<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Unik, Penyanyi Sandy Canester Rutin Ajak Bicara Pohon saat Ciptakan Lagu</title><description>Penyanyi Sandy Canester memiliki cerita unik ketika menulis lirik dari lagu terbarunya berjudul Pohon. Lagu ini lahir dari sebuah proses komunikasi sang musisi dengan sebuah pohon mangga. &#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/03/01/33/3204297/unik-penyanyi-sandy-canester-rutin-ajak-bicara-pohon-saat-ciptakan-lagu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/03/01/33/3204297/unik-penyanyi-sandy-canester-rutin-ajak-bicara-pohon-saat-ciptakan-lagu"/><item><title>Unik, Penyanyi Sandy Canester Rutin Ajak Bicara Pohon saat Ciptakan Lagu</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/03/01/33/3204297/unik-penyanyi-sandy-canester-rutin-ajak-bicara-pohon-saat-ciptakan-lagu</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/03/01/33/3204297/unik-penyanyi-sandy-canester-rutin-ajak-bicara-pohon-saat-ciptakan-lagu</guid><pubDate>Minggu 01 Maret 2026 11:02 WIB</pubDate><dc:creator>Ravie Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/03/01/33/3204297/sandy_canester-XPkh_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sandy Canester</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/03/01/33/3204297/sandy_canester-XPkh_large.JPG</image><title>Sandy Canester</title></images><description>JAKARTA - Penyanyi Sandy Canester memiliki cerita unik ketika menulis lirik dari lagu terbarunya berjudul Pohon. Lagu ini lahir dari sebuah proses komunikasi sang musisi dengan sebuah pohon mangga.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam jumpa persnya di kawasan Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan belum lama ini, Sandy menjelaskan inspirasi lagu tersebut muncul saat dirinya sedang berada di halaman belakang rumah pada tahun 2017 silam.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Saat itu, ide menulis lagu mandek sehingga membutuhkan pemantik baru. Hingga akhirnya, Sandy memutuskan untuk &amp;quot;berdiskusi&amp;quot; dengan pohon mangga di belakang rumah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Akhirnya saya bilang sama dia: &amp;#39;Hon, gue pengen bikin lagu tentang lo nih, bantuin gue ya, kasih ide&amp;#39;,&amp;quot; ujar Sandy Canester dalam acara tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Awalnya, Sandy mencoba menulis lirik bertema cinta remaja yang berlatar di bawah pohon. Namun, ia merasa hasilnya tidak maksimal.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keesokan harinya, Sandy kembali mendatangi pohon mangga tersebut untuk meminta ide yang lebih mendalam.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Lo bilang dong sama temen-temen lo di seluruh dunia, sama link-link lo di seluruh dunia untuk bilang bahwa gue pengen bikin lagu tentang lo, dan minta ke Tuhan kita untuk gue dititipin lagu supaya orang bisa sayang sama lo,&amp;quot; kenang Sandy saat menceritakan percakapannya dengan sang pohon.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tak butuh waktu lama, ide segar pun muncul. Alih-alih lagu cinta yang penuh keromantisan, Sandy justru mendapatkan perspektif lain dari sisi pohon itu sendiri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia ingin menyuarakan bagaimana perasaan pohon yang selama ini sering kali diabaikan bahkan diperlakukan tidak layak oleh manusia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekarang pohon tuh berubah fungsi aja gitu, dari yang harusnya meneduhkan, terus jadi tempat khususnya kita cowok-cowok kalau lagi pengen pipis, kita nyari pohon Bos, kita kencingin dia. Itu satu, terus fenomena pohon itu menjadi sesuatu yang spooky, sesuatu yang angker,&amp;quot; ungkapnya lagi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Melalui lagu ini, Sandy ingin menyuarakan pesan bahwa pohon adalah makhluk hidup yang memiliki peran penting bagi kehidupan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lirik lagu tersebut pun diakuinya sangat menyentuh, terutama pada bagian yang menggambarkan pengabdian pohon.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada part yang paling saya suka di lirik itu: &amp;#39;Hidupku untuk hidupmu, dari waktu ke waktu&amp;#39;. Pohon sedang bercerita sama kita bahwa: &amp;#39;Aku ada untukmu, selalu ada untukmu, tahukah kamu ingin aku bercerita tentang duniaku&amp;#39;,&amp;quot; jelas pelantun Sabtu Minggu tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Setelah tersimpan sejak 2017, Sandy akhirnya merasa tahun ini menjadi waktu yang tepat untuk merilis lagu ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam perilisannya, Sandy juga menggandeng platform Noice untuk berkolaborasi secara eksklusif.