<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hayati Kamelia Akui Ammar Zoni Pegang Ponsel dalam Penjara: Itu Biasa</title><description>Hayati Kamelia mengaku, Ammar Zoni biasanya menyewa ponsel sebesar Rp200.000 atau Rp300.000 per hari.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/01/09/33/3194391/hayati-kamelia-akui-ammar-zoni-pegang-ponsel-dalam-penjara-itu-biasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2026/01/09/33/3194391/hayati-kamelia-akui-ammar-zoni-pegang-ponsel-dalam-penjara-itu-biasa"/><item><title>Hayati Kamelia Akui Ammar Zoni Pegang Ponsel dalam Penjara: Itu Biasa</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2026/01/09/33/3194391/hayati-kamelia-akui-ammar-zoni-pegang-ponsel-dalam-penjara-itu-biasa</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2026/01/09/33/3194391/hayati-kamelia-akui-ammar-zoni-pegang-ponsel-dalam-penjara-itu-biasa</guid><pubDate>Jum'at 09 Januari 2026 09:30 WIB</pubDate><dc:creator>Ravie Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/01/09/33/3194391/ammar_zoni-Q5tO_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Hayati Kamelia Akui Ammar Zoni Pegang Ponsel dalam Penjara: Itu Biasa. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/01/09/33/3194391/ammar_zoni-Q5tO_large.jpeg</image><title>Hayati Kamelia Akui Ammar Zoni Pegang Ponsel dalam Penjara: Itu Biasa. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Hayati Kamelia membenarkan kalau kekasihnya, Ammar Zoni&amp;nbsp;punya akses terhadap telepon genggam alias ponsel selama menjalani masa tahanan&amp;nbsp;di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal itu, menurut Kamelia, karena ada jasa penyewaan ponsel&amp;nbsp;untuk narapidana di dalam penjara. &amp;quot;Jadi kalau Bang Ammar menghubungi saya nomornya pasti beda-beda,&amp;quot; tuturnya di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 8 Januari 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;lt;iframe width=&amp;quot;560&amp;quot; height=&amp;quot;315&amp;quot; src=&amp;quot;https://www.youtube.com/embed/TlmNjKpgQGQ?si=hsbOnumjAF-4OkzJ&amp;quot; title=&amp;quot;YouTube video player&amp;quot; frameborder=&amp;quot;0&amp;quot; allow=&amp;quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share&amp;quot; referrerpolicy=&amp;quot;strict-origin-when-cross-origin&amp;quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&#13;
&#13;
Kamelia menilai, bukan hal baru jika tahanan punya akses atas ponsel di dalam penjara. Dia bahkan menyinggung sejumlah public figure yang juga bebas menggunakan ponsel selama menjalani masa tahanannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kayaknya itu sudah jadi rahasia umum deh. Bang Ammar itu biasanya sewa ponsel&amp;nbsp;sekitar Rp200.000 atau Rp300.000 per hari. Menurut aku, keberadaan ponsel di dalam rutan itu sudah hal biasa ya,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Kamelia menambahkan, rutan atau lapas juga menyediakan fasilitas wartel (warung telekomunikasi) yang bisa digunakan warga binaan untuk berkomunikasi dengan keluarga dan kuasa hukum.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hayati Kamelia mengatakan, Ammar Zoni memiliki ponsel di dalam penjara dengan biaya sewa Rp200.000 hingga Rp300.000 per hari. (Foto: Okezone)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Karena itu, dia menganggap jasa penyewaan ponsel ke tahanan di dalam lapas/rutan juga hal yang lumrah. &amp;quot;Nah kalau kemudian mengakses handphone melanggar aku enggak tahu deh. Yang pasti, ada ponsel di penjara,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Ammar Zoni menjalani sidang lanjutan kasus peredaran narkotika di dalam rutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada 8 Januari 2026.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kesaksiannya, Ammar mengaku, tinggal satu sel dengan pria bernama Jaya -yang juga terpidana kasus peredaran narkoba tersebut- di Rutan Salemba. Pria itu, menurut Ammar, menawarkan dirinya menampung sabu seberat 100 gram dengan upah Rp10 juta.&#13;
&#13;
