<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>C&amp;eacute;cil Yang, Dari Cover Rich Brian hingga Kolaborasi dengan Dipha Barus</title><description>Nama Cécil Yang mulai dikenal lewat sebuah cover lagu. Namun, cover tersebut ternyata hanya menjadi titik awal perjalanan Cécil di dunia musik.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/09/04/205/3240203/cecil-yang-dari-cover-rich-brian-hingga-kolaborasi-dengan-dipha-barus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/09/04/205/3240203/cecil-yang-dari-cover-rich-brian-hingga-kolaborasi-dengan-dipha-barus"/><item><title>C&amp;eacute;cil Yang, Dari Cover Rich Brian hingga Kolaborasi dengan Dipha Barus</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/09/04/205/3240203/cecil-yang-dari-cover-rich-brian-hingga-kolaborasi-dengan-dipha-barus</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/09/04/205/3240203/cecil-yang-dari-cover-rich-brian-hingga-kolaborasi-dengan-dipha-barus</guid><pubDate>Jum'at 04 September 2026 21:48 WIB</pubDate><dc:creator>Khafid Mardiyansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/04/205/3240203/cecil_yang-XmeW_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Cecil Yang</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/04/205/3240203/cecil_yang-XmeW_large.JPG</image><title>Cecil Yang</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Nama C&amp;eacute;cil Yang mulai dikenal lewat sebuah cover lagu. Namun, cover tersebut ternyata hanya menjadi titik awal perjalanan C&amp;eacute;cil di dunia musik.&#13;
&#13;
Berawal dari membawakan Dat $tick milik Rich Brian, C&amp;eacute;cil perlahan membangun identitasnya sendiri sebagai rapper dan artist. Ia kemudian mulai merilis karya original, masuk ke industri musik profesional, hingga memperluas eksplorasi melalui berbagai kolaborasi di dunia kreatif.&#13;
&#13;
Perjalanan tersebut membuat C&amp;eacute;cil Yang menarik untuk diperhatikan. Bukan hanya karena musik yang ia hadirkan, tetapi juga kemampuannya menemukan ruang baru untuk berekspresi.&#13;
&#13;
Jauh sebelum bergabung dengan label, C&amp;eacute;cil lebih dulu memperkenalkan dirinya melalui internet. Salah satu momen yang membuat namanya mulai diperhatikan adalah ketika ia membawakan cover Dat $tick milik Rich Brian.&#13;
&#13;
Saat itu, lagu tersebut menjadi salah satu karya yang memperkuat gelombang baru hip-hop Asia. C&amp;eacute;cil kemudian menjadikan momentum tersebut sebagai langkah awal untuk membangun perjalanannya sendiri.&#13;
&#13;
Ia tidak berhenti sebagai performer yang membawakan karya orang lain. C&amp;eacute;cil mulai menciptakan musik original dan merilis sejumlah single, salah satunya Rum Pum Pum. Karya-karya tersebut menjadi bagian dari proses C&amp;eacute;cil dalam menemukan karakter dan identitas musiknya.&#13;
&#13;
Dari sini, perjalanan C&amp;eacute;cil perlahan berubah. Ia bukan lagi hanya dikenal karena membawakan lagu milik orang lain, tetapi mulai memiliki karya yang membuat pendengar datang untuk mendengarkan dirinya.&#13;
&#13;
Babak baru dalam perjalanan C&amp;eacute;cil hadir ketika dirinya bergabung dengan Sony Music dan merilis single debut profesional Djakarta bersama Diskoria dan Laleilmanino.&#13;
&#13;
Kolaborasi tersebut mempertemukan energi hip-hop yang dibawa C&amp;eacute;cil dengan karakter musik Diskoria dan Laleilmanino yang memiliki pendekatan pop, elektronik serta elemen lokal.&#13;
&#13;
