<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mario G Klau Tulis Lagu dari Fenomena TikTok, Frontal hingga Sarkas Khas Timuran</title><description>Mario mengaku, lagu tersebut dibuat sekitar tiga bulan lalu. Proses pengerjaannya pun memakan waktu lebih lama dibanding karya-karya sebelumnya.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/05/11/205/3217838/mario-g-klau-tulis-lagu-dari-fenomena-tiktok-frontal-hingga-sarkas-khas-timuran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/05/11/205/3217838/mario-g-klau-tulis-lagu-dari-fenomena-tiktok-frontal-hingga-sarkas-khas-timuran"/><item><title>Mario G Klau Tulis Lagu dari Fenomena TikTok, Frontal hingga Sarkas Khas Timuran</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/05/11/205/3217838/mario-g-klau-tulis-lagu-dari-fenomena-tiktok-frontal-hingga-sarkas-khas-timuran</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/05/11/205/3217838/mario-g-klau-tulis-lagu-dari-fenomena-tiktok-frontal-hingga-sarkas-khas-timuran</guid><pubDate>Senin 11 Mei 2026 22:17 WIB</pubDate><dc:creator>Khafid Mardiyansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/11/205/3217838/mario_g_klau-OhrH_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Mario G Klau</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/11/205/3217838/mario_g_klau-OhrH_large.JPG</image><title>Mario G Klau</title></images><description>JAKARTA - Penyanyi sekaligus penulis lagu Mario G Klau kembali menghadirkan karya terbaru. Menariknya, lagu tersebut lahir dari keresahan sekaligus fenomena yang ramai muncul di TikTok.&#13;
&#13;
Mario mengaku, lagu tersebut dibuat sekitar tiga bulan lalu. Proses pengerjaannya pun memakan waktu lebih lama dibanding karya-karya sebelumnya.&#13;
&#13;
Biasanya, Mario membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua bulan hingga sebuah lagu siap dirilis. Namun untuk barunya ini prosesnya terasa lebih panjang karena ingin menghadirkan warna berbeda.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau bikin biasanya untuk sampai rilis tuh, biasanya ya sebulan-dua bulan jadi. Sebulan-dua bulan jadi, maksudnya kalau sampai rilis,&amp;rdquo; ujar Mario G Klau.&#13;
&#13;
Menariknya, lagu tersebut ternyata bukan berasal dari pengalaman pribadi Mario. Inspirasi justru muncul setelah dirinya sering memantau fenomena dan cerita-cerita viral di TikTok.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau ini kayaknya enggak sih, enggak di kisah sendiri. Mungkin ke-trigger dengan apa yang terjadi di TikTok. Kisah orang lain,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Musisi asal Indonesia Timur itu juga sengaja membuat lirik yang lebih berani, frontal, dan penuh punchline khas musik Timur. Menurut Mario, karakter tersebut terasa lebih jujur dan dekat dengan keseharian.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mungkin (musik) Timur ini punchline ya. Jadi kalau bikin lirik Timur dengan rapi banget atau tertib banget, kayaknya bukan kami gitu,&amp;rdquo; jelas Mario.&#13;
&#13;
Meski terdengar sarkas dan penuh sindiran, Mario tetap menyisipkan pesan dalam lagu tersebut. Lewat lagu ini, dia ingin mengingatkan pendengar agar tidak bermain-main dalam hubungan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau lu mau nakal, lu mau nakal dalam bercinta atau hubungan, lu mau jahatin satu orang ini, kayaknya salah orang. Karena dia lebih jahat dari lu sebenarnya,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Dalam lagu ini, Mario turut menggandeng Juan Reza sebagai kolaborator. Kehadiran Juan Reza dinilai memberi warna yang sangat kuat dalam lagu tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nah dia yang cerewet, antusias dengan lagu ini,&amp;rdquo; ujar Mario sambil tertawa.&#13;
