<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenekraf Sebut Film Bisa Jadi Media Promosi Budaya Daerah</title><description>Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melalui Direktorat Film, Animasi, dan Video Deputi Bidang Kreativitas Media kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif daerah. &#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2025/12/04/206/3187855/kemenekraf-sebut-film-bisa-jadi-media-promosi-budaya-daerah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2025/12/04/206/3187855/kemenekraf-sebut-film-bisa-jadi-media-promosi-budaya-daerah"/><item><title>Kemenekraf Sebut Film Bisa Jadi Media Promosi Budaya Daerah</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2025/12/04/206/3187855/kemenekraf-sebut-film-bisa-jadi-media-promosi-budaya-daerah</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2025/12/04/206/3187855/kemenekraf-sebut-film-bisa-jadi-media-promosi-budaya-daerah</guid><pubDate>Kamis 04 Desember 2025 20:03 WIB</pubDate><dc:creator>Khafid Mardiyansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/12/04/206/3187855/direktur_televisi_dan_radio_mewakili_dit_film_animasi_dan_video_pupung_thariq_fadilah-eXB4_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Direktur Televisi dan Radio mewakili Dit Film Animasi dan Video, Pupung Thariq Fadilah</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/12/04/206/3187855/direktur_televisi_dan_radio_mewakili_dit_film_animasi_dan_video_pupung_thariq_fadilah-eXB4_large.JPG</image><title>Direktur Televisi dan Radio mewakili Dit Film Animasi dan Video, Pupung Thariq Fadilah</title></images><description>CIREBON &amp;ndash; Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melalui Direktorat Film, Animasi, dan Video Deputi Bidang Kreativitas Media kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif daerah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kali ini, Kemenekraf menyelenggarakan workshop unggulan bertajuk &amp;ldquo;Bicara Film: Monetize Your Creativity&amp;rdquo; di CGV Transmart Cirebon, Rabu (3/12/2025). Acara ini bertujuan untuk menggali potensi para kreator film, animasi, dan video di wilayah Cirebon serta mendorong mereka untuk tidak sekadar berkarya, tetapi juga mampu memonetisasi kreativitasnya.&#13;
&#13;
Hadir dalam acara ini sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota Komisi VI DPR RI Dr. Ir. E Herman M.Si, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dr. Hj. Ratnawati, M.K.K.K, serta puluhan kreator film muda dari Cirebon dan sekitarnya.&#13;
&#13;
Dr Ir Herman menyatakan bahwa terdapat potensi besar dari talenta yang ada di cirebon, film sebagai sarana dalam komunikasi budaya lokal ke audience yang lebih luas harus bisa dimanfaatkan oleh sineas lokal.&amp;nbsp; Tahap Komersialisasi diperlukan terhadap karya yang selama ini sudah dibuat oleh pelaku industri film di cirebon agar lebih mudah untuk ditemukenali.&#13;
&#13;
Direktur Televisi dan Radio mewakili Dit Film Animasi dan Video, Pupung Thariq Fadilah, menyoroti besarnya potensi kreatif Kota Cirebon yang pernah menjadi latar karya animasi populer seperti &amp;ldquo;Sopo pJarwo&amp;rdquo;. Ia menegaskan bahwa film bukan hanya media hiburan, tetapi alat strategis untuk promosi daerah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan film kita bisa mempromosikan suatu daerah, mengangkat kekayaan budaya dan kearifan lokal untuk diperkenalkan lebih luas, baik di dalam negeri maupun mancanegara,&amp;rdquo; ujar Pupung.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Pupung menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem yang kuat. Ia juga memberikan motivasi kepada para sineas muda agar berani menghadapi tantangan. &amp;quot;Tantangan terbesar itu dari diri kita sendiri. Setiap tantangan adalah cambuk untuk meningkatkan kreativitas,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Workshop ini menghadirkan dua narasumber ahli dari Oris Picture, yaitu Sutradara Orista Primadewa Hadiwiarjo dan Produser Risty Nanda Dhea Putri.&#13;
&#13;
Orista Primadewa, yang film pendeknya &amp;ldquo;Berdamai Dengan Raqib &amp;amp; Atid&amp;rdquo; berhasil mendapatkan pendanaan Kemenekraf dan masuk seleksi resmi JAFF, berbagi strategi menembus industri film. Menurutnya, membangun Kekayaan Intelektual (Intellectual Property/IP) pribadi melalui media sosial adalah kunci di era digital ini.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>CIREBON &amp;ndash; Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melalui Direktorat Film, Animasi, dan Video Deputi Bidang Kreativitas Media kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif daerah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kali ini, Kemenekraf menyelenggarakan workshop unggulan bertajuk &amp;ldquo;Bicara Film: Monetize Your Creativity&amp;rdquo; di CGV Transmart Cirebon, Rabu (3/12/2025). Acara ini bertujuan untuk menggali potensi para kreator film, animasi, dan video di wilayah Cirebon serta mendorong mereka untuk tidak sekadar berkarya, tetapi juga mampu memonetisasi kreativitasnya.&#13;
&#13;
Hadir dalam acara ini sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota Komisi VI DPR RI Dr. Ir. E Herman M.Si, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dr. Hj. Ratnawati, M.K.K.K, serta puluhan kreator film muda dari Cirebon dan sekitarnya.&#13;
&#13;
Dr Ir Herman menyatakan bahwa terdapat potensi besar dari talenta yang ada di cirebon, film sebagai sarana dalam komunikasi budaya lokal ke audience yang lebih luas harus bisa dimanfaatkan oleh sineas lokal.&amp;nbsp; Tahap Komersialisasi diperlukan terhadap karya yang selama ini sudah dibuat oleh pelaku industri film di cirebon agar lebih mudah untuk ditemukenali.&#13;
&#13;
Direktur Televisi dan Radio mewakili Dit Film Animasi dan Video, Pupung Thariq Fadilah, menyoroti besarnya potensi kreatif Kota Cirebon yang pernah menjadi latar karya animasi populer seperti &amp;ldquo;Sopo pJarwo&amp;rdquo;. Ia menegaskan bahwa film bukan hanya media hiburan, tetapi alat strategis untuk promosi daerah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan film kita bisa mempromosikan suatu daerah, mengangkat kekayaan budaya dan kearifan lokal untuk diperkenalkan lebih luas, baik di dalam negeri maupun mancanegara,&amp;rdquo; ujar Pupung.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Pupung menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem yang kuat. Ia juga memberikan motivasi kepada para sineas muda agar berani menghadapi tantangan. &amp;quot;Tantangan terbesar itu dari diri kita sendiri. Setiap tantangan adalah cambuk untuk meningkatkan kreativitas,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Workshop ini menghadirkan dua narasumber ahli dari Oris Picture, yaitu Sutradara Orista Primadewa Hadiwiarjo dan Produser Risty Nanda Dhea Putri.&#13;
&#13;
Orista Primadewa, yang film pendeknya &amp;ldquo;Berdamai Dengan Raqib &amp;amp; Atid&amp;rdquo; berhasil mendapatkan pendanaan Kemenekraf dan masuk seleksi resmi JAFF, berbagi strategi menembus industri film. Menurutnya, membangun Kekayaan Intelektual (Intellectual Property/IP) pribadi melalui media sosial adalah kunci di era digital ini.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
