<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara Musisi Lokal Naik Kelas di Era Digital, Buat Lagu yang Bisa Dipakai untuk Backsound Medsos</title><description>Perubahan cara orang menemukan lagu baru membuat media sosial memiliki peran besar dalam perjalanan musik digital.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/06/30/205/3227448/cara-musisi-lokal-naik-kelas-di-era-digital-buat-lagu-yang-bisa-dipakai-untuk-backsound-medsos</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/06/30/205/3227448/cara-musisi-lokal-naik-kelas-di-era-digital-buat-lagu-yang-bisa-dipakai-untuk-backsound-medsos"/><item><title>Cara Musisi Lokal Naik Kelas di Era Digital, Buat Lagu yang Bisa Dipakai untuk Backsound Medsos</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/06/30/205/3227448/cara-musisi-lokal-naik-kelas-di-era-digital-buat-lagu-yang-bisa-dipakai-untuk-backsound-medsos</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/06/30/205/3227448/cara-musisi-lokal-naik-kelas-di-era-digital-buat-lagu-yang-bisa-dipakai-untuk-backsound-medsos</guid><pubDate>Selasa 30 Juni 2026 19:48 WIB</pubDate><dc:creator>Khafid Mardiyansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/30/205/3227448/danil_muzik-uTBG_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Danil Muzik</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/30/205/3227448/danil_muzik-uTBG_large.JPG</image><title>Danil Muzik</title></images><description>JAKARTA - Perubahan cara orang menemukan lagu baru membuat media sosial memiliki peran besar dalam perjalanan musik digital. Kini, sebuah lagu bisa lebih dulu dikenal melalui potongan sound di TikTok sebelum akhirnya dicari dalam versi penuh di Spotify, YouTube, atau platform streaming lain.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pola inilah yang ikut dirasakan Mhd Daniel, musisi asal Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau, yang dikenal dengan nama panggung Danil Muzik.&#13;
&#13;
Melalui lagu &amp;ldquo;Masa Depanmu&amp;rdquo;, Daniel melihat bagaimana TikTok dapat menjadi ruang awal bagi sebuah karya untuk menjangkau pendengar lebih luas. Lagu tersebut bukan hanya diputar di platform musik, tetapi juga digunakan dalam berbagai konten video pendek. Dari sana, &amp;ldquo;Masa Depanmu&amp;rdquo; bergerak dari sound yang ramai dipakai pengguna menjadi lagu yang dicari pendengar dalam versi penuh.&#13;
&#13;
Daniel tidak menutup mata terhadap perubahan tersebut. Ia melihat TikTok sebagai salah satu jalur penting untuk memperkenalkan musik kepada publik, khususnya bagi musisi yang tumbuh dari ruang digital. Menurutnya, kecepatan penyebaran konten di TikTok memberi peluang besar bagi musisi lokal untuk mendapat perhatian, selama lagu yang dibuat memiliki bagian yang mudah diingat dan dekat dengan kebiasaan pengguna.&#13;
&#13;
Bagi Daniel, strategi membuat lagu di era digital tidak hanya berhenti pada produksi musik. Seorang musisi juga perlu memahami bagian mana dari lagunya yang berpotensi dipakai ulang oleh pengguna media sosial. Dalam &amp;ldquo;Masa Depanmu&amp;rdquo;, ia menyiapkan bagian lirik yang dianggap mudah disukai dan cocok digunakan sebagai potongan sound.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Iya, betul sekali, karena saya menargetkan viral di TikTok. Saya buat part lirik yang memang mudah disukai. Setelah viral, baru saya arahkan ke platform streaming,&amp;rdquo; ujar Daniel.&#13;
&#13;
Strategi tersebut kemudian memberi dampak besar terhadap perjalanan lagu &amp;ldquo;Masa Depanmu&amp;rdquo;. Berdasarkan keterangan Daniel, sound lagu tersebut telah digunakan sekitar 500 ribu pengguna TikTok. Sementara itu, versi original &amp;ldquo;Masa Depanmu&amp;rdquo; mencapai 7,3 juta streaming di Spotify dan versi speed up meraih 6,6 juta streaming.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Secara total, lagu tersebut mencatat sekitar 13,9 juta streaming di Spotify. Di YouTube, versi original disebut mencapai 3 juta views, sementara versi speed up mencapai 2 juta views.&#13;
&#13;
Capaian itu menunjukkan hubungan yang semakin kuat antara media sosial dan platform streaming. TikTok berperan sebagai ruang perkenalan, sedangkan Spotify dan YouTube menjadi tempat pendengar menikmati lagu secara utuh. Daniel menilai pola ini sangat menguntungkan bagi musisi karena pendengar yang tertarik pada potongan sound biasanya akan mencari versi lengkapnya.&#13;
&#13;
Dalam membangun karakter musiknya, Daniel juga memperhatikan tren yang sedang berkembang. Ia menyebut gaya musik yang mudah diingat, dekat dengan pendengar muda, dan sesuai dengan pola konsumsi media sosial menjadi bagian penting dalam membentuk identitas Danil Muzik. Meski mengikuti arus tren, Daniel tetap berusaha memberi ciri khas melalui pilihan genre seperti hipdut, hiphop, dan emo rap.&#13;
&#13;