Mario juga berharap lagu barunya bisa diterima luas, khususnya oleh pengguna TikTok. Dia bahkan membayangkan lagu tersebut dipakai untuk berbagai konten seperti dance, velocity, hingga video ceng-cengan bersama teman.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Harapannya bisa diterima teman-teman TikTok, teman-teman clipper, teman-teman yang suka joget-joget, teman-teman dancer, teman-teman yang suka bikin velocity,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Menurut Mario, lagu ini memang paling cocok dinikmati ramai-ramai. Meski liriknya menyimpan cerita miris, musik upbeat di dalamnya sengaja dibuat agar terasa fun dan menghibur.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau ngedengerin lagu ini kayaknya harus rame-rame. Harus ada orangnya. Jadi ceng-cengan. Karena ceritanya miris, tapi musiknya upbeat kan buat joget,&amp;rdquo; pungkas Mario G Klau.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Penyanyi sekaligus penulis lagu Mario G Klau kembali menghadirkan karya terbaru. Menariknya, lagu tersebut lahir dari keresahan sekaligus fenomena yang ramai muncul di TikTok.&#13;
&#13;
Mario mengaku, lagu tersebut dibuat sekitar tiga bulan lalu. Proses pengerjaannya pun memakan waktu lebih lama dibanding karya-karya sebelumnya.&#13;
&#13;
Biasanya, Mario membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua bulan hingga sebuah lagu siap dirilis. Namun untuk barunya ini prosesnya terasa lebih panjang karena ingin menghadirkan warna berbeda.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau bikin biasanya untuk sampai rilis tuh, biasanya ya sebulan-dua bulan jadi. Sebulan-dua bulan jadi, maksudnya kalau sampai rilis,&amp;rdquo; ujar Mario G Klau.&#13;
&#13;
Menariknya, lagu tersebut ternyata bukan berasal dari pengalaman pribadi Mario. Inspirasi justru muncul setelah dirinya sering memantau fenomena dan cerita-cerita viral di TikTok.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau ini kayaknya enggak sih, enggak di kisah sendiri. Mungkin ke-trigger dengan apa yang terjadi di TikTok. Kisah orang lain,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Musisi asal Indonesia Timur itu juga sengaja membuat lirik yang lebih berani, frontal, dan penuh punchline khas musik Timur. Menurut Mario, karakter tersebut terasa lebih jujur dan dekat dengan keseharian.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mungkin (musik) Timur ini punchline ya. Jadi kalau bikin lirik Timur dengan rapi banget atau tertib banget, kayaknya bukan kami gitu,&amp;rdquo; jelas Mario.&#13;
&#13;
Meski terdengar sarkas dan penuh sindiran, Mario tetap menyisipkan pesan dalam lagu tersebut. Lewat lagu ini, dia ingin mengingatkan pendengar agar tidak bermain-main dalam hubungan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau lu mau nakal, lu mau nakal dalam bercinta atau hubungan, lu mau jahatin satu orang ini, kayaknya salah orang. Karena dia lebih jahat dari lu sebenarnya,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Dalam lagu ini, Mario turut menggandeng Juan Reza sebagai kolaborator. Kehadiran Juan Reza dinilai memberi warna yang sangat kuat dalam lagu tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nah dia yang cerewet, antusias dengan lagu ini,&amp;rdquo; ujar Mario sambil tertawa.&#13;
Mario juga berharap lagu barunya bisa diterima luas, khususnya oleh pengguna TikTok. Dia bahkan membayangkan lagu tersebut dipakai untuk berbagai konten seperti dance, velocity, hingga video ceng-cengan bersama teman.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Harapannya bisa diterima teman-teman TikTok, teman-teman clipper, teman-teman yang suka joget-joget, teman-teman dancer, teman-teman yang suka bikin velocity,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Menurut Mario, lagu ini memang paling cocok dinikmati ramai-ramai. Meski liriknya menyimpan cerita miris, musik upbeat di dalamnya sengaja dibuat agar terasa fun dan menghibur.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau ngedengerin lagu ini kayaknya harus rame-rame. Harus ada orangnya. Jadi ceng-cengan. Karena ceritanya miris, tapi musiknya upbeat kan buat joget,&amp;rdquo; pungkas Mario G Klau.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
