<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Awal Mula Pecahnya &amp;lsquo;Perang&amp;rsquo; Knetz vs SEAblings: Dari Konser Musik ke Isu Rasisme</title><description>Kok bisa konser musik berujung perang online antara K-netz dan SEAblings? Ternyata, ini pemicunya!&#13;
&#13;
 &#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/02/23/205/3203127/awal-mula-pecahnya-perang-knetz-vs-seablings-dari-konser-musik-ke-isu-rasisme</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/02/23/205/3203127/awal-mula-pecahnya-perang-knetz-vs-seablings-dari-konser-musik-ke-isu-rasisme"/><item><title>Awal Mula Pecahnya &amp;lsquo;Perang&amp;rsquo; Knetz vs SEAblings: Dari Konser Musik ke Isu Rasisme</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/02/23/205/3203127/awal-mula-pecahnya-perang-knetz-vs-seablings-dari-konser-musik-ke-isu-rasisme</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/02/23/205/3203127/awal-mula-pecahnya-perang-knetz-vs-seablings-dari-konser-musik-ke-isu-rasisme</guid><pubDate>Selasa 17 Februari 2026 18:30 WIB</pubDate><dc:creator>Mei Sada Sirait</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/02/23/33/3203127/k_netz_vs_seablings-LJal_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Awal Mula Pecahnya &amp;lsquo;Perang&amp;rsquo; Knetz vs SEAblings: Dari Konser Musik ke Isu Rasisme. (Foto: Freepik) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/02/23/33/3203127/k_netz_vs_seablings-LJal_large.jpg</image><title>Awal Mula Pecahnya &amp;lsquo;Perang&amp;rsquo; Knetz vs SEAblings: Dari Konser Musik ke Isu Rasisme. (Foto: Freepik) </title></images><description>JAKARTA - Media sosial berbagai platform masih diramaikan dengan &amp;lsquo;perang online&amp;rsquo; antara netizen Korea (K-netz) vs warganet Asia Tenggara yang menyebut diri sebagai SEAblings.&#13;
&#13;
Perang ini tak lagi sekadar rasisme, namun berkembang menjadi isu pelecehan agama yang membuat masyarakat muslim Tanah Air berang. Menariknya, &amp;lsquo;perang online&amp;#39; ini ternyata bermula dari hal sepele.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pada 31 Januari 2026, band Korea Selatan, DAY6, menggelar konser tur &amp;lsquo;THE DECADE&amp;#39; di Axiata Arena, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia. Di sinilah masalah bermula.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Beberapa penonton, yang merupakan fansite master asal Korea Selatan, tiba-tiba mengeluarkan kamera DSLR lengkap dengan lensa zoom di venue konser.&#13;
&#13;
Aturan konser jelas. Semua bentuk fotografi, videografi, dan perangkat perekam audio dilarang selama konser berlangsung. Keberadaan kamera profesional dianggap mengganggu kenyamanan penonton lain.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Perang online K-netz vs SEAblings bermula dari konser DECADE band DAY6 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 31Januari 2026. (Foto: Instagram/@day6kilogram)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah konser, beberapa fans Malaysia mengeluhkan aksi para fansite master asal Korea Selatan yang berhasil menyelundupkan kamera dan lensa mereka ke dalam venue.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
MYDAY asal Malaysia kemudian mengunggah sebuah video yang memperlihatkan seorang fansite master menggunakan kamera profesional selama konser lewat Threads.&#13;
&#13;
Video itu kemudian tersebar ke platform X dan mengundang reaksi keras warganet Korea. Mereka membela fansite master tersebut dan menuduh MYDAY Malaysia itu melanggar privasi mereka dengan merekam tanpa izin.&#13;
&#13;
Sebenarnya, ini bukan kejadian pertama. Kejadian serupa pernah terjadi di Golden Disc Awards Indonesia yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS), pada 2024.&#13;
&#13;
Kala itu, para fansite master itu bahkan terlihat mengamuk dan nyaris memukul penonton dan petugas keamanan saat digiring keluar dari venue acara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Perang Panas Knetz vs SEAblings&#13;
&#13;
