<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Film Ghost in the Cell Karya Joko Anwar Sukses Tembus Berlinale Forum 2026</title><description>Berlinale Forum dikenal sangat selektif dalam mengkurasi karya film dengan visi yang progresif dan berani.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/01/17/206/3195846/film-ghost-in-the-cell-karya-joko-anwar-sukses-tembus-berlinale-forum-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/01/17/206/3195846/film-ghost-in-the-cell-karya-joko-anwar-sukses-tembus-berlinale-forum-2026"/><item><title>Film Ghost in the Cell Karya Joko Anwar Sukses Tembus Berlinale Forum 2026</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/01/17/206/3195846/film-ghost-in-the-cell-karya-joko-anwar-sukses-tembus-berlinale-forum-2026</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/01/17/206/3195846/film-ghost-in-the-cell-karya-joko-anwar-sukses-tembus-berlinale-forum-2026</guid><pubDate>Sabtu 17 Januari 2026 07:30 WIB</pubDate><dc:creator>Niko Prayoga </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/17/206/3195846/ghost_in_the_cell-ZMCs_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Film Ghost in the Cell Karya Joko Anwar Sukses Tembus Berlinale Forum 2026. (Foto: RAPI Films)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/17/206/3195846/ghost_in_the_cell-ZMCs_large.jpg</image><title>Film Ghost in the Cell Karya Joko Anwar Sukses Tembus Berlinale Forum 2026. (Foto: RAPI Films)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Film Ghost in the Cell, karya sutradara Joko Anwar berhasil menembus ajang Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026. Film tersebut, berkompetisi dalam kategori &amp;#39;Forum&amp;#39;.&#13;
&#13;
Bagian dari festival film tersebut dikenal sangat selektif dalam mengkurasi karya-karya dengan visi sinematik progresif, berani, serta memiliki muatan kritik sosial-politik yang tajam.&#13;
&#13;
Masuknya Ghost in the Cell dalam kategori tersebut sekaligus menegaskan film yang dibintangi Abimana Aryasatya tersebut mampu melampaui batasan genre konvensional.&#13;
&#13;
Sebelumnya, film Asia lain yang pernah menembus kategori Forum dalam Berlinale adalah Exhuma (2024) dan Snowpiercer (2014).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Film Ghost in the Cell Karya Joko Anwar Sukses Tembus Berlinale Forum 2026. (Foto: RAPI Films)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kesuksesan para sineas Indonesia menembus kancah internasional membuktikan, meski sebuah film mengusung genre tertentu namun karya tersebut tetap bisa memiliki identitas artistik dan pesan sosial yang mendalam.&#13;
&#13;
Barbara Wurm, perwakilan Berlinale 2026 mengatakan, film yang terpilih dalam kategori Forum tahun ini mencerminkan keseriusan para kreatornya dalam mengangkat sebuah realitas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini adalah film karya orang-orang yang menganggap serius pekerjaan mereka dan dampaknya. Film yang akan mempengaruhi koeksistensi, perlawanan, rekonsiliasi, sejarah, dan kisah kita,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Barbara menambahkan, &amp;quot;Kisah tentang kebersamaan, keindahan, dan solidaritas yang membentuk masa kini dan masa depan sosial, budaya, ekologis, dan politik kita.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Joko Anwar mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian film Ghost in the Cell. Dia menilai, kurasi Berlinale Forum sangat mementingkan relevansi sebuah karya terhadap situasi di negara asalnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kategori ini dikenal karena kurasinya yang tidak hanya terpaku pada narasi, tetapi juga kekuatan relevansi sosial dan politik,&amp;quot; ujar sang sutradara.&#13;
&#13;
Senada dengan Joko Anwar, produser Tia Hasibuan juga melihat kategori tersebut sebagai pengakuan atas bahasa sinema dan ide besar yang dibawa kreatornya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Film Ghost in the Cell Karya Joko Anwar Sukses Tembus Berlinale Forum 2026. (Foto: RAPI Films)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dengan masuknya film tersebut maka Ghost in the Cell tak sekadar karya dengan genre yang menegangkan, namun juga memiliki bobot gagasan dan bahasa sinema yang kuat.&#13;
&#13;
