<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Vakum Dua Tahun, Shi Shi Rilis EP Perdana The Taste Of&amp;hellip; dengan Tiga Bahasa</title><description>Penyanyi sekaligus penulis lagu peraih penghargaan Golden Melody Awards, Shi Shi, resmi kembali ke industri musik setelah vakum selama dua tahun&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/07/30/205/3233172/vakum-dua-tahun-shi-shi-rilis-ep-perdana-the-taste-of-dengan-tiga-bahasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/07/30/205/3233172/vakum-dua-tahun-shi-shi-rilis-ep-perdana-the-taste-of-dengan-tiga-bahasa"/><item><title>Vakum Dua Tahun, Shi Shi Rilis EP Perdana The Taste Of&amp;hellip; dengan Tiga Bahasa</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/07/30/205/3233172/vakum-dua-tahun-shi-shi-rilis-ep-perdana-the-taste-of-dengan-tiga-bahasa</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/07/30/205/3233172/vakum-dua-tahun-shi-shi-rilis-ep-perdana-the-taste-of-dengan-tiga-bahasa</guid><pubDate>Kamis 30 Juli 2026 16:00 WIB</pubDate><dc:creator>Khafid Mardiyansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/30/205/3233172/ep_shi_shi_the_taste_of-iocj_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">EP Shi Shi The Taste of</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/30/205/3233172/ep_shi_shi_the_taste_of-iocj_large.JPG</image><title>EP Shi Shi The Taste of</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Penyanyi sekaligus penulis lagu peraih penghargaan Golden Melody Awards, Shi Shi, resmi kembali ke industri musik setelah vakum selama dua tahun melalui EP terbarunya bertajuk The Taste Of&amp;hellip;. Proyek ini menjadi rangkuman dari berbagai pengalaman dan emosi yang ia rasakan selama masa rehatnya.&#13;
&#13;
Shi Shi mengungkapkan bahwa selama dua tahun terakhir ia mengalami beragam emosi yang kemudian menjadi inspirasi utama dalam karya terbarunya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selama periode ini, saya mengalami berbagai macam emosi, mulai dari yang manis hingga pahit, bahkan ada momen-momen yang terasa asam atau pedas. Sulit menggambarkan perasaan yang kita rasakan setiap hari hanya dengan kata-kata, tetapi terkadang semuanya bisa diekspresikan dan diproses melalui sebuah lagu,&amp;quot; ujar Shi Shi.&#13;
&#13;
Ia menambahkan bahwa setiap lagu dalam EP tersebut memiliki karakter rasa yang berbeda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam EP ini, setiap lagu ibarat sebuah koktail yang unik, menghadirkan rasa dan profil cita rasa yang berbeda, dengan komposisi bahan dan emosi yang juga berbeda. Saya berharap para pendengar dapat menikmati setiap lagunya,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
EP The Taste Of&amp;hellip; juga menandai pencapaian baru dalam perjalanan karier Shi Shi. Ini merupakan EP pertamanya yang didominasi bahasa Inggris, namun tetap menghadirkan lagu-lagu dalam tiga bahasa, yakni Inggris, Mandarin, dan Korea. Pilihan tersebut menjadi penghormatan terhadap akar keluarganya di Korea Selatan sekaligus langkah awal untuk memperluas kariernya ke panggung internasional.&#13;
&#13;
Dari sisi produksi, album ini melibatkan sederet produser ternama dari berbagai negara. Di antaranya adalah produser K-pop parkhyeon, yang pernah bekerja sama dengan MISAMO (TWICE) dan Miyeon dari (G)I-DLE, kemudian Different Sleep, yang memiliki kredit rekaman bersama Zara Larsson dan Amin&amp;eacute;, serta produser peraih Latin Grammy, Andr&amp;oslash; Pop.&#13;
&#13;
Di antara seluruh lagu dalam EP tersebut, dua lagu berbahasa Korea berjudul Falling in Love dan Tteokbokki disebut menjadi karya yang paling lembut dan intim.&#13;
&#13;
Melalui lagu Tteokbokki, Shi Shi memilih keluar dari tema hubungan asmara yang selama ini sering menjadi inspirasinya. Kali ini ia mengangkat tema &amp;quot;food memories&amp;quot; atau kenangan yang terkait dengan makanan, untuk menggambarkan emosi dari persahabatan yang paling murni&amp;mdash;hubungan yang terasa nyaman sekaligus menjadi salah satu hal paling sulit ditemukan. Lagu tersebut dipersembahkan sebagai penghormatan bagi teman-teman lamanya.&#13;