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tak hanya itu, lewat rilisannya Sandy Canester juga membawa misi mulia untuk mendonasikan sebagian pendapatan dari lagu ini kepada aksi lingkungan hidup.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Niat saya dari awal, sebagian penjualan lagu ini akan saya donasikan dan harus transparan dan memang harus jalan, jadi saya butuh partner. Saya merasa bahwa pohon punya hak untuk disayang,&amp;quot; tutup Sandy Canester.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Penyanyi Sandy Canester memiliki cerita unik ketika menulis lirik dari lagu terbarunya berjudul Pohon. Lagu ini lahir dari sebuah proses komunikasi sang musisi dengan sebuah pohon mangga.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam jumpa persnya di kawasan Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan belum lama ini, Sandy menjelaskan inspirasi lagu tersebut muncul saat dirinya sedang berada di halaman belakang rumah pada tahun 2017 silam.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Saat itu, ide menulis lagu mandek sehingga membutuhkan pemantik baru. Hingga akhirnya, Sandy memutuskan untuk &amp;quot;berdiskusi&amp;quot; dengan pohon mangga di belakang rumah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Akhirnya saya bilang sama dia: &amp;#39;Hon, gue pengen bikin lagu tentang lo nih, bantuin gue ya, kasih ide&amp;#39;,&amp;quot; ujar Sandy Canester dalam acara tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Awalnya, Sandy mencoba menulis lirik bertema cinta remaja yang berlatar di bawah pohon. Namun, ia merasa hasilnya tidak maksimal.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keesokan harinya, Sandy kembali mendatangi pohon mangga tersebut untuk meminta ide yang lebih mendalam.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Lo bilang dong sama temen-temen lo di seluruh dunia, sama link-link lo di seluruh dunia untuk bilang bahwa gue pengen bikin lagu tentang lo, dan minta ke Tuhan kita untuk gue dititipin lagu supaya orang bisa sayang sama lo,&amp;quot; kenang Sandy saat menceritakan percakapannya dengan sang pohon.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tak butuh waktu lama, ide segar pun muncul. Alih-alih lagu cinta yang penuh keromantisan, Sandy justru mendapatkan perspektif lain dari sisi pohon itu sendiri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia ingin menyuarakan bagaimana perasaan pohon yang selama ini sering kali diabaikan bahkan diperlakukan tidak layak oleh manusia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekarang pohon tuh berubah fungsi aja gitu, dari yang harusnya meneduhkan, terus jadi tempat khususnya kita cowok-cowok kalau lagi pengen pipis, kita nyari pohon Bos, kita kencingin dia. Itu satu, terus fenomena pohon itu menjadi sesuatu yang spooky, sesuatu yang angker,&amp;quot; ungkapnya lagi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Melalui lagu ini, Sandy ingin menyuarakan pesan bahwa pohon adalah makhluk hidup yang memiliki peran penting bagi kehidupan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lirik lagu tersebut pun diakuinya sangat menyentuh, terutama pada bagian yang menggambarkan pengabdian pohon.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada part yang paling saya suka di lirik itu: &amp;#39;Hidupku untuk hidupmu, dari waktu ke waktu&amp;#39;. Pohon sedang bercerita sama kita bahwa: &amp;#39;Aku ada untukmu, selalu ada untukmu, tahukah kamu ingin aku bercerita tentang duniaku&amp;#39;,&amp;quot; jelas pelantun Sabtu Minggu tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Setelah tersimpan sejak 2017, Sandy akhirnya merasa tahun ini menjadi waktu yang tepat untuk merilis lagu ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam perilisannya, Sandy juga menggandeng platform Noice untuk berkolaborasi secara eksklusif.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tak hanya itu, lewat rilisannya Sandy Canester juga membawa misi mulia untuk mendonasikan sebagian pendapatan dari lagu ini kepada aksi lingkungan hidup.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Niat saya dari awal, sebagian penjualan lagu ini akan saya donasikan dan harus transparan dan memang harus jalan, jadi saya butuh partner. Saya merasa bahwa pohon punya hak untuk disayang,&amp;quot; tutup Sandy Canester.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