Berlinale Forum menempatkan karya Joko Anwar ini di hadapan komunitas sinema global, baik itu programmar festival, kritikus, kurator, dan pelaku industri film.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini sekaligus membuktikan Ghost in the Cell memiliki kekuatan cerita, bahasa sinema yang apik, serta gagasan kuat dan menarik untuk segera dinikmati penikmat film Tanah Air,&amp;quot; ujar Tia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Film Ghost in the Cell mengambil latar sebuah penjara di Indonesia yang sarat akan ketidakadilan. Film ini menggabungkan unsur horor dengan kritik tajam terhadap sistem kekuasaan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Diproduksi oleh Come and See Pictures, RAPI Films, dan Legacy Pictures, film ini akan dirilis global oleh Barunson E&amp;amp;A.*&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Film Ghost in the Cell, karya sutradara Joko Anwar berhasil menembus ajang Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026. Film tersebut, berkompetisi dalam kategori &amp;#39;Forum&amp;#39;.&#13;
&#13;
Bagian dari festival film tersebut dikenal sangat selektif dalam mengkurasi karya-karya dengan visi sinematik progresif, berani, serta memiliki muatan kritik sosial-politik yang tajam.&#13;
&#13;
Masuknya Ghost in the Cell dalam kategori tersebut sekaligus menegaskan film yang dibintangi Abimana Aryasatya tersebut mampu melampaui batasan genre konvensional.&#13;
&#13;
Sebelumnya, film Asia lain yang pernah menembus kategori Forum dalam Berlinale adalah Exhuma (2024) dan Snowpiercer (2014).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Film Ghost in the Cell Karya Joko Anwar Sukses Tembus Berlinale Forum 2026. (Foto: RAPI Films)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kesuksesan para sineas Indonesia menembus kancah internasional membuktikan, meski sebuah film mengusung genre tertentu namun karya tersebut tetap bisa memiliki identitas artistik dan pesan sosial yang mendalam.&#13;
&#13;
Barbara Wurm, perwakilan Berlinale 2026 mengatakan, film yang terpilih dalam kategori Forum tahun ini mencerminkan keseriusan para kreatornya dalam mengangkat sebuah realitas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini adalah film karya orang-orang yang menganggap serius pekerjaan mereka dan dampaknya. Film yang akan mempengaruhi koeksistensi, perlawanan, rekonsiliasi, sejarah, dan kisah kita,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Barbara menambahkan, &amp;quot;Kisah tentang kebersamaan, keindahan, dan solidaritas yang membentuk masa kini dan masa depan sosial, budaya, ekologis, dan politik kita.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, Joko Anwar mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian film Ghost in the Cell. Dia menilai, kurasi Berlinale Forum sangat mementingkan relevansi sebuah karya terhadap situasi di negara asalnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kategori ini dikenal karena kurasinya yang tidak hanya terpaku pada narasi, tetapi juga kekuatan relevansi sosial dan politik,&amp;quot; ujar sang sutradara.&#13;
&#13;
Senada dengan Joko Anwar, produser Tia Hasibuan juga melihat kategori tersebut sebagai pengakuan atas bahasa sinema dan ide besar yang dibawa kreatornya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Film Ghost in the Cell Karya Joko Anwar Sukses Tembus Berlinale Forum 2026. (Foto: RAPI Films)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dengan masuknya film tersebut maka Ghost in the Cell tak sekadar karya dengan genre yang menegangkan, namun juga memiliki bobot gagasan dan bahasa sinema yang kuat.&#13;
&#13;
Berlinale Forum menempatkan karya Joko Anwar ini di hadapan komunitas sinema global, baik itu programmar festival, kritikus, kurator, dan pelaku industri film.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini sekaligus membuktikan Ghost in the Cell memiliki kekuatan cerita, bahasa sinema yang apik, serta gagasan kuat dan menarik untuk segera dinikmati penikmat film Tanah Air,&amp;quot; ujar Tia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Film Ghost in the Cell mengambil latar sebuah penjara di Indonesia yang sarat akan ketidakadilan. Film ini menggabungkan unsur horor dengan kritik tajam terhadap sistem kekuasaan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Diproduksi oleh Come and See Pictures, RAPI Films, dan Legacy Pictures, film ini akan dirilis global oleh Barunson E&amp;amp;A.*&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