&#13;
Bagi Shi Shi yang tumbuh besar di Korea Selatan, Tteokbokki atau kue beras pedas tradisional Korea bukan sekadar camilan favorit. Hidangan tersebut menjadi simbol masa muda yang mengingatkannya pada perjalanan pulang sekolah setiap hari serta suasana hangat kedai-kedai tempat ia menghabiskan waktu bersama teman-temannya.&#13;
&#13;
Dalam proses pengerjaan lagu tersebut, Shi Shi bekerja sama dengan produser keturunan Tionghoa-Amerika, Morrison Ma (MOSUN). Keduanya menghadirkan nuansa retro yang lembut, sementara lagu dibuka dengan rekaman audio kehidupan sehari-hari yang direkam sendiri oleh Shi Shi di sebuah pasar tradisional Korea untuk membawa pendengar merasakan atmosfer lokasi tersebut.&#13;
&#13;
Video musik Tteokbokki juga menghadirkan momen spesial ketika Shi Shi kembali bertemu dengan sahabat lamanya, aktris Lee Jung-Min, yang dikenal melalui drama Korea populer seperti What&amp;#39;s Wrong with Secretary Kim dan Duty After School.&#13;
&#13;
Meski keduanya tidak pernah bertemu secara langsung selama 16 tahun, mereka tetap menjalin komunikasi. Dalam proyek pertama yang mempertemukan mereka sebagai rekan kerja tersebut, Shi Shi dan Lee Jung-Min menunjukkan chemistry yang kuat.&#13;
&#13;
Di dalam video musik, keduanya memerankan dua sahabat masa kecil yang kembali bertemu setelah sekian lama di kedai langganan mereka, mengenang dan berbagi cerita tentang tahun-tahun yang telah mereka lewati.&#13;
&#13;
Shi Shi sendiri merupakan penyanyi sekaligus penulis lagu generasi ketiga berdarah Korea Selatan-Tionghoa yang kini berbasis di Taiwan. Kiprahnya di industri musik Taiwan telah mendapat pengakuan tertinggi setelah berhasil memenangkan penghargaan Best Female Singer dan Best Album di ajang bergengsi Golden Melody Awards.&#13;
&#13;
Pada 2020, Shi Shi juga meraih popularitas luas melalui lagu Someday or One Day, yang menjadi lagu tema serial Taiwan fenomenal Someday or One Day (想见你), salah satu drama Taiwan paling populer dalam beberapa tahun terakhir.&#13;
&#13;
Kemudian pada 2024, ia merilis singel kolaborasi Goodbye Spring bersama musisi jazz Korea Selatan Lee Jin-ah, yang mendapat perhatian luas baik di Taiwan maupun Korea Selatan.&#13;
&#13;
Melalui perilisan EP The Taste Of&amp;hellip;, Shi Shi menegaskan ambisinya untuk terus menciptakan musik yang dapat dinikmati oleh pendengar internasional sekaligus membuka babak baru dalam perjalanan karier musiknya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Penyanyi sekaligus penulis lagu peraih penghargaan Golden Melody Awards, Shi Shi, resmi kembali ke industri musik setelah vakum selama dua tahun melalui EP terbarunya bertajuk The Taste Of&amp;hellip;. Proyek ini menjadi rangkuman dari berbagai pengalaman dan emosi yang ia rasakan selama masa rehatnya.&#13;
&#13;
Shi Shi mengungkapkan bahwa selama dua tahun terakhir ia mengalami beragam emosi yang kemudian menjadi inspirasi utama dalam karya terbarunya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selama periode ini, saya mengalami berbagai macam emosi, mulai dari yang manis hingga pahit, bahkan ada momen-momen yang terasa asam atau pedas. Sulit menggambarkan perasaan yang kita rasakan setiap hari hanya dengan kata-kata, tetapi terkadang semuanya bisa diekspresikan dan diproses melalui sebuah lagu,&amp;quot; ujar Shi Shi.&#13;
&#13;
Ia menambahkan bahwa setiap lagu dalam EP tersebut memiliki karakter rasa yang berbeda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam EP ini, setiap lagu ibarat sebuah koktail yang unik, menghadirkan rasa dan profil cita rasa yang berbeda, dengan komposisi bahan dan emosi yang juga berbeda. Saya berharap para pendengar dapat menikmati setiap lagunya,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