Djakarta kemudian menjadi pertemuan berbagai warna musik dalam satu karya yang mengangkat Jakarta. Bagi C&amp;eacute;cil, kolaborasi tersebut sekaligus memperlihatkan kemampuannya bergerak lebih luas dari satu genre maupun satu scene.&#13;
&#13;
C&amp;eacute;cil tidak harus memilih antara menjadi rapper atau masuk ke kultur musik yang lebih luas. Justru pertemuan berbagai dunia tersebut mulai membentuk identitasnya sebagai seorang artist.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hip hop itu saya kenal sejak 2019, 2020. Saat saya menulis lagu, banyak energi yang tersalurkan. Di hiphop, banyak lirik yang membuat energi saya lebih terfokus dan padat,&amp;rdquo; ujar C&amp;eacute;cil dalam wawancara beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
Setelah Djakarta, C&amp;eacute;cil kembali memperlihatkan sisi lain melalui karya seperti 321 dan Call It Love.Jika karya-karya sebelumnya lebih memperkenalkan C&amp;eacute;cil sebagai rapper, fase ini mulai menunjukkan dirinya sebagai seorang artist yang lebih leluasa mengeksplorasi mood, melodi, style hingga storytelling.&#13;
&#13;
Perkembangan tersebut kemudian membawa C&amp;eacute;cil masuk lebih jauh ke creative scene. Kolaborasinya bersama ASICS menjadi salah satu contoh ketika musik C&amp;eacute;cil diterjemahkan ke dalam pengalaman visual dan campaign. Tidak hanya hadir sebagai wajah brand, C&amp;eacute;cil terlibat dalam campaign yang kemudian berkembang hingga ASICS memproduksi video musik untuk Call It Love.&#13;
&#13;
Kolaborasi tersebut memperlihatkan bagaimana musik C&amp;eacute;cil mulai memiliki daya tarik yang dapat diterjemahkan ke dalam visual, fashion dan lifestyle.&#13;
&#13;
Eksplorasi C&amp;eacute;cil kemudian semakin luas ketika Somethinc membuka ruang kolaborasi dengannya. Dalam campaign tersebut, C&amp;eacute;cil dipertemukan dengan Janita Gabriela dan produser musik elektronik Dipha Barus. Kolaborasi ini tidak hanya hadir sebagai materi komunikasi brand, tetapi juga diwujudkan melalui single khusus dan video musik.&#13;
&#13;
Pertemuan tersebut membawa C&amp;eacute;cil ke beberapa ruang kreatif sekaligus, mulai dari musik, beauty, lifestyle hingga creative direction.&#13;
&#13;
Jika kolaborasinya bersama ASICS membawanya lebih dekat dengan kultur sneakers dan fashion, kerja sama bersama Somethinc memperluas langkah C&amp;eacute;cil ke dunia beauty dan lifestyle. Meski bergerak di berbagai ruang, musik tetap menjadi titik tengah dari eksplorasi tersebut.&#13;
&#13;
Melihat perjalanan C&amp;eacute;cil Yang dari awal hingga sekarang, terdapat pola yang cukup jelas dalam perkembangannya. Ia memulai perjalanan melalui kultur internet dan hip-hop, kemudian menciptakan karya sendiri dan masuk ke industri musik profesional bersama Sony Music.&#13;
&#13;
Setelah itu, C&amp;eacute;cil berkolaborasi dengan nama seperti Diskoria dan Laleilmanino. Musik juga membawanya bertemu dengan brand seperti ASICS dan Somethinc, sekaligus mempertemukannya dengan sosok kreatif seperti Dipha Barus dan Janita Gabriela.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi rapper perempuan itu nggak gampang tapi nggak susah. Ada feeling, &amp;#39;masa gua gak bisa sih, masa cowok doang&amp;#39;. Karena passion dari kecil jadi ngejalaninnya nggak sesusah yang dibayangkan. Didukung kru juga jadi perasaannya lebih relaks aja,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Perjalanan tersebut menunjukkan C&amp;eacute;cil tidak hanya membangun dirinya sebagai seorang rapper. Ia sedang membentuk identitas sebagai artist yang dapat bergerak di antara musik, style, visual, culture dan brand.&#13;
