<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kata Mereka: Kekuatan Selendang Merah di Balik Gemulai Tari Jaipong</title><description>Ada misteri yang melingkupi Tari Jaipong yang wajib Anda ikuti dalam Kata Mereka channel YouTube Robby Purba.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/02/27/33/3204107/kata-mereka-kekuatan-selendang-merah-di-balik-gemulai-tari-jaipong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/02/27/33/3204107/kata-mereka-kekuatan-selendang-merah-di-balik-gemulai-tari-jaipong"/><item><title>Kata Mereka: Kekuatan Selendang Merah di Balik Gemulai Tari Jaipong</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/02/27/33/3204107/kata-mereka-kekuatan-selendang-merah-di-balik-gemulai-tari-jaipong</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/02/27/33/3204107/kata-mereka-kekuatan-selendang-merah-di-balik-gemulai-tari-jaipong</guid><pubDate>Jum'at 27 Februari 2026 19:30 WIB</pubDate><dc:creator>Annastasya Rizqa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/27/33/3204107/kata_mereka-1EkR_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Kata Mereka: Kekuatan Selendang Merah di Balik Gemulai Tari Jaipong. (Foto: MNC Media)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/27/33/3204107/kata_mereka-1EkR_large.png</image><title>Kata Mereka: Kekuatan Selendang Merah di Balik Gemulai Tari Jaipong. (Foto: MNC Media)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Di balik keindahan Tari Jaipong, berkembang pula berbagai cerita yang dipercaya sebagian masyarakat. Dalam episode Kata Mereka kali ini, Robby Purba mengulas sisi lain Tari Jaipong.&#13;
&#13;
Tarian satu ini kerap dikaitkan dengan unsur spiritual dan kepercayaan lokal.&amp;nbsp;Dalam budaya Sunda, kepercayaan terhadap roh leluhur atau karuhun masih hidup di masyarakat.&#13;
&#13;
Sebelum pementasan besar, sering kali dilakukan doa bersama sebagai bentuk penghormatan. Ritual ini dipercaya untuk menjaga kelancaran pertunjukan dan menghindari gangguan yang tidak diinginkan.&#13;
&#13;
Para penari pun memiliki pantangan yang harus dijaga. Mereka tidak diperbolehkan berkata kasar, bersikap sombong, atau memiliki niat buruk sebelum naik panggung.&#13;
&#13;
Pemain gendang sebagai pengiring utama juga dipercaya harus dapat menjaga sikap, karena gendang dianggap memiliki energi tersendiri. Masyarakat percaya, jika pantangan dilanggar maka penari bisa mendadak lupa gerakan.&#13;
&#13;
Mereka akan merasa tubuhnya berat, bahkan mengalami kesurupan di atas panggung. Ada pula kisah tentang suara gamelan yang tiba-tiba terdengar sumbang tanpa sebab teknis yang jelas.&#13;
&#13;
Robby Purba juga menyinggung legenda tentang selendang merah yang diwariskan turun-temurun di salah satu sanggar Jaipong. Konon, pada awal perjalanannya selendang tersebut milik seorang ronggeng.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kabarnya, ronggeng itu meninggal secara misterius setelah pertunjukan besar. Sejak saat itu, muncul cerita bahwa selendang itu menyimpan &amp;#39;energi&amp;#39; dari sang penari yang terakhir kali menggunakannya.&#13;
&#13;
Beberapa penari yang menggunakan selendang itu mengaku gerakannya terasa lebih luwes, seolah ada yang membimbing. Namun terdapat beberapa pantangan yang perlu diperhatikan.&#13;
&#13;
Jika dipakai tanpa izin atau tanpa doa, maka selendang itu justru terasa berat dan membawa gangguan. Bahkan ada yang mengaku melihat bayangan perempuan berambut panjang di cermin ruang rias.&#13;
&#13;
Robby Purba menegaskan, terlepas dari percaya atau tidak, cerita-cerita tersebut lahir dari nilai penghormatan terhadap budaya dan tempat pertunjukan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang penting bukan soal takut atau tidak, tapi bagaimana kita menjaga sikap dan menghormati ruang,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Robby Purba menambahkan, budaya tidak hanya diwariskan lewat gerakan, tetapi juga lewat etika dan cara kita memperlakukan tradisi itu sendiri.&#13;
&#13;
Kisah tentang selendang merah ini bisa Anda tonton selengkapnya di segmen Kata Mereka channel YouTube&amp;nbsp;@robbypurbaofficial.**&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Di balik keindahan Tari Jaipong, berkembang pula berbagai cerita yang dipercaya sebagian masyarakat. Dalam episode Kata Mereka kali ini, Robby Purba mengulas sisi lain Tari Jaipong.&#13;
&#13;
Tarian satu ini kerap dikaitkan dengan unsur spiritual dan kepercayaan lokal.&amp;nbsp;Dalam budaya Sunda, kepercayaan terhadap roh leluhur atau karuhun masih hidup di masyarakat.&#13;
&#13;
Sebelum pementasan besar, sering kali dilakukan doa bersama sebagai bentuk penghormatan. Ritual ini dipercaya untuk menjaga kelancaran pertunjukan dan menghindari gangguan yang tidak diinginkan.&#13;
&#13;
Para penari pun memiliki pantangan yang harus dijaga. Mereka tidak diperbolehkan berkata kasar, bersikap sombong, atau memiliki niat buruk sebelum naik panggung.&#13;
&#13;
Pemain gendang sebagai pengiring utama juga dipercaya harus dapat menjaga sikap, karena gendang dianggap memiliki energi tersendiri. Masyarakat percaya, jika pantangan dilanggar maka penari bisa mendadak lupa gerakan.&#13;
&#13;
Mereka akan merasa tubuhnya berat, bahkan mengalami kesurupan di atas panggung. Ada pula kisah tentang suara gamelan yang tiba-tiba terdengar sumbang tanpa sebab teknis yang jelas.&#13;
&#13;
Robby Purba juga menyinggung legenda tentang selendang merah yang diwariskan turun-temurun di salah satu sanggar Jaipong. Konon, pada awal perjalanannya selendang tersebut milik seorang ronggeng.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kabarnya, ronggeng itu meninggal secara misterius setelah pertunjukan besar. Sejak saat itu, muncul cerita bahwa selendang itu menyimpan &amp;#39;energi&amp;#39; dari sang penari yang terakhir kali menggunakannya.&#13;
&#13;
Beberapa penari yang menggunakan selendang itu mengaku gerakannya terasa lebih luwes, seolah ada yang membimbing. Namun terdapat beberapa pantangan yang perlu diperhatikan.&#13;
&#13;
Jika dipakai tanpa izin atau tanpa doa, maka selendang itu justru terasa berat dan membawa gangguan. Bahkan ada yang mengaku melihat bayangan perempuan berambut panjang di cermin ruang rias.&#13;
&#13;
Robby Purba menegaskan, terlepas dari percaya atau tidak, cerita-cerita tersebut lahir dari nilai penghormatan terhadap budaya dan tempat pertunjukan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang penting bukan soal takut atau tidak, tapi bagaimana kita menjaga sikap dan menghormati ruang,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Robby Purba menambahkan, budaya tidak hanya diwariskan lewat gerakan, tetapi juga lewat etika dan cara kita memperlakukan tradisi itu sendiri.&#13;
&#13;
Kisah tentang selendang merah ini bisa Anda tonton selengkapnya di segmen Kata Mereka channel YouTube&amp;nbsp;@robbypurbaofficial.**&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
