<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Toton Caribo Sebut Musik Indonesia Timur Kini Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata</title><description>Perjalanan panjang selama 15 tahun akhirnya membawa Toton Caribo pada titik yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/06/19/205/3225303/toton-caribo-sebut-musik-indonesia-timur-kini-tak-lagi-dipandang-sebelah-mata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/06/19/205/3225303/toton-caribo-sebut-musik-indonesia-timur-kini-tak-lagi-dipandang-sebelah-mata"/><item><title>Toton Caribo Sebut Musik Indonesia Timur Kini Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/06/19/205/3225303/toton-caribo-sebut-musik-indonesia-timur-kini-tak-lagi-dipandang-sebelah-mata</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/06/19/205/3225303/toton-caribo-sebut-musik-indonesia-timur-kini-tak-lagi-dipandang-sebelah-mata</guid><pubDate>Jum'at 19 Juni 2026 01:50 WIB</pubDate><dc:creator>Khafid Mardiyansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/19/205/3225303/toton_caribo-eBqG_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Toton Caribo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/19/205/3225303/toton_caribo-eBqG_large.jpg</image><title>Toton Caribo</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Perjalanan panjang selama 15 tahun akhirnya membawa Toton Caribo pada titik yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Penyanyi yang dikenal lewat lagu Ngapaen Repot itu mengaku pencapaian yang diraihnya menjadi bukti bahwa musik dari Indonesia Timur kini semakin mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia.&#13;
&#13;
Bagi Toton, pengakuan yang datang hari ini bukanlah sesuatu yang instan. Ia mengenang masa-masa awal ketika karya-karya musisi Timur masih sulit menembus pasar yang lebih luas karena keterbatasan akses media dan teknologi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dulu kami berjuang di masa ketika internet dan media belum secanggih sekarang. Saya sendiri memulai perjalanan dari Yogyakarta dan waktu itu tidak mudah supaya karya bisa diterima lebih banyak orang,&amp;rdquo; ujar Toton usai memenangkan penghargaan bergengsi di salah satu TV&amp;nbsp;swasta,&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kamis (18/6/2026).&#13;
&#13;
Ia bercerita, pada masa awal berkarya, lagu-lagu yang dibuatnya hanya berputar di lingkungan pertemanan dan komunitas terbatas. Namun kondisi itu tidak membuatnya berhenti.&#13;
&#13;
Menurut Toton, konsistensi menjadi kunci hingga akhirnya musik dari Indonesia Timur perlahan mendapat ruang lebih besar di industri musik nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Waktu itu yang mendengar mungkin hanya lingkaran kecil. Tapi kami tetap jalan terus dan percaya setiap karya punya waktunya sendiri untuk bertemu pendengarnya,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Kini, Toton melihat perubahan besar. Lagu-lagu dari Indonesia Timur semakin akrab di telinga masyarakat dan diterima lintas daerah.&#13;
&#13;
Pencapaian yang diraihnya pun terasa emosional karena menjadi hasil dari proses panjang yang penuh kesabaran dan keyakinan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di luar ekspektasi saya. Banyak lagu Timur yang menurut saya bagus dan akhirnya sekarang bisa dinikmati lebih luas. Saya percaya setiap orang punya waktunya masing-masing untuk berhasil,&amp;rdquo; tutup Toton.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Perjalanan panjang selama 15 tahun akhirnya membawa Toton Caribo pada titik yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Penyanyi yang dikenal lewat lagu Ngapaen Repot itu mengaku pencapaian yang diraihnya menjadi bukti bahwa musik dari Indonesia Timur kini semakin mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia.&#13;
&#13;
Bagi Toton, pengakuan yang datang hari ini bukanlah sesuatu yang instan. Ia mengenang masa-masa awal ketika karya-karya musisi Timur masih sulit menembus pasar yang lebih luas karena keterbatasan akses media dan teknologi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dulu kami berjuang di masa ketika internet dan media belum secanggih sekarang. Saya sendiri memulai perjalanan dari Yogyakarta dan waktu itu tidak mudah supaya karya bisa diterima lebih banyak orang,&amp;rdquo; ujar Toton usai memenangkan penghargaan bergengsi di salah satu TV&amp;nbsp;swasta,&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kamis (18/6/2026).&#13;
&#13;
Ia bercerita, pada masa awal berkarya, lagu-lagu yang dibuatnya hanya berputar di lingkungan pertemanan dan komunitas terbatas. Namun kondisi itu tidak membuatnya berhenti.&#13;
&#13;
Menurut Toton, konsistensi menjadi kunci hingga akhirnya musik dari Indonesia Timur perlahan mendapat ruang lebih besar di industri musik nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Waktu itu yang mendengar mungkin hanya lingkaran kecil. Tapi kami tetap jalan terus dan percaya setiap karya punya waktunya sendiri untuk bertemu pendengarnya,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Kini, Toton melihat perubahan besar. Lagu-lagu dari Indonesia Timur semakin akrab di telinga masyarakat dan diterima lintas daerah.&#13;
&#13;
Pencapaian yang diraihnya pun terasa emosional karena menjadi hasil dari proses panjang yang penuh kesabaran dan keyakinan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di luar ekspektasi saya. Banyak lagu Timur yang menurut saya bagus dan akhirnya sekarang bisa dinikmati lebih luas. Saya percaya setiap orang punya waktunya masing-masing untuk berhasil,&amp;rdquo; tutup Toton.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