EP The Taste Of&amp;hellip; juga menandai pencapaian baru dalam perjalanan karier Shi Shi. Ini merupakan EP pertamanya yang didominasi bahasa Inggris, namun tetap menghadirkan lagu-lagu dalam tiga bahasa, yakni Inggris, Mandarin, dan Korea. Pilihan tersebut menjadi penghormatan terhadap akar keluarganya di Korea Selatan sekaligus langkah awal untuk memperluas kariernya ke panggung internasional.&#13;
&#13;
Dari sisi produksi, album ini melibatkan sederet produser ternama dari berbagai negara. Di antaranya adalah produser K-pop parkhyeon, yang pernah bekerja sama dengan MISAMO (TWICE) dan Miyeon dari (G)I-DLE, kemudian Different Sleep, yang memiliki kredit rekaman bersama Zara Larsson dan Amin&amp;eacute;, serta produser peraih Latin Grammy, Andr&amp;oslash; Pop.&#13;
&#13;
Di antara seluruh lagu dalam EP tersebut, dua lagu berbahasa Korea berjudul Falling in Love dan Tteokbokki disebut menjadi karya yang paling lembut dan intim.&#13;
&#13;
Melalui lagu Tteokbokki, Shi Shi memilih keluar dari tema hubungan asmara yang selama ini sering menjadi inspirasinya. Kali ini ia mengangkat tema &amp;quot;food memories&amp;quot; atau kenangan yang terkait dengan makanan, untuk menggambarkan emosi dari persahabatan yang paling murni&amp;mdash;hubungan yang terasa nyaman sekaligus menjadi salah satu hal paling sulit ditemukan. Lagu tersebut dipersembahkan sebagai penghormatan bagi teman-teman lamanya.&#13;
&#13;
Bagi Shi Shi yang tumbuh besar di Korea Selatan, Tteokbokki atau kue beras pedas tradisional Korea bukan sekadar camilan favorit. Hidangan tersebut menjadi simbol masa muda yang mengingatkannya pada perjalanan pulang sekolah setiap hari serta suasana hangat kedai-kedai tempat ia menghabiskan waktu bersama teman-temannya.&#13;
&#13;
Dalam proses pengerjaan lagu tersebut, Shi Shi bekerja sama dengan produser keturunan Tionghoa-Amerika, Morrison Ma (MOSUN). Keduanya menghadirkan nuansa retro yang lembut, sementara lagu dibuka dengan rekaman audio kehidupan sehari-hari yang direkam sendiri oleh Shi Shi di sebuah pasar tradisional Korea untuk membawa pendengar merasakan atmosfer lokasi tersebut.&#13;
&#13;
Video musik Tteokbokki juga menghadirkan momen spesial ketika Shi Shi kembali bertemu dengan sahabat lamanya, aktris Lee Jung-Min, yang dikenal melalui drama Korea populer seperti What&amp;#39;s Wrong with Secretary Kim dan Duty After School.&#13;
&#13;
Meski keduanya tidak pernah bertemu secara langsung selama 16 tahun, mereka tetap menjalin komunikasi. Dalam proyek pertama yang mempertemukan mereka sebagai rekan kerja tersebut, Shi Shi dan Lee Jung-Min menunjukkan chemistry yang kuat.&#13;
&#13;
Di dalam video musik, keduanya memerankan dua sahabat masa kecil yang kembali bertemu setelah sekian lama di kedai langganan mereka, mengenang dan berbagi cerita tentang tahun-tahun yang telah mereka lewati.&#13;
&#13;
Shi Shi sendiri merupakan penyanyi sekaligus penulis lagu generasi ketiga berdarah Korea Selatan-Tionghoa yang kini berbasis di Taiwan. Kiprahnya di industri musik Taiwan telah mendapat pengakuan tertinggi setelah berhasil memenangkan penghargaan Best Female Singer dan Best Album di ajang bergengsi Golden Melody Awards.&#13;
&#13;
Pada 2020, Shi Shi juga meraih popularitas luas melalui lagu Someday or One Day, yang menjadi lagu tema serial Taiwan fenomenal Someday or One Day (想见你), salah satu drama Taiwan paling populer dalam beberapa tahun terakhir.&#13;
&#13;
Kemudian pada 2024, ia merilis singel kolaborasi Goodbye Spring bersama musisi jazz Korea Selatan Lee Jin-ah, yang mendapat perhatian luas baik di Taiwan maupun Korea Selatan.&#13;
&#13;
Melalui perilisan EP The Taste Of&amp;hellip;, Shi Shi menegaskan ambisinya untuk terus menciptakan musik yang dapat dinikmati oleh pendengar internasional sekaligus membuka babak baru dalam perjalanan karier musiknya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
