<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korban Dugaan TPKS Betrand Peto Klaim Diteror Seorang Influencer Lewat Medsos</title><description>Teror tersebut mengarah pada pengungkapan informasi pribadi ANW di media sosial.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/09/18/33/3242756/korban-dugaan-tpks-betrand-peto-klaim-diteror-seorang-influencer-lewat-medsos</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/09/18/33/3242756/korban-dugaan-tpks-betrand-peto-klaim-diteror-seorang-influencer-lewat-medsos"/><item><title>Korban Dugaan TPKS Betrand Peto Klaim Diteror Seorang Influencer Lewat Medsos</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/09/18/33/3242756/korban-dugaan-tpks-betrand-peto-klaim-diteror-seorang-influencer-lewat-medsos</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/09/18/33/3242756/korban-dugaan-tpks-betrand-peto-klaim-diteror-seorang-influencer-lewat-medsos</guid><pubDate>Jum'at 18 September 2026 07:30 WIB</pubDate><dc:creator>Ravie Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/18/33/3242756/korban_kekerasan_seksual_betrand_peto-wUzH_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korban Dugaan TPKS Betrand Peto Klaim Diteror Seorang Influencer Lewat Medsos. (Foto: Ravie Wardani|Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/18/33/3242756/korban_kekerasan_seksual_betrand_peto-wUzH_large.jpg</image><title>Korban Dugaan TPKS Betrand Peto Klaim Diteror Seorang Influencer Lewat Medsos. (Foto: Ravie Wardani|Okezone)</title></images><description>JAKARTA - ANW, korban dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) Betrand Peto menjalani tes psikologi di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Jakarta Timur, pada 17 September 2026.&#13;
&#13;
Langkah tersebut diambil korban setelah menuai teror di media sosial hingga identitasnya terbongkar ke publik. Thulus Pardosi selaku kuasa hukum korban mengungkapkan, ANW menjadi sasaran cyberbullying yang mengancam keselamatan jiwanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pasalnya, informasi tempat kerja hingga lokasi tempat tinggal korban sengaja dibongkar oleh pihak tak bertanggung jawab dan disebarkan di media sosial. Ancaman terhadap korban dikirim lewat pesan Instagram.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Korban Dugaan TPKS Betrand Peto Klaim Diteror Seorang Influencer Lewat Medsos. (Foto: Ravie Wardani|Okezone)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Isi chatnya berisi penghinaan. Bilang klien kami perempuan tidak benar dan sebagainya. Bukti-bukti chat dari pelaku sudah kami serahkan ke LPSK,&amp;rdquo; ujar Thulus saat ditemui awak media di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, pada 17 September 2026.&#13;
&#13;
Teror untuk ANW, tidak hanya berasal dari akun-akun anonim di media sosial. Pihaknya menduga kuat, ada keterlibatan oknum content creator atau influencer yang sengaja mengarahkan warganet untuk melacak keberadaan korban.&#13;
&#13;
Menurutnya, tindakan oknum tersebut sangat berbahaya karena memicu penggiringan opini publik yang menyudutkan korban. Oknum tersebut sengaja membocorkan ciri-ciri tempat tinggal korban secara tersirat.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Thulus Pardosi mengatakan, &amp;ldquo;Memang tak secara langsung sebut nama. Tapi oknum ini menggiring warganet dengan ngespill ciri-ciri yang mengarah pada klien kami. Ini yang menurut kami jauh lebih berbahaya, seakan ada penggiringan opini untuk mengungkap identitas pribadi klien kami.&amp;rdquo;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Korban Dugaan TPKS Betrand Peto Klaim Diteror Seorang Influencer Lewat Medsos. (Foto: Ravie Wardani|Okezone)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Atas kejadian tersebut, Thulus Pardosi mengecam keras fenomena victim blaming yang dialami kliennya. Ia meminta publik untuk tidak menghakimi korban yang saat ini sudah menempuh jalur hukum resmi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini yang kami selalu tekankan: jangan biarkan korban, yang merupakan perempuan dan masuk kelompok rentan, menjadi korban dua kali. Dia telah menjadi korban atas peristiwa yang tidak diinginkannya, kemudian disalahkan masyarakat lagi,&amp;rdquo; tuturnya.*&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - ANW, korban dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) Betrand Peto menjalani tes psikologi di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Jakarta Timur, pada 17 September 2026.&#13;
&#13;
Langkah tersebut diambil korban setelah menuai teror di media sosial hingga identitasnya terbongkar ke publik. Thulus Pardosi selaku kuasa hukum korban mengungkapkan, ANW menjadi sasaran cyberbullying yang mengancam keselamatan jiwanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pasalnya, informasi tempat kerja hingga lokasi tempat tinggal korban sengaja dibongkar oleh pihak tak bertanggung jawab dan disebarkan di media sosial. Ancaman terhadap korban dikirim lewat pesan Instagram.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Korban Dugaan TPKS Betrand Peto Klaim Diteror Seorang Influencer Lewat Medsos. (Foto: Ravie Wardani|Okezone)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Isi chatnya berisi penghinaan. Bilang klien kami perempuan tidak benar dan sebagainya. Bukti-bukti chat dari pelaku sudah kami serahkan ke LPSK,&amp;rdquo; ujar Thulus saat ditemui awak media di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, pada 17 September 2026.&#13;
&#13;
Teror untuk ANW, tidak hanya berasal dari akun-akun anonim di media sosial. Pihaknya menduga kuat, ada keterlibatan oknum content creator atau influencer yang sengaja mengarahkan warganet untuk melacak keberadaan korban.&#13;
&#13;
Menurutnya, tindakan oknum tersebut sangat berbahaya karena memicu penggiringan opini publik yang menyudutkan korban. Oknum tersebut sengaja membocorkan ciri-ciri tempat tinggal korban secara tersirat.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Thulus Pardosi mengatakan, &amp;ldquo;Memang tak secara langsung sebut nama. Tapi oknum ini menggiring warganet dengan ngespill ciri-ciri yang mengarah pada klien kami. Ini yang menurut kami jauh lebih berbahaya, seakan ada penggiringan opini untuk mengungkap identitas pribadi klien kami.&amp;rdquo;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Korban Dugaan TPKS Betrand Peto Klaim Diteror Seorang Influencer Lewat Medsos. (Foto: Ravie Wardani|Okezone)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Atas kejadian tersebut, Thulus Pardosi mengecam keras fenomena victim blaming yang dialami kliennya. Ia meminta publik untuk tidak menghakimi korban yang saat ini sudah menempuh jalur hukum resmi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini yang kami selalu tekankan: jangan biarkan korban, yang merupakan perempuan dan masuk kelompok rentan, menjadi korban dua kali. Dia telah menjadi korban atas peristiwa yang tidak diinginkannya, kemudian disalahkan masyarakat lagi,&amp;rdquo; tuturnya.*&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