Respons pendengar setelah &amp;ldquo;Masa Depanmu&amp;rdquo; viral turut memengaruhi cara Daniel merancang karya berikutnya. Ia mengaku data streaming, penggunaan sound, dan respons pengguna TikTok menjadi bahan pertimbangan dalam membaca selera pendengar. Jika sebuah tema diterima dengan baik, Daniel akan mencoba mengembangkan tema serupa dengan warna baru agar tetap segar.&#13;
&#13;
Ke depan, Daniel sedang menyiapkan lagu baru yang masih berada dalam tema percintaan. Pengalaman &amp;ldquo;Masa Depanmu&amp;rdquo; menjadi bekal penting baginya untuk terus memahami hubungan antara karya musik, tren media sosial, dan kebiasaan pendengar digital. Bagi Daniel, peluang musisi lokal semakin terbuka ketika mereka mampu membaca perubahan, menjaga konsistensi, dan menghadirkan lagu yang mudah menemukan ruang di kehidupan pendengar.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Perubahan cara orang menemukan lagu baru membuat media sosial memiliki peran besar dalam perjalanan musik digital. Kini, sebuah lagu bisa lebih dulu dikenal melalui potongan sound di TikTok sebelum akhirnya dicari dalam versi penuh di Spotify, YouTube, atau platform streaming lain.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pola inilah yang ikut dirasakan Mhd Daniel, musisi asal Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau, yang dikenal dengan nama panggung Danil Muzik.&#13;
&#13;
Melalui lagu &amp;ldquo;Masa Depanmu&amp;rdquo;, Daniel melihat bagaimana TikTok dapat menjadi ruang awal bagi sebuah karya untuk menjangkau pendengar lebih luas. Lagu tersebut bukan hanya diputar di platform musik, tetapi juga digunakan dalam berbagai konten video pendek. Dari sana, &amp;ldquo;Masa Depanmu&amp;rdquo; bergerak dari sound yang ramai dipakai pengguna menjadi lagu yang dicari pendengar dalam versi penuh.&#13;
&#13;
Daniel tidak menutup mata terhadap perubahan tersebut. Ia melihat TikTok sebagai salah satu jalur penting untuk memperkenalkan musik kepada publik, khususnya bagi musisi yang tumbuh dari ruang digital. Menurutnya, kecepatan penyebaran konten di TikTok memberi peluang besar bagi musisi lokal untuk mendapat perhatian, selama lagu yang dibuat memiliki bagian yang mudah diingat dan dekat dengan kebiasaan pengguna.&#13;
&#13;
Bagi Daniel, strategi membuat lagu di era digital tidak hanya berhenti pada produksi musik. Seorang musisi juga perlu memahami bagian mana dari lagunya yang berpotensi dipakai ulang oleh pengguna media sosial. Dalam &amp;ldquo;Masa Depanmu&amp;rdquo;, ia menyiapkan bagian lirik yang dianggap mudah disukai dan cocok digunakan sebagai potongan sound.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Iya, betul sekali, karena saya menargetkan viral di TikTok. Saya buat part lirik yang memang mudah disukai. Setelah viral, baru saya arahkan ke platform streaming,&amp;rdquo; ujar Daniel.&#13;
&#13;
Strategi tersebut kemudian memberi dampak besar terhadap perjalanan lagu &amp;ldquo;Masa Depanmu&amp;rdquo;. Berdasarkan keterangan Daniel, sound lagu tersebut telah digunakan sekitar 500 ribu pengguna TikTok. Sementara itu, versi original &amp;ldquo;Masa Depanmu&amp;rdquo; mencapai 7,3 juta streaming di Spotify dan versi speed up meraih 6,6 juta streaming.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Secara total, lagu tersebut mencatat sekitar 13,9 juta streaming di Spotify. Di YouTube, versi original disebut mencapai 3 juta views, sementara versi speed up mencapai 2 juta views.&#13;
&#13;
Capaian itu menunjukkan hubungan yang semakin kuat antara media sosial dan platform streaming. TikTok berperan sebagai ruang perkenalan, sedangkan Spotify dan YouTube menjadi tempat pendengar menikmati lagu secara utuh. Daniel menilai pola ini sangat menguntungkan bagi musisi karena pendengar yang tertarik pada potongan sound biasanya akan mencari versi lengkapnya.&#13;
&#13;
Dalam membangun karakter musiknya, Daniel juga memperhatikan tren yang sedang berkembang. Ia menyebut gaya musik yang mudah diingat, dekat dengan pendengar muda, dan sesuai dengan pola konsumsi media sosial menjadi bagian penting dalam membentuk identitas Danil Muzik. Meski mengikuti arus tren, Daniel tetap berusaha memberi ciri khas melalui pilihan genre seperti hipdut, hiphop, dan emo rap.&#13;
&#13;
Respons pendengar setelah &amp;ldquo;Masa Depanmu&amp;rdquo; viral turut memengaruhi cara Daniel merancang karya berikutnya. Ia mengaku data streaming, penggunaan sound, dan respons pengguna TikTok menjadi bahan pertimbangan dalam membaca selera pendengar. Jika sebuah tema diterima dengan baik, Daniel akan mencoba mengembangkan tema serupa dengan warna baru agar tetap segar.&#13;
&#13;
Ke depan, Daniel sedang menyiapkan lagu baru yang masih berada dalam tema percintaan. Pengalaman &amp;ldquo;Masa Depanmu&amp;rdquo; menjadi bekal penting baginya untuk terus memahami hubungan antara karya musik, tren media sosial, dan kebiasaan pendengar digital. Bagi Daniel, peluang musisi lokal semakin terbuka ketika mereka mampu membaca perubahan, menjaga konsistensi, dan menghadirkan lagu yang mudah menemukan ruang di kehidupan pendengar.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