&#13;
Di situlah salah satu daya tarik C&amp;eacute;cil Yang saat ini. Ketika seorang artist mampu membawa musiknya ke berbagai ruang kreatif tanpa kehilangan identitas, ia tidak hanya menjadi bagian dari sebuah scene.&#13;
&#13;
Ia mulai memiliki daya untuk menggerakkan scene tersebut. Setelah Rich Brian, Diskoria, ASICS, Somethinc, Janita Gabriela dan Dipha Barus, menarik untuk melihat ke mana langkah C&amp;eacute;cil Yang berikutnya akan membawa dirinya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Nama C&amp;eacute;cil Yang mulai dikenal lewat sebuah cover lagu. Namun, cover tersebut ternyata hanya menjadi titik awal perjalanan C&amp;eacute;cil di dunia musik.&#13;
&#13;
Berawal dari membawakan Dat $tick milik Rich Brian, C&amp;eacute;cil perlahan membangun identitasnya sendiri sebagai rapper dan artist. Ia kemudian mulai merilis karya original, masuk ke industri musik profesional, hingga memperluas eksplorasi melalui berbagai kolaborasi di dunia kreatif.&#13;
&#13;
Perjalanan tersebut membuat C&amp;eacute;cil Yang menarik untuk diperhatikan. Bukan hanya karena musik yang ia hadirkan, tetapi juga kemampuannya menemukan ruang baru untuk berekspresi.&#13;
&#13;
Jauh sebelum bergabung dengan label, C&amp;eacute;cil lebih dulu memperkenalkan dirinya melalui internet. Salah satu momen yang membuat namanya mulai diperhatikan adalah ketika ia membawakan cover Dat $tick milik Rich Brian.&#13;
&#13;
Saat itu, lagu tersebut menjadi salah satu karya yang memperkuat gelombang baru hip-hop Asia. C&amp;eacute;cil kemudian menjadikan momentum tersebut sebagai langkah awal untuk membangun perjalanannya sendiri.&#13;
&#13;
Ia tidak berhenti sebagai performer yang membawakan karya orang lain. C&amp;eacute;cil mulai menciptakan musik original dan merilis sejumlah single, salah satunya Rum Pum Pum. Karya-karya tersebut menjadi bagian dari proses C&amp;eacute;cil dalam menemukan karakter dan identitas musiknya.&#13;
&#13;
Dari sini, perjalanan C&amp;eacute;cil perlahan berubah. Ia bukan lagi hanya dikenal karena membawakan lagu milik orang lain, tetapi mulai memiliki karya yang membuat pendengar datang untuk mendengarkan dirinya.&#13;
&#13;
Babak baru dalam perjalanan C&amp;eacute;cil hadir ketika dirinya bergabung dengan Sony Music dan merilis single debut profesional Djakarta bersama Diskoria dan Laleilmanino.&#13;
&#13;
Kolaborasi tersebut mempertemukan energi hip-hop yang dibawa C&amp;eacute;cil dengan karakter musik Diskoria dan Laleilmanino yang memiliki pendekatan pop, elektronik serta elemen lokal.&#13;
&#13;
Djakarta kemudian menjadi pertemuan berbagai warna musik dalam satu karya yang mengangkat Jakarta. Bagi C&amp;eacute;cil, kolaborasi tersebut sekaligus memperlihatkan kemampuannya bergerak lebih luas dari satu genre maupun satu scene.&#13;
&#13;
C&amp;eacute;cil tidak harus memilih antara menjadi rapper atau masuk ke kultur musik yang lebih luas. Justru pertemuan berbagai dunia tersebut mulai membentuk identitasnya sebagai seorang artist.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hip hop itu saya kenal sejak 2019, 2020. Saat saya menulis lagu, banyak energi yang tersalurkan. Di hiphop, banyak lirik yang membuat energi saya lebih terfokus dan padat,&amp;rdquo; ujar C&amp;eacute;cil dalam wawancara beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
