<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Pop Geser K-Pop di Spotify, Apa Penyebabnya?</title><description>Mengutip data Spotify Daily Chart yang dibagikan akun X @tsurezure_lab, musik Indonesia alami peningkatan pada 2026. &#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/05/19/205/3219349/indonesia-pop-geser-k-pop-di-spotify-apa-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/05/19/205/3219349/indonesia-pop-geser-k-pop-di-spotify-apa-penyebabnya"/><item><title>Indonesia Pop Geser K-Pop di Spotify, Apa Penyebabnya?</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/05/19/205/3219349/indonesia-pop-geser-k-pop-di-spotify-apa-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/05/19/205/3219349/indonesia-pop-geser-k-pop-di-spotify-apa-penyebabnya</guid><pubDate>Selasa 19 Mei 2026 13:35 WIB</pubDate><dc:creator>Anindita Trinoviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/19/205/3219349/musik_indonesia_geser_k_pop_di_spotify-RL4p_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Lagu Indonesia Geser K-Pop di tangga lagu Spotify. (Foto: Instagram/@wordfangs dan @cakecaine)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/19/205/3219349/musik_indonesia_geser_k_pop_di_spotify-RL4p_large.jpeg</image><title>Lagu Indonesia Geser K-Pop di tangga lagu Spotify. (Foto: Instagram/@wordfangs dan @cakecaine)</title></images><description>JAKARTA - Karya musisi Indonesia menggeser dominasi pendengar K-Pop di Spotify pada 3 tahun terakhir. Mengutip data Spotify Daily Chart yang dibagikan akun X @tsurezure_lab, musik Indonesia mengalami peningkatan dari sekitar 60 persen pada 2023 menjadi 78 persen pada 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara, lagu K-Pop di tangga lagu digital hanya di kisaran 1 persen pada 2026. Bahkan, persentase musik K-Pop di Indonesia terlihat paling kecil dibanding negara Asia Tenggara lainnya, seperti Thailand, Malaysia, Filipina, dan Singapura.&#13;
&#13;
Dominasinya musisi lokal di Spotify Indonesia juga diperkuat dengan survei yang dilakukan oleh Jakpat. Dalam survei itu, diketahui sebanyak 74 persen responden masuk dalam fanbase musisi lokal. Sementara, penggemar K-Pop berada di angka 40 persen.&#13;
&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan lagu Indonesia berhasil memikat minat masyarakat. Dan adanya perubahan tren musik yang terjadi di kalangan pendengar Indonesia. Tentu, data ini menjadi sinyal positif bagi industri musik nasional.&#13;
&#13;
Meski demikian, konser dan basis penggemar K-Pop di Indonesia masih kuat. Hal ini dibuktikan dengan idol K-Pop yang membawa tur dunia mereka ke Indonesia. Bahkan, sejak awal 2026, konser K-Pop terus digelar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lalu, apa penyebab musik Indonesia menggeser popularitas K-Pop di Spotify?&amp;nbsp;&#13;
&#13;
- Munculnya Genre Baru&#13;
&#13;
Beberapa tahun terakhir ini, industri musik Indonesia diwarnai dengan adanya genre baru, misalnya hip-hop dangdut atau dikenal dengan hipdut. Dengan adanya genre baru ini, musik Indonesia semakin lebih beragam.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lirik dan ritme dari genre ini juga disebut candu bagi para pendengarnya. Dengan banyaknya platform streaming dan media sosial, lagu-lagu hipdut ini semakin cepat meluas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
- Produktivitas Musisi Lokal&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tak dipungkiri, industri musik Indonesia berkembang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir ini. Kualitas visual di music video, strategi promosi digital, hingga produksi lagu yang cukup tinggi membuat para pendengar Indonesia selalu mencari lagu terbaru.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
- Lirik Lagu Lebih Mengena&#13;
&#13;
Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa ibu dirasa lebih mengena dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, saat ini lirik lagu dari musisi Indonesia juga ditulis secara puitis, seperti Hindia, Nadin Amizah, dan Tulus sehingga terasa lebih bermakna.&#13;
&#13;
- Aksi Rasisme Idol K-Pop&#13;
&#13;
Beberapa idol K-pop juga pernah dituding melakukan rasisme, seperti warna kulit sampai dinilai mengadopsi budaya orang lain. Terbaru, member dari grup n.SSign Laurence diduga melontarkan komentar rasis yang menyinggung idol K-Pop asal Indonesia melalui unggahannya. Tak butuh waktu lama, ia menegaskan dirinya tidak bermaksud memberikan stigma negatif.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Karya musisi Indonesia menggeser dominasi pendengar K-Pop di Spotify pada 3 tahun terakhir. Mengutip data Spotify Daily Chart yang dibagikan akun X @tsurezure_lab, musik Indonesia mengalami peningkatan dari sekitar 60 persen pada 2023 menjadi 78 persen pada 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara, lagu K-Pop di tangga lagu digital hanya di kisaran 1 persen pada 2026. Bahkan, persentase musik K-Pop di Indonesia terlihat paling kecil dibanding negara Asia Tenggara lainnya, seperti Thailand, Malaysia, Filipina, dan Singapura.&#13;
&#13;
Dominasinya musisi lokal di Spotify Indonesia juga diperkuat dengan survei yang dilakukan oleh Jakpat. Dalam survei itu, diketahui sebanyak 74 persen responden masuk dalam fanbase musisi lokal. Sementara, penggemar K-Pop berada di angka 40 persen.&#13;
&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan lagu Indonesia berhasil memikat minat masyarakat. Dan adanya perubahan tren musik yang terjadi di kalangan pendengar Indonesia. Tentu, data ini menjadi sinyal positif bagi industri musik nasional.&#13;
&#13;
Meski demikian, konser dan basis penggemar K-Pop di Indonesia masih kuat. Hal ini dibuktikan dengan idol K-Pop yang membawa tur dunia mereka ke Indonesia. Bahkan, sejak awal 2026, konser K-Pop terus digelar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lalu, apa penyebab musik Indonesia menggeser popularitas K-Pop di Spotify?&amp;nbsp;&#13;
&#13;
- Munculnya Genre Baru&#13;
&#13;
Beberapa tahun terakhir ini, industri musik Indonesia diwarnai dengan adanya genre baru, misalnya hip-hop dangdut atau dikenal dengan hipdut. Dengan adanya genre baru ini, musik Indonesia semakin lebih beragam.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lirik dan ritme dari genre ini juga disebut candu bagi para pendengarnya. Dengan banyaknya platform streaming dan media sosial, lagu-lagu hipdut ini semakin cepat meluas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
- Produktivitas Musisi Lokal&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tak dipungkiri, industri musik Indonesia berkembang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir ini. Kualitas visual di music video, strategi promosi digital, hingga produksi lagu yang cukup tinggi membuat para pendengar Indonesia selalu mencari lagu terbaru.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
- Lirik Lagu Lebih Mengena&#13;
&#13;
Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa ibu dirasa lebih mengena dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, saat ini lirik lagu dari musisi Indonesia juga ditulis secara puitis, seperti Hindia, Nadin Amizah, dan Tulus sehingga terasa lebih bermakna.&#13;
&#13;
- Aksi Rasisme Idol K-Pop&#13;
&#13;
Beberapa idol K-pop juga pernah dituding melakukan rasisme, seperti warna kulit sampai dinilai mengadopsi budaya orang lain. Terbaru, member dari grup n.SSign Laurence diduga melontarkan komentar rasis yang menyinggung idol K-Pop asal Indonesia melalui unggahannya. Tak butuh waktu lama, ia menegaskan dirinya tidak bermaksud memberikan stigma negatif.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
