<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Vision+ Angkat Pote, Hantu dari Bawean Jawa Timur yang Tak Sekadar Menampakkan Diri</title><description>Vision+ mencoba mengangkat sisi berbeda lewat serial orisinal terbaru berjudul POTE.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/09/19/598/3243074/vision-angkat-pote-hantu-dari-bawean-jawa-timur-yang-tak-sekadar-menampakkan-diri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/09/19/598/3243074/vision-angkat-pote-hantu-dari-bawean-jawa-timur-yang-tak-sekadar-menampakkan-diri"/><item><title>Vision+ Angkat Pote, Hantu dari Bawean Jawa Timur yang Tak Sekadar Menampakkan Diri</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/09/19/598/3243074/vision-angkat-pote-hantu-dari-bawean-jawa-timur-yang-tak-sekadar-menampakkan-diri</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/09/19/598/3243074/vision-angkat-pote-hantu-dari-bawean-jawa-timur-yang-tak-sekadar-menampakkan-diri</guid><pubDate>Sabtu 19 September 2026 21:30 WIB</pubDate><dc:creator>Mei Sada Sirait</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/19/598/3243074/vision_mencoba_mengangkat_sisi_berbeda_lewat_serial_orisinal_terbaru_berjudul_pote-VAfz_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vision+ mencoba mengangkat sisi berbeda lewat serial orisinal terbaru berjudul POTE. (Foto: Mei sada Sirait/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/19/598/3243074/vision_mencoba_mengangkat_sisi_berbeda_lewat_serial_orisinal_terbaru_berjudul_pote-VAfz_large.jpg</image><title>Vision+ mencoba mengangkat sisi berbeda lewat serial orisinal terbaru berjudul POTE. (Foto: Mei sada Sirait/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Cerita horor Indonesia tak melulu soal sosok menyeramkan yang muncul lalu menghilang. Vision+ mencoba mengangkat sisi berbeda lewat serial orisinal terbaru berjudul POTE, yang mengadaptasi cerita tentang sosok misterius dari Pulau Bawean, Jawa Timur.&#13;
&#13;
Deputy CEO Vision+, Clarissa Tanoesoedibjo, mengatakan Pote menarik untuk diangkat karena tidak banyak masyarakat yang mengetahui cerita mengenai sosok tersebut.&#13;
&#13;
Menurut Clarissa, Pote atau &amp;ldquo;orang pote&amp;rdquo; merujuk pada sosok dengan ciri khas wajah putih. Namun, yang membuat karakter ini berbeda dari gambaran hantu pada umumnya adalah kejadian yang mengikuti kemunculannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang membedakan si hantu ini atau makhluk ini dengan hantu-hantu yang lain, jadi: what is coming after you encounter the ghost. Jadi bukan hanya penampakan, tapi dampak setelah penampakan itu,&amp;rdquo; ujar Clarissa Tanoesoedibjo saat ditemui dalam press conference series POTE pada Sabtu (19/9/2026).&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, Pote dalam serial ini bukan sekadar sosok yang muncul untuk menakut-nakuti karakter di dalam cerita. Kehadirannya menjadi semacam omen atau pertanda yang kemudian membawa kejadian lain.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Siapa yang berhadapan dengan dia itu bakal dihantui lah atau bahkan menjadi korban berikutnya. Jadi itu adalah premis dari seluruh ceritanya,&amp;rdquo; kata Clarissa.&#13;
&#13;
Premis tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi cerita POTE yang dikembangkan dalam delapan episode.&#13;
&#13;
Dalam episode pertama, penonton diperkenalkan dengan sebuah tim medis yang datang ke sebuah pulau untuk membantu masyarakat di sana. Namun, misi mereka kemudian berubah ketika mereka justru harus berusaha menyelamatkan diri sendiri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekilas ceritanya, tadi memang sebuah tim medis datang ke pulau. Mereka berusaha untuk membantu rakyat di sana, tapi the plot twist is they have to save themselves, right, in the end,&amp;rdquo; ujar Clarissa.&#13;
