<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Karina Ranau Bantah Cari Cuan Lewat Konten Makam Epy Kusnandar</title><description>Karina Ranau, istri mendiang Epy Kusnandar bantah tuduhan mengambil keuntungan pribadi lewat unggahan saat mengunjungi makam sang suami.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/05/15/33/3218558/karina-ranau-bantah-cari-cuan-lewat-konten-makam-epy-kusnandar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/05/15/33/3218558/karina-ranau-bantah-cari-cuan-lewat-konten-makam-epy-kusnandar"/><item><title>Karina Ranau Bantah Cari Cuan Lewat Konten Makam Epy Kusnandar</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/05/15/33/3218558/karina-ranau-bantah-cari-cuan-lewat-konten-makam-epy-kusnandar</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/05/15/33/3218558/karina-ranau-bantah-cari-cuan-lewat-konten-makam-epy-kusnandar</guid><pubDate>Jum'at 15 Mei 2026 13:00 WIB</pubDate><dc:creator>Ravie Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/15/33/3218558/epy_karina_ranau-aP1x_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Epy Kusnandar dan Karina Ranau. (Foto: Instagram/@karinaranau9)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/15/33/3218558/epy_karina_ranau-aP1x_large.jpg</image><title>Epy Kusnandar dan Karina Ranau. (Foto: Instagram/@karinaranau9)</title></images><description>JAKARTA - Sikap Karina Ranau yang kerap membagikan momen saat dirinya mengunjungi makam sang suami, Epy Kusnandar, di media sosial tak lepas dari sorotan netizen. Ia bahkan dituduh mengambil keuntungan pribadi dari konten tersebut.&#13;
&#13;
Menanggapi hal tersebut, Karina dengan tegas membantahnya. Ia menjelaskan bahwa kegiatan itu murni sebagai terapi bagi dirinya dari duka yang masih terasa hingga hari ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kenapa? Orang mungkin bertanya, &amp;#39;ya salah lo kenapa diposting? Kenapa dikontenin?&amp;#39; Ya itu kan boleh dong, tidak ada undang-undang, enggak ada yang melarang gitu. Karena menurut saya ini adalah cara treatment untuk diri saya khususnya,&amp;quot; ucap Karina Ranau di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan belum lama ini.&#13;
&#13;
Karina juga menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah mendapatkan keuntungan finansial dari video-video tersebut. Ia bahkan tidak memiliki kanal YouTube pribadi untuk memonetisasi kontennya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya tidak mencari keuntungan dari konten-konten saya di makam. Saya enggak ada channel YouTube, saya enggak ada yang menghasilkan uang dari situ enggak ada. Hanya benar-benar mengabadikan itu,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Siapa sangka, kebiasaan mengabadikan momen ini, lanjut Karina, juga bagian dari pesan dari almarhum semasa hidup. Menurutnya, almarhum Epy sangat bahagia apabila ia dan keluarga sering mengabadikan momen kebersamaan yang penuh hangat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya ingat pesan Papi (Epy): &amp;#39;momen itu jangan pernah hilang ya Bun, apapun yang terjadi. Sedikit pun momen itu harus diabadikan&amp;#39;. Dia kan selalu bilang gitu,&amp;quot; kenang Karina.&#13;
&#13;
Selain itu, bagi Karina, melihat kembali video-video tersebut di kala lelah bekerja menjadi obat penawar rindu kepada sang suami.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mungkin ketika saya capek pulang kerja di warung, ketika di rumah istirahat habis salat saya rebahan sambil lihat konten gitu, kayak mengobati diri saya aja gitu,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Sikap Karina Ranau yang kerap membagikan momen saat dirinya mengunjungi makam sang suami, Epy Kusnandar, di media sosial tak lepas dari sorotan netizen. Ia bahkan dituduh mengambil keuntungan pribadi dari konten tersebut.&#13;
&#13;
Menanggapi hal tersebut, Karina dengan tegas membantahnya. Ia menjelaskan bahwa kegiatan itu murni sebagai terapi bagi dirinya dari duka yang masih terasa hingga hari ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kenapa? Orang mungkin bertanya, &amp;#39;ya salah lo kenapa diposting? Kenapa dikontenin?&amp;#39; Ya itu kan boleh dong, tidak ada undang-undang, enggak ada yang melarang gitu. Karena menurut saya ini adalah cara treatment untuk diri saya khususnya,&amp;quot; ucap Karina Ranau di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan belum lama ini.&#13;
&#13;
Karina juga menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah mendapatkan keuntungan finansial dari video-video tersebut. Ia bahkan tidak memiliki kanal YouTube pribadi untuk memonetisasi kontennya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya tidak mencari keuntungan dari konten-konten saya di makam. Saya enggak ada channel YouTube, saya enggak ada yang menghasilkan uang dari situ enggak ada. Hanya benar-benar mengabadikan itu,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Siapa sangka, kebiasaan mengabadikan momen ini, lanjut Karina, juga bagian dari pesan dari almarhum semasa hidup. Menurutnya, almarhum Epy sangat bahagia apabila ia dan keluarga sering mengabadikan momen kebersamaan yang penuh hangat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya ingat pesan Papi (Epy): &amp;#39;momen itu jangan pernah hilang ya Bun, apapun yang terjadi. Sedikit pun momen itu harus diabadikan&amp;#39;. Dia kan selalu bilang gitu,&amp;quot; kenang Karina.&#13;
&#13;
Selain itu, bagi Karina, melihat kembali video-video tersebut di kala lelah bekerja menjadi obat penawar rindu kepada sang suami.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mungkin ketika saya capek pulang kerja di warung, ketika di rumah istirahat habis salat saya rebahan sambil lihat konten gitu, kayak mengobati diri saya aja gitu,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
