<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Karina Ranau Geram Dugaan Kekerasan Disebut Gimmick demi Warungnya Ramai&amp;nbsp;</title><description>Istri almarhum Epy Kusnandar, Karina Ranau, tengah melaporkan dugaan kekerasan berupa dorongan fisik dari pelanggannya sendiri. Namun, beberapa netizen menilai kejadian itu sebagai gimmick.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/06/17/33/3224928/karina-ranau-geram-dugaan-kekerasan-disebut-gimmick-demi-warungnya-ramai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/06/17/33/3224928/karina-ranau-geram-dugaan-kekerasan-disebut-gimmick-demi-warungnya-ramai"/><item><title>Karina Ranau Geram Dugaan Kekerasan Disebut Gimmick demi Warungnya Ramai&amp;nbsp;</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/06/17/33/3224928/karina-ranau-geram-dugaan-kekerasan-disebut-gimmick-demi-warungnya-ramai</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/06/17/33/3224928/karina-ranau-geram-dugaan-kekerasan-disebut-gimmick-demi-warungnya-ramai</guid><pubDate>Rabu 17 Juni 2026 11:41 WIB</pubDate><dc:creator>Ravie Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/17/33/3224928/karina_ranau_tegaskan_bukan_gimmick-9rYn_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Istri almarhum Epy Kusnandar, Karina Ranau, tengah melaporkan dugaan kekerasan berupa dorongan fisik dari pelanggannya sendiri. (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/17/33/3224928/karina_ranau_tegaskan_bukan_gimmick-9rYn_large.jpg</image><title>Istri almarhum Epy Kusnandar, Karina Ranau, tengah melaporkan dugaan kekerasan berupa dorongan fisik dari pelanggannya sendiri. (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Istri almarhum Epy Kusnandar, Karina Ranau, tengah melaporkan dugaan kekerasan berupa dorongan fisik dari pelanggannya sendiri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, beberapa netizen menilai kejadian itu sebagai trik pemasaran atau marketing demi menaikkan popularitas warung makan miliknya di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menanggapi hal itu, Karina menegaskan bahwa kejadian yang menimpanya murni fakta dan bukan gimmick yang direncanakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Banyak sekali netizen yang bilang &amp;#39;Ini mah marketing&amp;#39; katanya, &amp;#39;Ini mah gimmick supaya warungnya ramai.&amp;#39; Ya Allah... enggak lihat apa saya dari pagi kerja? Saya ngurusin anak-anak sebanyak ini. Kalau saya marketing ngapain sih saya capek-capek di sini,&amp;quot; kata Karina Ranau.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Karina pun merasa serba salah dengan komentar miring netizen. Menurutnya, mengunggah kejadian tersebut di media sosial sebagai bentuk transparansi dan perlindungan diri, bukan mencari sensasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Apakah setiap kejadian mungkin besok misalnya saya di jalan dipukul orang berdarah-darah atau digorok orang, sudah diam aja enggak usah posting sosial media? Gitu atau bagaimana? Jadi serba salah saya,&amp;quot; ujar Karina.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Salah satu karyawan warung pun memperkuat pernyataan Karina bahwa suasana saat itu memang sangat mencekam dan tidak ada unsur kesengajaan atau pengaturan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Untungnya kita nggak ada main fisik karena kita tahu kalau kita main fisik, kita yang kena, bisa lapor balik kan. Makanya saya lihat teman-teman juga ada beberapa yang ngomong di sosial media kalau karyawannya banci lah. Ya karena mereka nggak tahu kronologi yang terjadi kan,&amp;quot; kata Yogi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Artinya semua terjadi memang bukan disetting atau spontan apa segala macam. Orang keluarganya juga tadi sudah ke sini, sudah nangis-nangis,&amp;quot; tutur Karina Ranau.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Istri almarhum Epy Kusnandar, Karina Ranau, tengah melaporkan dugaan kekerasan berupa dorongan fisik dari pelanggannya sendiri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, beberapa netizen menilai kejadian itu sebagai trik pemasaran atau marketing demi menaikkan popularitas warung makan miliknya di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menanggapi hal itu, Karina menegaskan bahwa kejadian yang menimpanya murni fakta dan bukan gimmick yang direncanakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Banyak sekali netizen yang bilang &amp;#39;Ini mah marketing&amp;#39; katanya, &amp;#39;Ini mah gimmick supaya warungnya ramai.&amp;#39; Ya Allah... enggak lihat apa saya dari pagi kerja? Saya ngurusin anak-anak sebanyak ini. Kalau saya marketing ngapain sih saya capek-capek di sini,&amp;quot; kata Karina Ranau.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Karina pun merasa serba salah dengan komentar miring netizen. Menurutnya, mengunggah kejadian tersebut di media sosial sebagai bentuk transparansi dan perlindungan diri, bukan mencari sensasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Apakah setiap kejadian mungkin besok misalnya saya di jalan dipukul orang berdarah-darah atau digorok orang, sudah diam aja enggak usah posting sosial media? Gitu atau bagaimana? Jadi serba salah saya,&amp;quot; ujar Karina.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Salah satu karyawan warung pun memperkuat pernyataan Karina bahwa suasana saat itu memang sangat mencekam dan tidak ada unsur kesengajaan atau pengaturan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Untungnya kita nggak ada main fisik karena kita tahu kalau kita main fisik, kita yang kena, bisa lapor balik kan. Makanya saya lihat teman-teman juga ada beberapa yang ngomong di sosial media kalau karyawannya banci lah. Ya karena mereka nggak tahu kronologi yang terjadi kan,&amp;quot; kata Yogi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Artinya semua terjadi memang bukan disetting atau spontan apa segala macam. Orang keluarganya juga tadi sudah ke sini, sudah nangis-nangis,&amp;quot; tutur Karina Ranau.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