&#13;
Menurut Clarissa, cerita POTE tidak hanya mengandalkan unsur horor. Di tengah misteri dan teror yang muncul, ada pula dinamika hubungan antarkarakter, mulai dari keluarga, persahabatan hingga percintaan.&#13;
&#13;
Bahkan, cerita juga mempertemukan dua latar yang berbeda, yakni tim medis yang datang dari kota dengan masyarakat yang tinggal di desa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Walaupun genrenya horor tapi kan ada tema keluarga, friendship. Dan di sini tuh yang membuat menarik tuh, ini saya nggak mau terlalu banyak spoiler ya, tapi ada dinamika di dalam tim medis itu sendiri antara pertemanan itu dan juga kan ada percintaan juga di dalam sana,&amp;rdquo; kata Clarissa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Juga ada hubungan dan gesekan antara medis yang datang dari kota dan juga penduduk yang ada di desa,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Dengan begitu, sosok Pote bukan menjadi satu-satunya sumber konflik dalam cerita. Justru kejadian-kejadian yang berlangsung setelah kemunculan Pote menjadi bagian penting yang membuat alur cerita terus bergerak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi sebenarnya yang membuat ceritanya sangat menarik karena bukan hanya Pote-nya sebagai wujud, tapi event yang terus berjalan setelah wujud Pote ini ada di cerita,&amp;rdquo; ujar Clarissa.&#13;
&#13;
Pemilihan Pote sebagai materi serial juga tidak lepas dari keinginan Vision+ untuk mengangkat cerita rakyat dan budaya yang belum banyak terekspos.&#13;
&#13;
Dalam pengembangan serial ini, tim Vision+ turut menggali lore atau latar cerita Pote, termasuk asal-usul, hal-hal yang dipercaya boleh dan tidak boleh dilakukan, hingga alasan sosok tersebut dipercaya meneror.&#13;
&#13;
Pote pun ditempatkan sebagai bagian dari budaya dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat Indonesia, lalu dikemas dalam bentuk serial horor.&#13;
&#13;
Clarissa mengatakan, Vision+ memang ingin menghadirkan genre horor dan misterius. Hal itu karena menurutnya, genre horor memiliki kedekatan dengan masyarakat Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita merasa bahwa ini cukup unik untuk kita kulik lagi sebagai serial,&amp;rdquo; ucap Clarissa.&#13;
&#13;
Ia juga berharap POTE tidak hanya menghadirkan hiburan bagi penonton, tetapi sekaligus membuat cerita mengenai Pote dan asal-usulnya semakin dikenal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Harapannya supaya bisa menghibur terutama, karena kita melihat ini belum pernah diangkat sebelumnya,&amp;rdquo; tutur Clarissa.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Cerita horor Indonesia tak melulu soal sosok menyeramkan yang muncul lalu menghilang. Vision+ mencoba mengangkat sisi berbeda lewat serial orisinal terbaru berjudul POTE, yang mengadaptasi cerita tentang sosok misterius dari Pulau Bawean, Jawa Timur.&#13;
&#13;
Deputy CEO Vision+, Clarissa Tanoesoedibjo, mengatakan Pote menarik untuk diangkat karena tidak banyak masyarakat yang mengetahui cerita mengenai sosok tersebut.&#13;
&#13;
Menurut Clarissa, Pote atau &amp;ldquo;orang pote&amp;rdquo; merujuk pada sosok dengan ciri khas wajah putih. Namun, yang membuat karakter ini berbeda dari gambaran hantu pada umumnya adalah kejadian yang mengikuti kemunculannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang membedakan si hantu ini atau makhluk ini dengan hantu-hantu yang lain, jadi: what is coming after you encounter the ghost. Jadi bukan hanya penampakan, tapi dampak setelah penampakan itu,&amp;rdquo; ujar Clarissa Tanoesoedibjo saat ditemui dalam press conference series POTE pada Sabtu (19/9/2026).&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, Pote dalam serial ini bukan sekadar sosok yang muncul untuk menakut-nakuti karakter di dalam cerita. Kehadirannya menjadi semacam omen atau pertanda yang kemudian membawa kejadian lain.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Siapa yang berhadapan dengan dia itu bakal dihantui lah atau bahkan menjadi korban berikutnya. Jadi itu adalah premis dari seluruh ceritanya,&amp;rdquo; kata Clarissa.&#13;
