<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kata Mereka: Gerakan Ekspresi dan Irama Gendang dalam Tari Jaipong</title><description>Ternyata ada kisah misteri yang berada di balik Tarian Jaipong.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/02/27/33/3204110/kata-mereka-gerakan-ekspresi-dan-irama-gendang-dalam-tari-jaipong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/02/27/33/3204110/kata-mereka-gerakan-ekspresi-dan-irama-gendang-dalam-tari-jaipong"/><item><title>Kata Mereka: Gerakan Ekspresi dan Irama Gendang dalam Tari Jaipong</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/02/27/33/3204110/kata-mereka-gerakan-ekspresi-dan-irama-gendang-dalam-tari-jaipong</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/02/27/33/3204110/kata-mereka-gerakan-ekspresi-dan-irama-gendang-dalam-tari-jaipong</guid><pubDate>Jum'at 27 Februari 2026 21:30 WIB</pubDate><dc:creator>Annastasya Rizqa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/27/33/3204110/kata_mereka-mnYv_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kata Mereka</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/27/33/3204110/kata_mereka-mnYv_large.jpg</image><title>Kata Mereka</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Robby Purba menelurusi Tari Jaipong, salah satu ikon budaya Jawa Barat dalam segmen Kata Mereka. Tarian yang tak hanya tentang sejarah, namun juga memiliki kisah tak kasatmata.&#13;
&#13;
Tari Jaipong awalnya muncul dan berkembang di akhir era &amp;#39;60-an.&amp;nbsp;Ia lahir dari tangan Gugum Gumira yang kemudian dikenal sebagai tarian dinamis dan penuh energi.&#13;
&#13;
Jaipong lahir dari beberapa unsur: Ketuk Tilu, Pencak Silat, Wayang Golek, dan Topeng Banjet yang saling berpadu apik. Inilah kenapa Jaipong terasa berbeda dengan tarian tradisional lainnya.&#13;
&#13;
Gerakan tarian ini cukup ekspresif, diiringi irama gendang yang menghentak dan penari yang tampil percaya diri.&amp;nbsp;Namun di balik gemulai gerakan tersebut, ada kisah yang berkembang.&#13;
&#13;
Tarian Jaipong ternyata tak sekadar pertunjukan panggung. Dalam tradisi Sunda, setiap ada pertunjukan besar, Tarian Jaipong biasanya diawali dengan doa sebagai bentuk penghormatan kepada karuhun atau roh leluhur.&#13;
&#13;
Beberapa kelompok seni bahkan memiliki ritual khusus sebelum naik panggung. Tujuan dari ritual yang mengawali tarian ini adalah agar pertunjukan berjalan lancar dan tidak terjadi gangguan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Robby Purba menjelaskan, ada pantangan yang harus dipatuhi setiap penari: tidak boleh berkata kasar, tidak boleh sombong, dan harus menjaga niat.&#13;
&#13;
Konon jika dilanggar, penari bisa tiba-tiba lupa gerakan, merasa tubuhnya berat, hingga mengalami kesurupan di panggung.&amp;nbsp;Gendang sebagai instrumen utama pun dipercaya memiliki &amp;#39;isi&amp;#39;.&#13;
&#13;
Pemain gendang harus menjaga sikap dan ucapan, karena alat musik itu dianggap bukan benda biasa. &amp;ldquo;Budaya itu bukan hanya soal estetika, tapi juga etika,&amp;rdquo; ujar Robby.&#13;
&#13;
Menurutnya, cerita-cerita tersebut mungkin tak semua perlu dipercayai. Namun nilai yang terkandung di dalamnya adalah penghormatan, terhadap seni, leluhur, dan ruang pertunjukan itu sendiri.&#13;
&#13;
Tonton kisah lengkapnya hanya di channel YouTube @robbypurbaofficial.**&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Robby Purba menelurusi Tari Jaipong, salah satu ikon budaya Jawa Barat dalam segmen Kata Mereka. Tarian yang tak hanya tentang sejarah, namun juga memiliki kisah tak kasatmata.&#13;
&#13;
Tari Jaipong awalnya muncul dan berkembang di akhir era &amp;#39;60-an.&amp;nbsp;Ia lahir dari tangan Gugum Gumira yang kemudian dikenal sebagai tarian dinamis dan penuh energi.&#13;
&#13;
Jaipong lahir dari beberapa unsur: Ketuk Tilu, Pencak Silat, Wayang Golek, dan Topeng Banjet yang saling berpadu apik. Inilah kenapa Jaipong terasa berbeda dengan tarian tradisional lainnya.&#13;
&#13;
Gerakan tarian ini cukup ekspresif, diiringi irama gendang yang menghentak dan penari yang tampil percaya diri.&amp;nbsp;Namun di balik gemulai gerakan tersebut, ada kisah yang berkembang.&#13;
&#13;
Tarian Jaipong ternyata tak sekadar pertunjukan panggung. Dalam tradisi Sunda, setiap ada pertunjukan besar, Tarian Jaipong biasanya diawali dengan doa sebagai bentuk penghormatan kepada karuhun atau roh leluhur.&#13;
&#13;
Beberapa kelompok seni bahkan memiliki ritual khusus sebelum naik panggung. Tujuan dari ritual yang mengawali tarian ini adalah agar pertunjukan berjalan lancar dan tidak terjadi gangguan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Robby Purba menjelaskan, ada pantangan yang harus dipatuhi setiap penari: tidak boleh berkata kasar, tidak boleh sombong, dan harus menjaga niat.&#13;
&#13;
Konon jika dilanggar, penari bisa tiba-tiba lupa gerakan, merasa tubuhnya berat, hingga mengalami kesurupan di panggung.&amp;nbsp;Gendang sebagai instrumen utama pun dipercaya memiliki &amp;#39;isi&amp;#39;.&#13;
&#13;
Pemain gendang harus menjaga sikap dan ucapan, karena alat musik itu dianggap bukan benda biasa. &amp;ldquo;Budaya itu bukan hanya soal estetika, tapi juga etika,&amp;rdquo; ujar Robby.&#13;
&#13;
Menurutnya, cerita-cerita tersebut mungkin tak semua perlu dipercayai. Namun nilai yang terkandung di dalamnya adalah penghormatan, terhadap seni, leluhur, dan ruang pertunjukan itu sendiri.&#13;
&#13;
Tonton kisah lengkapnya hanya di channel YouTube @robbypurbaofficial.**&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
