<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Angela Tanoesoedibjo Targetkan 50 Persen Konten Berbasis AI di V+Short</title><description>Angela menegaskan bahwa ke depan, MNC Digital tidak hanya bergantung pada produksi konvensional.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/05/08/598/3217289/angela-tanoesoedibjo-targetkan-50-persen-konten-berbasis-ai-di-v-short</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/05/08/598/3217289/angela-tanoesoedibjo-targetkan-50-persen-konten-berbasis-ai-di-v-short"/><item><title>Angela Tanoesoedibjo Targetkan 50 Persen Konten Berbasis AI di V+Short</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/05/08/598/3217289/angela-tanoesoedibjo-targetkan-50-persen-konten-berbasis-ai-di-v-short</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/05/08/598/3217289/angela-tanoesoedibjo-targetkan-50-persen-konten-berbasis-ai-di-v-short</guid><pubDate>Jum'at 08 Mei 2026 20:40 WIB</pubDate><dc:creator>Ravie Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/08/598/3217289/angela_tanoesoedibjo-CgZa_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Angela Tanoesoedibjo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/08/598/3217289/angela_tanoesoedibjo-CgZa_large.jpg</image><title>Angela Tanoesoedibjo</title></images><description>HONG KONG - Direktur Utama dan CEO MSIN, Angela Tanoesoedibjo, mengungkap strategi besar dalam menghadapi perubahan konsumsi media global. Salah satunya dengan integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) secara masif dalam produksi konten.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Angela menegaskan bahwa ke depan, MNC Digital tidak hanya bergantung pada produksi konvensional.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menargetkan keseimbangan antara kreativitas manusia dan kecanggihan teknologi dalam platform terbarunya, V+Short.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini kami memiliki produksi yang didukung AI, tetapi kami juga memiliki produksi sintetis AI&amp;mdash;jadi sepenuhnya menggunakan AI. Kami menargetkan untuk memiliki proporsi 50-50; 50% produksi langsung dan 50% produksi AI di platform kami ke depannya,&amp;quot; ujar Angela saat memberikan sambutan di peluncuran V+Short di Hong Kong pada Jumat (8/5/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tak hanya soal efisiensi produksi, Angela juga melihat peluang dalam pengembangan manusia digital. Hal ini diprediksi akan menjadi masa depan industri hiburan global.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita bisa berada di dua tempat pada waktu yang sama karena nantinya kita bisa&#13;
mengembangkan manusia digital ini,&amp;quot; tambahnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal senada juga disampaikan oleh CEO V+Short, Clarissa Tanoesoedibjo. Ia menilai V+Short hadir untuk mengisi waktu luang masyarakat urban melalui konten vertikal yang intim dan mudah diakses.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Tindakan sederhana memegang ponsel Anda secara tegak (vertikal) menghilangkan hambatan bagi Anda untuk mengonsumsi konten secara instan. Ini terjadi seketika dan tanpa usaha; pada dasarnya ini adalah hiburan yang hanya digerakkan oleh jempol Anda,&amp;quot; kata Clarissa Tanoesoedibjo dalam kesempatan yang sama.&#13;
&#13;
Menurut Angela, durasi perhatian (attention span) penonton kini sangat singkat. Hal inilah yang mendasari lahirnya platform V+Short yang fokus pada konten drama vertikal format pendek.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Tiga detik sebenarnya adalah waktu rata-rata yang dibutuhkan orang saat ini untuk memutuskan apakah mereka ingin menonton suatu konten atau tidak. Dan selama waktu yang terbatas itu, mereka juga ingin merasakan emosi yang besar,&amp;quot; ungkapnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menambahkan, penonton masa kini mendambakan konten yang mampu memicu perasaan secara instan dalam hitungan detik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka ingin menangis, tertawa, marah; mereka ingin merasakan emosi. Dan kombinasi antara waktu yang tepat serta emosi yang tepat adalah peluang berikutnya dalam industri media digital ini,&amp;quot; jelas Angela.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>HONG KONG - Direktur Utama dan CEO MSIN, Angela Tanoesoedibjo, mengungkap strategi besar dalam menghadapi perubahan konsumsi media global. Salah satunya dengan integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) secara masif dalam produksi konten.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Angela menegaskan bahwa ke depan, MNC Digital tidak hanya bergantung pada produksi konvensional.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menargetkan keseimbangan antara kreativitas manusia dan kecanggihan teknologi dalam platform terbarunya, V+Short.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini kami memiliki produksi yang didukung AI, tetapi kami juga memiliki produksi sintetis AI&amp;mdash;jadi sepenuhnya menggunakan AI. Kami menargetkan untuk memiliki proporsi 50-50; 50% produksi langsung dan 50% produksi AI di platform kami ke depannya,&amp;quot; ujar Angela saat memberikan sambutan di peluncuran V+Short di Hong Kong pada Jumat (8/5/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tak hanya soal efisiensi produksi, Angela juga melihat peluang dalam pengembangan manusia digital. Hal ini diprediksi akan menjadi masa depan industri hiburan global.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita bisa berada di dua tempat pada waktu yang sama karena nantinya kita bisa&#13;
mengembangkan manusia digital ini,&amp;quot; tambahnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal senada juga disampaikan oleh CEO V+Short, Clarissa Tanoesoedibjo. Ia menilai V+Short hadir untuk mengisi waktu luang masyarakat urban melalui konten vertikal yang intim dan mudah diakses.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Tindakan sederhana memegang ponsel Anda secara tegak (vertikal) menghilangkan hambatan bagi Anda untuk mengonsumsi konten secara instan. Ini terjadi seketika dan tanpa usaha; pada dasarnya ini adalah hiburan yang hanya digerakkan oleh jempol Anda,&amp;quot; kata Clarissa Tanoesoedibjo dalam kesempatan yang sama.&#13;
&#13;
Menurut Angela, durasi perhatian (attention span) penonton kini sangat singkat. Hal inilah yang mendasari lahirnya platform V+Short yang fokus pada konten drama vertikal format pendek.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Tiga detik sebenarnya adalah waktu rata-rata yang dibutuhkan orang saat ini untuk memutuskan apakah mereka ingin menonton suatu konten atau tidak. Dan selama waktu yang terbatas itu, mereka juga ingin merasakan emosi yang besar,&amp;quot; ungkapnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menambahkan, penonton masa kini mendambakan konten yang mampu memicu perasaan secara instan dalam hitungan detik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka ingin menangis, tertawa, marah; mereka ingin merasakan emosi. Dan kombinasi antara waktu yang tepat serta emosi yang tepat adalah peluang berikutnya dalam industri media digital ini,&amp;quot; jelas Angela.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