&#13;
Premis tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi cerita POTE yang dikembangkan dalam delapan episode.&#13;
&#13;
Dalam episode pertama, penonton diperkenalkan dengan sebuah tim medis yang datang ke sebuah pulau untuk membantu masyarakat di sana. Namun, misi mereka kemudian berubah ketika mereka justru harus berusaha menyelamatkan diri sendiri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekilas ceritanya, tadi memang sebuah tim medis datang ke pulau. Mereka berusaha untuk membantu rakyat di sana, tapi the plot twist is they have to save themselves, right, in the end,&amp;rdquo; ujar Clarissa.&#13;
&#13;
Menurut Clarissa, cerita POTE tidak hanya mengandalkan unsur horor. Di tengah misteri dan teror yang muncul, ada pula dinamika hubungan antarkarakter, mulai dari keluarga, persahabatan hingga percintaan.&#13;
&#13;
Bahkan, cerita juga mempertemukan dua latar yang berbeda, yakni tim medis yang datang dari kota dengan masyarakat yang tinggal di desa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Walaupun genrenya horor tapi kan ada tema keluarga, friendship. Dan di sini tuh yang membuat menarik tuh, ini saya nggak mau terlalu banyak spoiler ya, tapi ada dinamika di dalam tim medis itu sendiri antara pertemanan itu dan juga kan ada percintaan juga di dalam sana,&amp;rdquo; kata Clarissa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Juga ada hubungan dan gesekan antara medis yang datang dari kota dan juga penduduk yang ada di desa,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Dengan begitu, sosok Pote bukan menjadi satu-satunya sumber konflik dalam cerita. Justru kejadian-kejadian yang berlangsung setelah kemunculan Pote menjadi bagian penting yang membuat alur cerita terus bergerak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi sebenarnya yang membuat ceritanya sangat menarik karena bukan hanya Pote-nya sebagai wujud, tapi event yang terus berjalan setelah wujud Pote ini ada di cerita,&amp;rdquo; ujar Clarissa.&#13;
&#13;
Pemilihan Pote sebagai materi serial juga tidak lepas dari keinginan Vision+ untuk mengangkat cerita rakyat dan budaya yang belum banyak terekspos.&#13;
&#13;
Dalam pengembangan serial ini, tim Vision+ turut menggali lore atau latar cerita Pote, termasuk asal-usul, hal-hal yang dipercaya boleh dan tidak boleh dilakukan, hingga alasan sosok tersebut dipercaya meneror.&#13;
&#13;
Pote pun ditempatkan sebagai bagian dari budaya dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat Indonesia, lalu dikemas dalam bentuk serial horor.&#13;
&#13;
Clarissa mengatakan, Vision+ memang ingin menghadirkan genre horor dan misterius. Hal itu karena menurutnya, genre horor memiliki kedekatan dengan masyarakat Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita merasa bahwa ini cukup unik untuk kita kulik lagi sebagai serial,&amp;rdquo; ucap Clarissa.&#13;
&#13;
Ia juga berharap POTE tidak hanya menghadirkan hiburan bagi penonton, tetapi sekaligus membuat cerita mengenai Pote dan asal-usulnya semakin dikenal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Harapannya supaya bisa menghibur terutama, karena kita melihat ini belum pernah diangkat sebelumnya,&amp;rdquo; tutur Clarissa.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
