<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dnanda Pertahankan Identitas Retro, Bocorkan Tema Single Baru tentang Ghosting Tanpa Penjelasan</title><description>Penyanyi Dnanda kembali menegaskan identitas musikalnya dengan tetap mengusung nuansa retro dalam karya terbarunya.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/07/08/205/3229020/dnanda-pertahankan-identitas-retro-bocorkan-tema-single-baru-tentang-ghosting-tanpa-penjelasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/07/08/205/3229020/dnanda-pertahankan-identitas-retro-bocorkan-tema-single-baru-tentang-ghosting-tanpa-penjelasan"/><item><title>Dnanda Pertahankan Identitas Retro, Bocorkan Tema Single Baru tentang Ghosting Tanpa Penjelasan</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/07/08/205/3229020/dnanda-pertahankan-identitas-retro-bocorkan-tema-single-baru-tentang-ghosting-tanpa-penjelasan</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/07/08/205/3229020/dnanda-pertahankan-identitas-retro-bocorkan-tema-single-baru-tentang-ghosting-tanpa-penjelasan</guid><pubDate>Rabu 08 Juli 2026 22:07 WIB</pubDate><dc:creator>Khafid Mardiyansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/08/205/3229020/dnanda-p458_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Dnanda</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/08/205/3229020/dnanda-p458_large.JPG</image><title>Dnanda</title></images><description>JAKARTA - Penyanyi Dnanda kembali menegaskan identitas musikalnya dengan tetap mengusung nuansa retro dalam karya terbarunya. Setelah sebelumnya merilis lagu &amp;quot;Bola Mata Sayu&amp;quot; di bawah naungan Sony Music Indonesia, Dnanda kini tengah bersiap memperkenalkan single baru yang masih membawa benang merah musik klasik, tetapi dengan sentuhan yang lebih segar.&#13;
&#13;
Bagi Dnanda, musik retro bukan sekadar gaya atau tren yang diikuti. Ia justru melihat warna musik tersebut sebagai medium terbaik untuk menyampaikan cerita dan emosi kepada para pendengarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Musik retro itu punya sesuatu yang tidak lekang oleh waktu. Lagu-lagu dari era itu fokus ke melodi, lirik, dan emosi, bukan sekadar mengikuti tren. Aku tumbuh dengan banyak referensi musik lama, dan setiap kali mendengarnya selalu ada rasa hangat dan jujur yang sulit dijelaskan,&amp;quot; ujar Dnanda.&#13;
&#13;
Ia menegaskan dirinya tidak pernah berniat terdengar kuno. Menurutnya, sentuhan klasik hanyalah bahasa yang paling tepat untuk menyampaikan isi pikirannya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Aku tidak pernah ingin sekadar terdengar jadul. Yang aku cari adalah bagaimana membawa rasa klasik itu ke pendengar hari ini. Jadi, retro buatku bukan tujuan, tetapi bahasa yang paling pas untuk menceritakan apa yang ada di kepalaku,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Meski tetap mempertahankan identitas retro, Dnanda mengungkapkan bahwa lagu terbarunya akan menghadirkan eksplorasi yang berbeda dibanding karya-karya sebelumnya.&#13;
&#13;
Menurutnya, kali ini ia memadukan nuansa klasik dengan aransemen yang lebih modern agar tetap terasa relevan bagi pendengar masa kini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Benang merah retronya masih ada karena itu memang identitas musikku. Tapi di lagu ini aku mencoba mengeksplorasi aransemen yang lebih modern, jadi rasanya tetap familiar buat yang sudah mengikuti musikku, tetapi juga lebih segar untuk pendengar baru,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Dari sisi lirik, Dnanda membocorkan bahwa single tersebut mengangkat kisah tentang seseorang yang tiba-tiba menghilang tanpa penjelasan atau yang kini akrab dikenal sebagai ghosting.&#13;
&#13;
&amp;quot;Lagu ini bercerita tentang seseorang yang tiba-tiba menghilang tanpa penjelasan. Tidak ada pertengkaran, tidak ada perpisahan yang jelas, tetapi semuanya berubah begitu saja. Menurutku, hampir semua orang pernah berada di posisi yang dipaksa menerima tanda tanya tanpa pernah mendapat jawaban,&amp;quot; katanya.&#13;
Mempertahankan karakter retro di tengah perkembangan industri musik menjadi tantangan tersendiri bagi Dnanda. Namun, ia tidak ingin identitas tersebut hanya menjadi gimmick semata.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tantangan terbesarnya adalah jangan sampai retro hanya jadi gimmick. Aku selalu berusaha bertanya ke diri sendiri, &amp;#39;Kalau lagu ini didengar lima atau sepuluh tahun lagi, apakah masih terasa relevan?&amp;#39;&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Karena itu, Dnanda terus bereksperimen dalam proses produksi, mulai dari pemilihan sound hingga cara menyampaikan cerita dalam lagunya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Aku ingin orang mendengar laguku bukan karena, &amp;#39;Oh ini retro&amp;#39;, tetapi karena mereka benar-benar terhubung dengan emosinya. Menurutku, perasaan manusia tidak pernah ketinggalan zaman,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Melalui single terbarunya, Dnanda berharap lagu tersebut dapat menjadi teman bagi siapa saja yang pernah merasakan kehilangan tanpa penjelasan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Aku berharap lagu ini bisa menjadi teman buat siapa pun yang pernah ditinggalkan tanpa penjelasan. Kadang yang paling menyakitkan bukan kehilangan seseorang, tetapi kehilangan kesempatan untuk memahami kenapa semuanya berakhir,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia pun berharap para pendengar tidak hanya menikmati melodi yang disuguhkan, tetapi juga merasa ditemani oleh cerita yang disampaikan dalam lagu tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Semoga ketika orang mendengarkan lagu ini, mereka bukan cuma menikmati melodinya, tetapi juga merasa, &amp;#39;Ternyata yang aku rasakan selama ini juga pernah dirasakan orang lain&amp;#39;,&amp;quot; tutup Dnanda.