<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Minta Polisi Segera Lakukan Olah TKP</title><description>Korban dan kuasa hukumnya mempertanyakan kenapa penyidik Polda Metro Jaya belum melakukan olah TKP.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/09/18/33/3242809/korban-dugaan-kekerasan-seksual-betrand-peto-minta-polisi-segera-lakukan-olah-tkp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/09/18/33/3242809/korban-dugaan-kekerasan-seksual-betrand-peto-minta-polisi-segera-lakukan-olah-tkp"/><item><title>Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Minta Polisi Segera Lakukan Olah TKP</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/09/18/33/3242809/korban-dugaan-kekerasan-seksual-betrand-peto-minta-polisi-segera-lakukan-olah-tkp</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/09/18/33/3242809/korban-dugaan-kekerasan-seksual-betrand-peto-minta-polisi-segera-lakukan-olah-tkp</guid><pubDate>Jum'at 18 September 2026 11:30 WIB</pubDate><dc:creator>Ravie Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/18/33/3242809/korban_kekerasan_seksual_betrand_peto-WP0k_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Minta Polisi Segera Lakukan Olah TKP. (Foto: Ravie Wardani|Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/18/33/3242809/korban_kekerasan_seksual_betrand_peto-WP0k_large.jpg</image><title>Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Minta Polisi Segera Lakukan Olah TKP. (Foto: Ravie Wardani|Okezone)</title></images><description>JAKARTA - ANW dan kuasa hukumnya mendesak penyidik Polda Metro Jaya untuk segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret Betrand Peto.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Olah TKP, menurut Thulus Pardosi selaku kuasa hukum ANW, dinilai sangat krusial untuk mengungkap kebenaran dan fakta di balik peristiwa yang tengah mereka laporkan. Thulus mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu kepastian pihak kepolisian terkait jadwal rekonstruksi di lokasi kejadian.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pasalnya, lokasi tempat hiburan malam yang diduga menjadi tempat terjadinya peristiwa kekerasan seksual tersebut hingga kini dinilai sangat tertutup dan sulit dijangkau.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Minta Polisi Segera Lakukan Olah TKP. (Foto: Ravie Wardani|Okezone)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sampai hari ini, TKP saja masih sangat sulit diakses. Bahkan berdasarkan informasi yang kami dapat, belum ada media yang mampu mengakses TKP. Ini ada apa? Ini juga menjadi pertanyaan kami,&amp;rdquo; katanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Thulus Pardosi menambahkan, selain olah TKP, pihak pelapor juga menantikan hasil visum resmi yang sebelumnya diajukan oleh penyidik ke pihak medis. Menurutnya, hasil visum dan olah TKP merupakan dua instrumen pembuktian penting yang tidak bisa diabaikan.&#13;
&#13;
Terkait kondisi psikis korban, Thulus menyebutkan, kliennya baru saja selesai menjalani asesmen psikologis intensif selama kurang lebih 4 jam di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).&#13;
&#13;
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk melihat dampak trauma yang diderita ANW setelah terjadinya dugaan kekerasan seksual tersebut. Apalagi, setelah peristiwa itu ANW menerima teror dan ancaman doxing identitas di media sosial.*&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - ANW dan kuasa hukumnya mendesak penyidik Polda Metro Jaya untuk segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret Betrand Peto.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Olah TKP, menurut Thulus Pardosi selaku kuasa hukum ANW, dinilai sangat krusial untuk mengungkap kebenaran dan fakta di balik peristiwa yang tengah mereka laporkan. Thulus mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu kepastian pihak kepolisian terkait jadwal rekonstruksi di lokasi kejadian.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pasalnya, lokasi tempat hiburan malam yang diduga menjadi tempat terjadinya peristiwa kekerasan seksual tersebut hingga kini dinilai sangat tertutup dan sulit dijangkau.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Minta Polisi Segera Lakukan Olah TKP. (Foto: Ravie Wardani|Okezone)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sampai hari ini, TKP saja masih sangat sulit diakses. Bahkan berdasarkan informasi yang kami dapat, belum ada media yang mampu mengakses TKP. Ini ada apa? Ini juga menjadi pertanyaan kami,&amp;rdquo; katanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Thulus Pardosi menambahkan, selain olah TKP, pihak pelapor juga menantikan hasil visum resmi yang sebelumnya diajukan oleh penyidik ke pihak medis. Menurutnya, hasil visum dan olah TKP merupakan dua instrumen pembuktian penting yang tidak bisa diabaikan.&#13;
&#13;
Terkait kondisi psikis korban, Thulus menyebutkan, kliennya baru saja selesai menjalani asesmen psikologis intensif selama kurang lebih 4 jam di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).&#13;
&#13;
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk melihat dampak trauma yang diderita ANW setelah terjadinya dugaan kekerasan seksual tersebut. Apalagi, setelah peristiwa itu ANW menerima teror dan ancaman doxing identitas di media sosial.*&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
