<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Doktif Bantah Laporkan Richard Lee karena Persaingan Bisnis: Saya Tak Jual Barang yang Sama!</title><description>Doktif mengungkapkan, Richard Lee baru bisa menuduhnya melakukan persaingan bisnis jika menjual barang yang sama.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/08/14/33/3236017/doktif-bantah-laporkan-richard-lee-karena-persaingan-bisnis-saya-tak-jual-barang-yang-sama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/08/14/33/3236017/doktif-bantah-laporkan-richard-lee-karena-persaingan-bisnis-saya-tak-jual-barang-yang-sama"/><item><title>Doktif Bantah Laporkan Richard Lee karena Persaingan Bisnis: Saya Tak Jual Barang yang Sama!</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/08/14/33/3236017/doktif-bantah-laporkan-richard-lee-karena-persaingan-bisnis-saya-tak-jual-barang-yang-sama</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/08/14/33/3236017/doktif-bantah-laporkan-richard-lee-karena-persaingan-bisnis-saya-tak-jual-barang-yang-sama</guid><pubDate>Jum'at 14 Agustus 2026 07:30 WIB</pubDate><dc:creator>Ravie Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/14/33/3236017/doktif-aepr_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Doktif Bantah Laporannya Atas Richard Lee sebagai Persaingan Bisnis: Saya Tak Jual Barang Dia! (Foto: Ravie Wardani|Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/14/33/3236017/doktif-aepr_large.jpg</image><title>Doktif Bantah Laporannya Atas Richard Lee sebagai Persaingan Bisnis: Saya Tak Jual Barang Dia! (Foto: Ravie Wardani|Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Richard Lee dan Samira Farahnaz alias Doktif bersitegang di ruang sidang kasus dugaan pelanggaran hak konsumen dan Undang-Undang Kesehatan yang digelar di Pengadilan Negeri Tangerang, pada 13 Agustus 2026.&#13;
&#13;
Sebagai pelapor, Doktif secara tegas membantah tudingan Richard yang menyebut motif ulasannya didasari persaingan bisnis. Dia blakblakan mengaku bingung dengan tuduhan tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Doktif mengungkapkan, parameter persaingan bisnis tidak terpenuhi lantaran dirinya tidak pernah menjual produk yang sama dengan Richard. &amp;ldquo;Saya tidak pernah menjual white tomato, glubio, dan red skin,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, dia menegaskan, posisinya dalam perkara ini sebagai konsumen yang dilindungi oleh undang-undang. Ia meminta tim kuasa hukum Richard Lee untuk memahami hak-hak konsumen dalam melakukan ulasan produk.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya mereview produk DRL dengan kapasitas sebagai konsumen. Kalau lawyer terdakwa keberatan, silakan ajukan penghapusan UU Perlindungan Konsumen! Tapi selama undang-undang itu masih ada, saya tetap akan mereview,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Doktif juga menantang pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh ulasan produknya untuk menempuh jalur hukum, ketimbang mempermasalahkannya di persidangan yang sedang berjalan.&#13;
&#13;
Sebelumnya, pengacara Richard Lee membongkar adanya dugaan motif persaingan bisnis yang justru terlihat jelas dalam review Doktif. Dia kemudian mengungkit angka-angka fantastis yang sempat dibahas pihak pelapor ketika mempermasalahkan kasus ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Persaingan bisnis jelas banget. Soalnya ngomongin duit terus. Ya Rp40 miliar, Rp8 miliar, ratusan miliar gitu. Nanti akan kami ungkap lagi,&amp;rdquo; ungkap Faizal Hafied.*&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Richard Lee dan Samira Farahnaz alias Doktif bersitegang di ruang sidang kasus dugaan pelanggaran hak konsumen dan Undang-Undang Kesehatan yang digelar di Pengadilan Negeri Tangerang, pada 13 Agustus 2026.&#13;
&#13;
Sebagai pelapor, Doktif secara tegas membantah tudingan Richard yang menyebut motif ulasannya didasari persaingan bisnis. Dia blakblakan mengaku bingung dengan tuduhan tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Doktif mengungkapkan, parameter persaingan bisnis tidak terpenuhi lantaran dirinya tidak pernah menjual produk yang sama dengan Richard. &amp;ldquo;Saya tidak pernah menjual white tomato, glubio, dan red skin,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, dia menegaskan, posisinya dalam perkara ini sebagai konsumen yang dilindungi oleh undang-undang. Ia meminta tim kuasa hukum Richard Lee untuk memahami hak-hak konsumen dalam melakukan ulasan produk.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya mereview produk DRL dengan kapasitas sebagai konsumen. Kalau lawyer terdakwa keberatan, silakan ajukan penghapusan UU Perlindungan Konsumen! Tapi selama undang-undang itu masih ada, saya tetap akan mereview,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Doktif juga menantang pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh ulasan produknya untuk menempuh jalur hukum, ketimbang mempermasalahkannya di persidangan yang sedang berjalan.&#13;
&#13;
Sebelumnya, pengacara Richard Lee membongkar adanya dugaan motif persaingan bisnis yang justru terlihat jelas dalam review Doktif. Dia kemudian mengungkit angka-angka fantastis yang sempat dibahas pihak pelapor ketika mempermasalahkan kasus ini.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Persaingan bisnis jelas banget. Soalnya ngomongin duit terus. Ya Rp40 miliar, Rp8 miliar, ratusan miliar gitu. Nanti akan kami ungkap lagi,&amp;rdquo; ungkap Faizal Hafied.*&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
