. Semuanya dalam satu atap dan itu yang membuat ICC terasa seperti reuni&amp;nbsp;tahunan komunitas pop culture,&amp;rdquo; kata Lulu Anwar, Project Manager Indonesia Comic Con.&#13;
&#13;
Kompetisi cosplay berjalan lewat dua ajang. RAYA Championship of Cosplay merupakan kompetisi orisinal milik&amp;nbsp; Indonesia Comic Con, sementara Indonesia Cosplay Grand Prix berstatus babak penyisihan nasional untuk WCS&amp;nbsp;Indonesia, jalur resmi menuju World Cosplay Summit di Nagoya, Jepang. Melalui keduanya, ICC 2026 memperkuat&amp;nbsp; posisi Indonesia dalam komunitas cosplay global.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di sisi komik, ICC 2026 menghadirkan komikus Indonesia berdampingan dengan kreator internasional. Bekerja sama&amp;nbsp; dengan Hong Kong Economic and Trade Office in Jakarta, edisi kali ini menampilkan partisipasi komikus dari Hong&amp;nbsp; Kong dan Malaysia, membuka ruang pertukaran kreatif sekaligus peluang bagi kreator dan IP lokal untuk terhubung&amp;nbsp; dengan audiens internasional.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
Chairman AKSI (Asosiasi Komik Indonesia) Sunny Gho. (Foto: dok ICC)&#13;
&#13;
&#13;
Chairman AKSI (Asosiasi Komik Indonesia) Sunny Gho menyampaikan, &amp;ldquo;Sepuluh tahun terakhir mengubah posisi komikus Indonesia. Hari ini banyak dari kita bekerja untuk penerbit&amp;nbsp; di Amerika, Jepang, dan Eropa.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang kita butuhkan sekarang adalah ruang bertemu yang konsisten, tempat&amp;nbsp; kreator, penerbit, dan pembaca berada di lokasi yang sama, supaya peluang itu tidak berhenti di percakapan,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Perspektif serupa datang dari Ariela Kristantina, komikus asal Indonesia yang karyanya diterbitkan sejumlah&amp;nbsp; penerbit internasional, termasuk Marvel dan Dark Horse Comics.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
Ariela Kristantina, komikus asal Indonesia. (Foto: dok ICC)&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, bekerja untuk penerbit internasional mengajarkannya bahwa yang dicari bukan kreator yang meniru gaya&amp;nbsp; mereka, tapi kreator yang punya suara sendiri. &amp;ldquo;Di acara seperti ini kita ketemu langsung pembaca dan sesama&amp;nbsp; komikus, dan tahu karya kita sampai ke siapa, itu yang susah didapat kalau cuma bekerja dari balik meja&amp;nbsp; gambar,&amp;rdquo; tuturnya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pertumbuhan budaya pop sebagai bagian dari ekonomi kreatif juga menjadi perhatian pemerintah. Deputi&amp;nbsp;Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi menilai platform seperti ICC memiliki peran dalam&amp;nbsp; menghubungkan kreator dengan audiens dan pelaku industri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Budaya pop hari ini adalah bagian nyata dari ekonomi kreatif kita. Yang dibutuhkan pelaku kreatif bukan&amp;nbsp; hanya dukungan produksi, tetapi juga panggung yang mempertemukan mereka dengan audiens dan mitra&amp;nbsp; industri. Penyelenggaraan seperti Indonesia Comic Con mengisi peran itu,&amp;rdquo; kata Cecep Rukendi, Deputi Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif.&#13;
&#13;