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Penyanyi Dnanda kembali menegaskan identitas musikalnya dengan tetap mengusung nuansa retro dalam karya terbarunya. Setelah sebelumnya merilis lagu &amp;quot;Bola Mata Sayu&amp;quot; di bawah naungan Sony Music Indonesia, Dnanda kini tengah bersiap memperkenalkan single baru yang masih membawa benang merah musik klasik, tetapi dengan sentuhan yang lebih segar.&#13;
&#13;
Bagi Dnanda, musik retro bukan sekadar gaya atau tren yang diikuti. Ia justru melihat warna musik tersebut sebagai medium terbaik untuk menyampaikan cerita dan emosi kepada para pendengarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Musik retro itu punya sesuatu yang tidak lekang oleh waktu. Lagu-lagu dari era itu fokus ke melodi, lirik, dan emosi, bukan sekadar mengikuti tren. Aku tumbuh dengan banyak referensi musik lama, dan setiap kali mendengarnya selalu ada rasa hangat dan jujur yang sulit dijelaskan,&amp;quot; ujar Dnanda.&#13;
&#13;
Ia menegaskan dirinya tidak pernah berniat terdengar kuno. Menurutnya, sentuhan klasik hanyalah bahasa yang paling tepat untuk menyampaikan isi pikirannya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Aku tidak pernah ingin sekadar terdengar jadul. Yang aku cari adalah bagaimana membawa rasa klasik itu ke pendengar hari ini. Jadi, retro buatku bukan tujuan, tetapi bahasa yang paling pas untuk menceritakan apa yang ada di kepalaku,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Meski tetap mempertahankan identitas retro, Dnanda mengungkapkan bahwa lagu terbarunya akan menghadirkan eksplorasi yang berbeda dibanding karya-karya sebelumnya.&#13;
&#13;
Menurutnya, kali ini ia memadukan nuansa klasik dengan aransemen yang lebih modern agar tetap terasa relevan bagi pendengar masa kini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Benang merah retronya masih ada karena itu memang identitas musikku. Tapi di lagu ini aku mencoba mengeksplorasi aransemen yang lebih modern, jadi rasanya tetap familiar buat yang sudah mengikuti musikku, tetapi juga lebih segar untuk pendengar baru,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Dari sisi lirik, Dnanda membocorkan bahwa single tersebut mengangkat kisah tentang seseorang yang tiba-tiba menghilang tanpa penjelasan atau yang kini akrab dikenal sebagai ghosting.&#13;
&#13;
&amp;quot;Lagu ini bercerita tentang seseorang yang tiba-tiba menghilang tanpa penjelasan. Tidak ada pertengkaran, tidak ada perpisahan yang jelas, tetapi semuanya berubah begitu saja. Menurutku, hampir semua orang pernah berada di posisi yang dipaksa menerima tanda tanya tanpa pernah mendapat jawaban,&amp;quot; katanya.&#13;
Mempertahankan karakter retro di tengah perkembangan industri musik menjadi tantangan tersendiri bagi Dnanda. Namun, ia tidak ingin identitas tersebut hanya menjadi gimmick semata.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tantangan terbesarnya adalah jangan sampai retro hanya jadi gimmick. Aku selalu berusaha bertanya ke diri sendiri, &amp;#39;Kalau lagu ini didengar lima atau sepuluh tahun lagi, apakah masih terasa relevan?&amp;#39;&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Karena itu, Dnanda terus bereksperimen dalam proses produksi, mulai dari pemilihan sound hingga cara menyampaikan cerita dalam lagunya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Aku ingin orang mendengar laguku bukan karena, &amp;#39;Oh ini retro&amp;#39;, tetapi karena mereka benar-benar terhubung dengan emosinya. Menurutku, perasaan manusia tidak pernah ketinggalan zaman,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Melalui single terbarunya, Dnanda berharap lagu tersebut dapat menjadi teman bagi siapa saja yang pernah merasakan kehilangan tanpa penjelasan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Aku berharap lagu ini bisa menjadi teman buat siapa pun yang pernah ditinggalkan tanpa penjelasan. Kadang yang paling menyakitkan bukan kehilangan seseorang, tetapi kehilangan kesempatan untuk memahami kenapa semuanya berakhir,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia pun berharap para pendengar tidak hanya menikmati melodi yang disuguhkan, tetapi juga merasa ditemani oleh cerita yang disampaikan dalam lagu tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Semoga ketika orang mendengarkan lagu ini, mereka bukan cuma menikmati melodinya, tetapi juga merasa, &amp;#39;Ternyata yang aku rasakan selama ini juga pernah dirasakan orang lain&amp;#39;,&amp;quot; tutup Dnanda.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
