<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belajar dari Kasus Pelecehan Seksual FHUI, Dokter Tirta: Jangan Biasakan Bercanda Mesum</title><description>Dokter Tirta menegaskan agar tidak menormalisasi guyonan berbau cabul dalam platform apapun.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/04/15/33/3212541/belajar-dari-kasus-pelecehan-seksual-fhui-dokter-tirta-jangan-biasakan-bercanda-mesum</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/04/15/33/3212541/belajar-dari-kasus-pelecehan-seksual-fhui-dokter-tirta-jangan-biasakan-bercanda-mesum"/><item><title>Belajar dari Kasus Pelecehan Seksual FHUI, Dokter Tirta: Jangan Biasakan Bercanda Mesum</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/04/15/33/3212541/belajar-dari-kasus-pelecehan-seksual-fhui-dokter-tirta-jangan-biasakan-bercanda-mesum</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/04/15/33/3212541/belajar-dari-kasus-pelecehan-seksual-fhui-dokter-tirta-jangan-biasakan-bercanda-mesum</guid><pubDate>Rabu 15 April 2026 11:30 WIB</pubDate><dc:creator>Ravie Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/15/33/3212541/dokter_tirta-BsN9_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Belajar dari Kasus Pelecehan Seksual FHUI, Dokter Tirta: Jangan Biasakan Bercanda Mesum. (Foto: Instagram/@dr.tirta)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/15/33/3212541/dokter_tirta-BsN9_large.jpg</image><title>Belajar dari Kasus Pelecehan Seksual FHUI, Dokter Tirta: Jangan Biasakan Bercanda Mesum. (Foto: Instagram/@dr.tirta)</title></images><description>JAKARTA - Dokter Tirta turut mengomentari skandal grup chat mesum yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI). Dalam cuitannya di X, Tirta menyarankan untuk tidak membiasakan candaan kelewat batas.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hikmah yang bisa diambil dari kasus yang lagi ramai adalah tolong biasakan jangan bercanda mesum. Karena candaan itu akan menjadi kebiasaan yang dibawa terus menerus sampai dewasa,&amp;rdquo; ujarnya dikutip dari akun X @tirta_cipeng, pada Rabu (15/4/2026).&#13;
&#13;
Dokter sekaligus influencer kesehatan itu menegaskan agar tidak menormalisasi guyonan berbau cabul karena kelak bisa ditiru anak. &amp;ldquo;Kalau ng*cengan itu dikontrol. Bukan disalurkan di mana-mana. Otak kok isinya begituan doang,&amp;rdquo; imbuhnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Belajar dari Kasus Pelecehan Seksual FHUI, Dokter Tirta: Jangan Biasakan Bercanda Mesum. (Foto: X/@tirta_cipeng)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Cuitan Tirta tersebut kemudian ramai dikomentari warganet. Akun X @sal***tii misalnya menilai, memiliki pikiran mesum sebenarnya hal normal. Yang membedakan adalah sebaik apa seseorang bisa menyaring apa yang harus diucapkannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena enggak semua hal yang ada di pikiran lo harus diucapkan, termasuk di personal chat dan group chat,&amp;rdquo; ujar warganet tersebut.&#13;
&#13;
Akun @Lo****837 menambahkan, &amp;ldquo;Tadi lihat ada cowok yang bikin tweet supaya tidak menormalisasi candaan mesum di tongkrongan. Eh, masih saja ada yang balas &amp;lsquo;enggak usah sok suci&amp;rsquo;. Ya minimal kalau punya otak kotor tuh dikeep sendiri saja.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Timotius Rajagukguk selaku kuasa hukum korban kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan 16 mahasiswa FHUI mengatakan, insiden itu terjadi dalam sebuah grup chat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam grup chat itu, mereka membahas korbannya dengan nada meredahkan dan melecehkan. Setidaknya, ada 20 mahasiswa dan tujuh orang dosen yang menjadi korban,&amp;rdquo; ujar Timotius di Depok, Jawa Barat, pada 14 April 2026.&#13;
&#13;
Sementara itu, FHUI lewat keterangannya di Instagram mengatakan, telah menerima laporan dugaan pelanggaran kode etik yang berpotensi mengandung unsur pidana tersebut, pada 12 April 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berdasarkan laporan itu, FHUI mengetahui, peredaran tangkapan layar percakapan yang melibatkan mahasiswa dan memuat konten tak pantas, termasuk indikasi kekerasan seksual,&amp;rdquo; ungkap FHUI lewat Instagram.*&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Dokter Tirta turut mengomentari skandal grup chat mesum yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI). Dalam cuitannya di X, Tirta menyarankan untuk tidak membiasakan candaan kelewat batas.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hikmah yang bisa diambil dari kasus yang lagi ramai adalah tolong biasakan jangan bercanda mesum. Karena candaan itu akan menjadi kebiasaan yang dibawa terus menerus sampai dewasa,&amp;rdquo; ujarnya dikutip dari akun X @tirta_cipeng, pada Rabu (15/4/2026).&#13;
&#13;
Dokter sekaligus influencer kesehatan itu menegaskan agar tidak menormalisasi guyonan berbau cabul karena kelak bisa ditiru anak. &amp;ldquo;Kalau ng*cengan itu dikontrol. Bukan disalurkan di mana-mana. Otak kok isinya begituan doang,&amp;rdquo; imbuhnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Belajar dari Kasus Pelecehan Seksual FHUI, Dokter Tirta: Jangan Biasakan Bercanda Mesum. (Foto: X/@tirta_cipeng)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Cuitan Tirta tersebut kemudian ramai dikomentari warganet. Akun X @sal***tii misalnya menilai, memiliki pikiran mesum sebenarnya hal normal. Yang membedakan adalah sebaik apa seseorang bisa menyaring apa yang harus diucapkannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena enggak semua hal yang ada di pikiran lo harus diucapkan, termasuk di personal chat dan group chat,&amp;rdquo; ujar warganet tersebut.&#13;
&#13;
Akun @Lo****837 menambahkan, &amp;ldquo;Tadi lihat ada cowok yang bikin tweet supaya tidak menormalisasi candaan mesum di tongkrongan. Eh, masih saja ada yang balas &amp;lsquo;enggak usah sok suci&amp;rsquo;. Ya minimal kalau punya otak kotor tuh dikeep sendiri saja.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Timotius Rajagukguk selaku kuasa hukum korban kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan 16 mahasiswa FHUI mengatakan, insiden itu terjadi dalam sebuah grup chat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam grup chat itu, mereka membahas korbannya dengan nada meredahkan dan melecehkan. Setidaknya, ada 20 mahasiswa dan tujuh orang dosen yang menjadi korban,&amp;rdquo; ujar Timotius di Depok, Jawa Barat, pada 14 April 2026.&#13;
&#13;
Sementara itu, FHUI lewat keterangannya di Instagram mengatakan, telah menerima laporan dugaan pelanggaran kode etik yang berpotensi mengandung unsur pidana tersebut, pada 12 April 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berdasarkan laporan itu, FHUI mengetahui, peredaran tangkapan layar percakapan yang melibatkan mahasiswa dan memuat konten tak pantas, termasuk indikasi kekerasan seksual,&amp;rdquo; ungkap FHUI lewat Instagram.*&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