Pada edisi ke-10 ini, ICC berkolaborasi dengan Jakarta Futura Connectiva (JFC), program di bawah Dinas Pariwisata&amp;nbsp; dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta. Kolaborasi ini mempertemukan institusi pemerintah, komunitas&amp;nbsp; kreatif, kreator, dan pelaku industri dalam satu ekosistem sekaligus menjadi panggung bagi ekonomi kreatif&amp;nbsp; Jakarta untuk tampil melalui budaya pop.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ekonomi kreatif adalah salah satu kekuatan Jakarta, dan budaya pop menjadi pintu masuk yang paling dekat&amp;nbsp; dengan generasi muda. Lewat Jakarta Futura Connectiva, kami ingin kreator dan komunitas di Jakarta punya&amp;nbsp; akses langsung ke pelaku industri, sehingga potensi yang sudah ada dapat berkembang menjadi peluang usaha&amp;nbsp; yang nyata,&amp;rdquo; ucap Raymond Stefanus, Kepala Sub Koordinator Akses Pemasaran dan Permodalan Dinas Pariwisata dan Ekonomi&amp;nbsp; Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
UniPin GameHers akan hadir di Indonesia Comic Con (ICC) pada 3&amp;ndash;4 Oktober 2026 sebagai bagian dari rangkaian&amp;nbsp; Pre-Event GameHers 2026. Mengusung tema &amp;ldquo;We Game, We Grow, We Glow&amp;rdquo;, GameHers menghadirkan talkshow&amp;nbsp; &amp;ldquo;Beyond the Screen: Gaming, Creativity &amp;amp; Finding Yourself&amp;rdquo; untuk menginspirasi perempuan agar terus&amp;nbsp; berkembang, berkreasi, dan mengeksplorasi potensi diri melalui gaming dan industri kreatif.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Senior VP Community &amp;amp; Media Networks UniPin Global&amp;nbsp; Debora Imanuella mengatakan, &amp;ldquo;Kehadiran GameHers di Indonesia Comic Con menjadi kesempatan bagi kami untuk membawa semangat&amp;nbsp; pemberdayaan perempuan kepada audiens yang lebih luas.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Gaming bukan hanya tentang bermain, tetapi juga&amp;nbsp; bisa menjadi ruang untuk belajar, berkarya, membangun koneksi, dan menemukan potensi diri. Melalui&amp;nbsp; GameHers, kami ingin semakin banyak perempuan merasa punya ruang untuk tumbuh dan berani&amp;nbsp; mengeksplorasi apa yang mereka bisa lakukan di industri ini,&amp;rdquo; ujarnya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Main Event GameHers 2026 yang akan digelar pada 5 Desember&amp;nbsp; 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Perayaan satu dekade ini didukung sejumlah merek yang hadir langsung di lantai pameran. Tokopedia hadir sebagai&amp;nbsp; Official Gaming Top Up Platform, menghubungkan antusiasme pengunjung di zona gaming dengan kemudahan top&amp;nbsp; up bagi para gamer.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pacific Licensing, Mattel, dan FujiFilm bergabung sebagai Brand Partner, masing-masing&amp;nbsp; membawa aktivasi interaktifnya sendiri. Sementara Anteraja berperan sebagai Official Logistic Partner, mendukung&amp;nbsp; kelancaran logistik peserta dan pengunjung sepanjang penyelenggaraan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tiket tersedia dalam lima kategori: One-Day Pass Rp130.000, Two-Day Pass Rp225.000, Cosplayer One-Day&amp;nbsp; Rp110.000, VIP Cosplayer dua hari Rp500.000 (fast-track entry, cosplay lounge, ruang ganti dan penyimpanan), serta&amp;nbsp; VIP General dua hari Rp1.000.000 (fast-track entrance dan VIP lounge). Seluruhnya dapat dibeli langsung melalui&amp;nbsp; situs resmi indonesiacomiccon.com, terpisah dari add-on meet and greet Mackenyu yang jumlahnya terbatas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Edisi ke-10 menandai bukan hanya perayaan atas sepuluh tahun yang telah dilalui, tetapi juga awal babak baru bagi ekosistem budaya pop Indonesia. Pengumuman bintang tamu tambahan dan jadwal panggung diperbarui berkala melalui indonesiacomiccon.com serta @indocomiccon.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
