<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ogah Damai dengan Pelaku Kekerasan, Karina Ranau: Dia Bisa Gantikan Rasa Sakit Orangtua Saya?</title><description>Istri mendiang Epy Kusnandar, Karina Ranau, mengaku sangat terpukul atas insiden dugaan kekerasan yang dilakukan oleh pelanggannya sendiri.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/06/17/33/3224952/ogah-damai-dengan-pelaku-kekerasan-karina-ranau-dia-bisa-gantikan-rasa-sakit-orangtua-saya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/06/17/33/3224952/ogah-damai-dengan-pelaku-kekerasan-karina-ranau-dia-bisa-gantikan-rasa-sakit-orangtua-saya"/><item><title>Ogah Damai dengan Pelaku Kekerasan, Karina Ranau: Dia Bisa Gantikan Rasa Sakit Orangtua Saya?</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/06/17/33/3224952/ogah-damai-dengan-pelaku-kekerasan-karina-ranau-dia-bisa-gantikan-rasa-sakit-orangtua-saya</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/06/17/33/3224952/ogah-damai-dengan-pelaku-kekerasan-karina-ranau-dia-bisa-gantikan-rasa-sakit-orangtua-saya</guid><pubDate>Rabu 17 Juni 2026 16:02 WIB</pubDate><dc:creator>Ravie Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/17/33/3224952/karina_ranau-zN8d_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Karina Ranau</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/17/33/3224952/karina_ranau-zN8d_large.jpg</image><title>Karina Ranau</title></images><description>JAKARTA - Istri mendiang Epy Kusnandar, Karina Ranau, mengaku sangat terpukul atas insiden dugaan kekerasan yang dilakukan oleh pelanggannya sendiri. Bukan hanya karena luka fisik, Karina merasa harga dirinya sebagai perempuan diinjak-injak.&#13;
&#13;
Saat ini, Karina secara tegas menyatakan menutup pintu perdamaian dengan terduga pelaku. Ia merasa sakit hati membayangkan perasaan orang tuanya jika mengetahui putri mereka diperlakukan kasar oleh orang asing.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk damai rasanya terlalu cepat. Dia bisa enggak menggantikan rasa sakitnya kedua orang tua saya? Kedua orang saya yang melahirkan saya yang tidak pernah mereka berbuat kasar gitu,&amp;quot; tutur Karina di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan belum lama ini.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Karina merasa bebannya sudah cukup berat karena harus mengelola warung sendirian demi menghidupi keluarga dan karyawannya, namun justru mendapatkan perlakuan tidak pantas.&#13;
&#13;
&amp;quot;(Ibu saya) melihat anaknya yang sudah capek, sudah ditinggal suami sendiri lagi, sudah bekerja banting tulang terus digituin lagi sama orang. Ya sakit lah perasaan orang tua saya gitu,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Meski pelaku sempat berada di kantor polisi bersamanya, Karina memilih untuk tidak bertatap muka. Rasa trauma yang mendalam membuatnya enggan berinteraksi dengan pria tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemarin itu dia ada di sana (kantor polisi), saya juga ada di sana, tapi saya enggak mau ketemu. Malas saya lihat mukanya, saya masih trauma,&amp;quot; katanya lagi.&#13;
&#13;
Karina berharap proses hukum ini bisa memberikan efek jera kepada pelaku agar tidak semena-mena terhadap perempuan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Harapan saya, saya ingin memberikan pelajaran aja, efek jera aja. Karena kemarin itu dari hasil BAP-nya itu masuknya ke Undang-Undang Kekerasan,&amp;quot; tutup Karina.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Istri mendiang Epy Kusnandar, Karina Ranau, mengaku sangat terpukul atas insiden dugaan kekerasan yang dilakukan oleh pelanggannya sendiri. Bukan hanya karena luka fisik, Karina merasa harga dirinya sebagai perempuan diinjak-injak.&#13;
&#13;
Saat ini, Karina secara tegas menyatakan menutup pintu perdamaian dengan terduga pelaku. Ia merasa sakit hati membayangkan perasaan orang tuanya jika mengetahui putri mereka diperlakukan kasar oleh orang asing.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk damai rasanya terlalu cepat. Dia bisa enggak menggantikan rasa sakitnya kedua orang tua saya? Kedua orang saya yang melahirkan saya yang tidak pernah mereka berbuat kasar gitu,&amp;quot; tutur Karina di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan belum lama ini.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Karina merasa bebannya sudah cukup berat karena harus mengelola warung sendirian demi menghidupi keluarga dan karyawannya, namun justru mendapatkan perlakuan tidak pantas.&#13;
&#13;
&amp;quot;(Ibu saya) melihat anaknya yang sudah capek, sudah ditinggal suami sendiri lagi, sudah bekerja banting tulang terus digituin lagi sama orang. Ya sakit lah perasaan orang tua saya gitu,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Meski pelaku sempat berada di kantor polisi bersamanya, Karina memilih untuk tidak bertatap muka. Rasa trauma yang mendalam membuatnya enggan berinteraksi dengan pria tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemarin itu dia ada di sana (kantor polisi), saya juga ada di sana, tapi saya enggak mau ketemu. Malas saya lihat mukanya, saya masih trauma,&amp;quot; katanya lagi.&#13;
&#13;
Karina berharap proses hukum ini bisa memberikan efek jera kepada pelaku agar tidak semena-mena terhadap perempuan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Harapan saya, saya ingin memberikan pelajaran aja, efek jera aja. Karena kemarin itu dari hasil BAP-nya itu masuknya ke Undang-Undang Kekerasan,&amp;quot; tutup Karina.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