Perdebatan tentang fotografi dan aturan konser itu kemudian berujung perseteruan panas berbau rasisme. K-netz mengejek fisik warga Asia Tenggara dan mengatai mereka &amp;lsquo;miskin&amp;rsquo;.&#13;
&#13;
K-netz kemudian menyeret warganet Indonesia masuk dalam perseteruan itu dengan mengunggah foto Baskara Mahendra dan menyebut sang aktor &amp;lsquo;jelek&amp;rsquo;.&#13;
&#13;
Pengguna X lainnya juga mengejek girl group No Na &amp;lsquo;enggak modal&amp;rsquo; karena syuting video klip di persawahan. Warganet Indonesia yang tak terima pun balik menyerang K-netz.&#13;
&#13;
Warganet Indonesia ramai mengangkat isu sosial yang terjadi di negara tersebut, dari tren operasi plastik, rendahnya angka kelahiran, ketidakmampuan warga Korsel berbahasa Inggris, hingga tingginya angka bunuh diri.*&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Media sosial berbagai platform masih diramaikan dengan &amp;lsquo;perang online&amp;rsquo; antara netizen Korea (K-netz) vs warganet Asia Tenggara yang menyebut diri sebagai SEAblings.&#13;
&#13;
Perang ini tak lagi sekadar rasisme, namun berkembang menjadi isu pelecehan agama yang membuat masyarakat muslim Tanah Air berang. Menariknya, &amp;lsquo;perang online&amp;#39; ini ternyata bermula dari hal sepele.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pada 31 Januari 2026, band Korea Selatan, DAY6, menggelar konser tur &amp;lsquo;THE DECADE&amp;#39; di Axiata Arena, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia. Di sinilah masalah bermula.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Beberapa penonton, yang merupakan fansite master asal Korea Selatan, tiba-tiba mengeluarkan kamera DSLR lengkap dengan lensa zoom di venue konser.&#13;
&#13;
Aturan konser jelas. Semua bentuk fotografi, videografi, dan perangkat perekam audio dilarang selama konser berlangsung. Keberadaan kamera profesional dianggap mengganggu kenyamanan penonton lain.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Perang online K-netz vs SEAblings bermula dari konser DECADE band DAY6 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 31Januari 2026. (Foto: Instagram/@day6kilogram)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah konser, beberapa fans Malaysia mengeluhkan aksi para fansite master asal Korea Selatan yang berhasil menyelundupkan kamera dan lensa mereka ke dalam venue.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
MYDAY asal Malaysia kemudian mengunggah sebuah video yang memperlihatkan seorang fansite master menggunakan kamera profesional selama konser lewat Threads.&#13;
&#13;
Video itu kemudian tersebar ke platform X dan mengundang reaksi keras warganet Korea. Mereka membela fansite master tersebut dan menuduh MYDAY Malaysia itu melanggar privasi mereka dengan merekam tanpa izin.&#13;
&#13;
Sebenarnya, ini bukan kejadian pertama. Kejadian serupa pernah terjadi di Golden Disc Awards Indonesia yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS), pada 2024.&#13;
&#13;
Kala itu, para fansite master itu bahkan terlihat mengamuk dan nyaris memukul penonton dan petugas keamanan saat digiring keluar dari venue acara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Perang Panas Knetz vs SEAblings&#13;
&#13;
Perdebatan tentang fotografi dan aturan konser itu kemudian berujung perseteruan panas berbau rasisme. K-netz mengejek fisik warga Asia Tenggara dan mengatai mereka &amp;lsquo;miskin&amp;rsquo;.&#13;
&#13;
K-netz kemudian menyeret warganet Indonesia masuk dalam perseteruan itu dengan mengunggah foto Baskara Mahendra dan menyebut sang aktor &amp;lsquo;jelek&amp;rsquo;.&#13;
&#13;
Pengguna X lainnya juga mengejek girl group No Na &amp;lsquo;enggak modal&amp;rsquo; karena syuting video klip di persawahan. Warganet Indonesia yang tak terima pun balik menyerang K-netz.&#13;
&#13;
Warganet Indonesia ramai mengangkat isu sosial yang terjadi di negara tersebut, dari tren operasi plastik, rendahnya angka kelahiran, ketidakmampuan warga Korsel berbahasa Inggris, hingga tingginya angka bunuh diri.*&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