Setelah Djakarta, C&amp;eacute;cil kembali memperlihatkan sisi lain melalui karya seperti 321 dan Call It Love.Jika karya-karya sebelumnya lebih memperkenalkan C&amp;eacute;cil sebagai rapper, fase ini mulai menunjukkan dirinya sebagai seorang artist yang lebih leluasa mengeksplorasi mood, melodi, style hingga storytelling.&#13;
&#13;
Perkembangan tersebut kemudian membawa C&amp;eacute;cil masuk lebih jauh ke creative scene. Kolaborasinya bersama ASICS menjadi salah satu contoh ketika musik C&amp;eacute;cil diterjemahkan ke dalam pengalaman visual dan campaign. Tidak hanya hadir sebagai wajah brand, C&amp;eacute;cil terlibat dalam campaign yang kemudian berkembang hingga ASICS memproduksi video musik untuk Call It Love.&#13;
&#13;
Kolaborasi tersebut memperlihatkan bagaimana musik C&amp;eacute;cil mulai memiliki daya tarik yang dapat diterjemahkan ke dalam visual, fashion dan lifestyle.&#13;
&#13;
Eksplorasi C&amp;eacute;cil kemudian semakin luas ketika Somethinc membuka ruang kolaborasi dengannya. Dalam campaign tersebut, C&amp;eacute;cil dipertemukan dengan Janita Gabriela dan produser musik elektronik Dipha Barus. Kolaborasi ini tidak hanya hadir sebagai materi komunikasi brand, tetapi juga diwujudkan melalui single khusus dan video musik.&#13;
&#13;
Pertemuan tersebut membawa C&amp;eacute;cil ke beberapa ruang kreatif sekaligus, mulai dari musik, beauty, lifestyle hingga creative direction.&#13;
&#13;
Jika kolaborasinya bersama ASICS membawanya lebih dekat dengan kultur sneakers dan fashion, kerja sama bersama Somethinc memperluas langkah C&amp;eacute;cil ke dunia beauty dan lifestyle. Meski bergerak di berbagai ruang, musik tetap menjadi titik tengah dari eksplorasi tersebut.&#13;
&#13;
Melihat perjalanan C&amp;eacute;cil Yang dari awal hingga sekarang, terdapat pola yang cukup jelas dalam perkembangannya. Ia memulai perjalanan melalui kultur internet dan hip-hop, kemudian menciptakan karya sendiri dan masuk ke industri musik profesional bersama Sony Music.&#13;
&#13;
Setelah itu, C&amp;eacute;cil berkolaborasi dengan nama seperti Diskoria dan Laleilmanino. Musik juga membawanya bertemu dengan brand seperti ASICS dan Somethinc, sekaligus mempertemukannya dengan sosok kreatif seperti Dipha Barus dan Janita Gabriela.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi rapper perempuan itu nggak gampang tapi nggak susah. Ada feeling, &amp;#39;masa gua gak bisa sih, masa cowok doang&amp;#39;. Karena passion dari kecil jadi ngejalaninnya nggak sesusah yang dibayangkan. Didukung kru juga jadi perasaannya lebih relaks aja,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Perjalanan tersebut menunjukkan C&amp;eacute;cil tidak hanya membangun dirinya sebagai seorang rapper. Ia sedang membentuk identitas sebagai artist yang dapat bergerak di antara musik, style, visual, culture dan brand.&#13;
&#13;
Di situlah salah satu daya tarik C&amp;eacute;cil Yang saat ini. Ketika seorang artist mampu membawa musiknya ke berbagai ruang kreatif tanpa kehilangan identitas, ia tidak hanya menjadi bagian dari sebuah scene.&#13;
&#13;
Ia mulai memiliki daya untuk menggerakkan scene tersebut. Setelah Rich Brian, Diskoria, ASICS, Somethinc, Janita Gabriela dan Dipha Barus, menarik untuk melihat ke mana langkah C&amp;eacute;cil Yang berikutnya akan membawa dirinya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