Bapak dua anak itu membantah menerima tawaran Jaya untuk menampung barang haram tersebut. Namun setelah penolakan itu, Ammar mengaku, melihat tahanan lain bertemu Jaya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hayati Kamelia menilai, penggunaan ponsel di dalam penjara adalah hal yang lumrah. (Foto: Okezone)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada malam hari setelah kejadian itu, petugas rutan menggeledah selnya dan bertanya soal ponselnya. Setelahnya, sang aktor dibawa untuk melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dalam persidangan ditariknya semua.&#13;
&#13;
Dalam proses BAP itu, Ammar Zoni mengaku, diminta oknum penyidik untuk menyiapkan dana senilai Rp300 juta per orang. Sementara, ada 10 terpidana yang diBAP saat itu.* &amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Hayati Kamelia membenarkan kalau kekasihnya, Ammar Zoni&amp;nbsp;punya akses terhadap telepon genggam alias ponsel selama menjalani masa tahanan&amp;nbsp;di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal itu, menurut Kamelia, karena ada jasa penyewaan ponsel&amp;nbsp;untuk narapidana di dalam penjara. &amp;quot;Jadi kalau Bang Ammar menghubungi saya nomornya pasti beda-beda,&amp;quot; tuturnya di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 8 Januari 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;lt;iframe width=&amp;quot;560&amp;quot; height=&amp;quot;315&amp;quot; src=&amp;quot;https://www.youtube.com/embed/TlmNjKpgQGQ?si=hsbOnumjAF-4OkzJ&amp;quot; title=&amp;quot;YouTube video player&amp;quot; frameborder=&amp;quot;0&amp;quot; allow=&amp;quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share&amp;quot; referrerpolicy=&amp;quot;strict-origin-when-cross-origin&amp;quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&#13;
&#13;
Kamelia menilai, bukan hal baru jika tahanan punya akses atas ponsel di dalam penjara. Dia bahkan menyinggung sejumlah public figure yang juga bebas menggunakan ponsel selama menjalani masa tahanannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kayaknya itu sudah jadi rahasia umum deh. Bang Ammar itu biasanya sewa ponsel&amp;nbsp;sekitar Rp200.000 atau Rp300.000 per hari. Menurut aku, keberadaan ponsel di dalam rutan itu sudah hal biasa ya,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Kamelia menambahkan, rutan atau lapas juga menyediakan fasilitas wartel (warung telekomunikasi) yang bisa digunakan warga binaan untuk berkomunikasi dengan keluarga dan kuasa hukum.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hayati Kamelia mengatakan, Ammar Zoni memiliki ponsel di dalam penjara dengan biaya sewa Rp200.000 hingga Rp300.000 per hari. (Foto: Okezone)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Karena itu, dia menganggap jasa penyewaan ponsel ke tahanan di dalam lapas/rutan juga hal yang lumrah. &amp;quot;Nah kalau kemudian mengakses handphone melanggar aku enggak tahu deh. Yang pasti, ada ponsel di penjara,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Ammar Zoni menjalani sidang lanjutan kasus peredaran narkotika di dalam rutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada 8 Januari 2026.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kesaksiannya, Ammar mengaku, tinggal satu sel dengan pria bernama Jaya -yang juga terpidana kasus peredaran narkoba tersebut- di Rutan Salemba. Pria itu, menurut Ammar, menawarkan dirinya menampung sabu seberat 100 gram dengan upah Rp10 juta.&#13;
&#13;
Bapak dua anak itu membantah menerima tawaran Jaya untuk menampung barang haram tersebut. Namun setelah penolakan itu, Ammar mengaku, melihat tahanan lain bertemu Jaya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hayati Kamelia menilai, penggunaan ponsel di dalam penjara adalah hal yang lumrah. (Foto: Okezone)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada malam hari setelah kejadian itu, petugas rutan menggeledah selnya dan bertanya soal ponselnya. Setelahnya, sang aktor dibawa untuk melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dalam persidangan ditariknya semua.&#13;
&#13;
Dalam proses BAP itu, Ammar Zoni mengaku, diminta oknum penyidik untuk menyiapkan dana senilai Rp300 juta per orang. Sementara, ada 10 terpidana yang diBAP saat itu.* &amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
