<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dokter Tirta Buka Suara soal Nakes yang Hina Pasien BPJS, Imbau Bijak Bermedia Sosial</title><description>Dokter Tirta ikut buka suara mengenai polemik yang tengah ramai diperbincangkan di Threads soal keluhan pasien BPJS. &#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/08/08/33/3234924/dokter-tirta-buka-suara-soal-nakes-yang-hina-pasien-bpjs-imbau-bijak-bermedia-sosial</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/08/08/33/3234924/dokter-tirta-buka-suara-soal-nakes-yang-hina-pasien-bpjs-imbau-bijak-bermedia-sosial"/><item><title>Dokter Tirta Buka Suara soal Nakes yang Hina Pasien BPJS, Imbau Bijak Bermedia Sosial</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/08/08/33/3234924/dokter-tirta-buka-suara-soal-nakes-yang-hina-pasien-bpjs-imbau-bijak-bermedia-sosial</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/08/08/33/3234924/dokter-tirta-buka-suara-soal-nakes-yang-hina-pasien-bpjs-imbau-bijak-bermedia-sosial</guid><pubDate>Sabtu 08 Agustus 2026 14:33 WIB</pubDate><dc:creator>Anindita Trinoviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/08/33/3234924/dokter_tirta_buka_suara_soal_nakes_yang_hina_pasien_bpjs-cyrz_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dokter Tirta Buka Suara soal Nakes yang Hina Pasien BPJS. (Foto: Instagram/@dr.tirta)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/08/33/3234924/dokter_tirta_buka_suara_soal_nakes_yang_hina_pasien_bpjs-cyrz_large.jpg</image><title>Dokter Tirta Buka Suara soal Nakes yang Hina Pasien BPJS. (Foto: Instagram/@dr.tirta)</title></images><description>JAKARTA - Dokter Tirta ikut buka suara mengenai polemik yang baru-baru ini ramai diperbincangkan di media sosial Threads. Melalui video yang diunggah di Instagram pribadinya, dia mengimbau kepada para nakes untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.&#13;
&#13;
Hal itu bermula dari keluhan seorang pasien BPJS, Yurizal. Dia mengeluhkan lamanya antrean pelayanan rawat inap. Unggahan tersebut pun ramai dikomentari oleh warganet.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kontroversi semakin memuncak saat sejumlah oknum tenaga kesehatan (nakes) memberikan komentar yang dinilai tidak berempati. Komentar-komentar tersebut semakin ramai diperbincangkan usai mengetahui sang pemilik akun, Yurizal dikabarkan telah meninggal dunia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dari kejadian itu, Dokter Tirta mengimbau para nakes untuk belajar agar tidak terus menerus terjadi di kemudian hari. Dia mengimbau para nakes untuk bijak dalam menggunakan media sosial.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita sebagai dokter ketika tidak tahu case-nya, ya kita bisa menahan jari untuk reply,&amp;quot; ucapnya yang dikutip dari unggahan video Instagram, Sabtu (8/7/2026).&#13;
&#13;
Kejadian ini, menurutnya, tidak bisa dibenarkan, dan tidak bisa berlindung dengan berbagai dalih pembenaran, misalnya tekanan kerja atau burnout.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada dasarnya apa yang terjadi di Threads itu udah salahnya sejawat. Jadi kalian nggak perlu ngalor ngidul alesan, kayak organisasi kedokteran bilang ini karena burnout lah, karena apa lah, nggak. Apa yang terjadi di Threads itu pure ada pasien komplain, dia sudah buat utas, ada dokter yang me-reply dengan buruk, sudah,&amp;quot; katanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lebih lanjut, dia mengatakan, &amp;quot;Terserah, mau komite etik kedokteran yang ngurus atau mau alasan burnout dilampiaskan ke medsos. Kamu bisa mengontrol jarimu.&amp;quot;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, Dokter Tirta juga mengingatkan para sejawat bahwa pasien merupakan seorang customer, yang memiliki hak untuk menyampaikan keluhan atas pelayanan yang diterima.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia turut menekankan pentingnya kompetensi medis yang perlu diimbangi dengan kemampuan berkomunikasi dan sikap empati terhadap pasien. Menurutnya, kejadian antara konflik nakes di media sosial telah sering terjadi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Melalui unggahan video tersebut, Dokter Tirta juga mengucapkan belasungkawa dan berduka cita untuk mendiang Yurizal.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Dokter Tirta ikut buka suara mengenai polemik yang baru-baru ini ramai diperbincangkan di media sosial Threads. Melalui video yang diunggah di Instagram pribadinya, dia mengimbau kepada para nakes untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.&#13;
&#13;
Hal itu bermula dari keluhan seorang pasien BPJS, Yurizal. Dia mengeluhkan lamanya antrean pelayanan rawat inap. Unggahan tersebut pun ramai dikomentari oleh warganet.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kontroversi semakin memuncak saat sejumlah oknum tenaga kesehatan (nakes) memberikan komentar yang dinilai tidak berempati. Komentar-komentar tersebut semakin ramai diperbincangkan usai mengetahui sang pemilik akun, Yurizal dikabarkan telah meninggal dunia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dari kejadian itu, Dokter Tirta mengimbau para nakes untuk belajar agar tidak terus menerus terjadi di kemudian hari. Dia mengimbau para nakes untuk bijak dalam menggunakan media sosial.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita sebagai dokter ketika tidak tahu case-nya, ya kita bisa menahan jari untuk reply,&amp;quot; ucapnya yang dikutip dari unggahan video Instagram, Sabtu (8/7/2026).&#13;
&#13;
Kejadian ini, menurutnya, tidak bisa dibenarkan, dan tidak bisa berlindung dengan berbagai dalih pembenaran, misalnya tekanan kerja atau burnout.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada dasarnya apa yang terjadi di Threads itu udah salahnya sejawat. Jadi kalian nggak perlu ngalor ngidul alesan, kayak organisasi kedokteran bilang ini karena burnout lah, karena apa lah, nggak. Apa yang terjadi di Threads itu pure ada pasien komplain, dia sudah buat utas, ada dokter yang me-reply dengan buruk, sudah,&amp;quot; katanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lebih lanjut, dia mengatakan, &amp;quot;Terserah, mau komite etik kedokteran yang ngurus atau mau alasan burnout dilampiaskan ke medsos. Kamu bisa mengontrol jarimu.&amp;quot;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, Dokter Tirta juga mengingatkan para sejawat bahwa pasien merupakan seorang customer, yang memiliki hak untuk menyampaikan keluhan atas pelayanan yang diterima.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia turut menekankan pentingnya kompetensi medis yang perlu diimbangi dengan kemampuan berkomunikasi dan sikap empati terhadap pasien. Menurutnya, kejadian antara konflik nakes di media sosial telah sering terjadi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Melalui unggahan video tersebut, Dokter Tirta juga mengucapkan belasungkawa dan berduka cita untuk mendiang Yurizal.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
