<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Vadel Badjideh Bakal Ajukan Kasasi ke MA Setelah Hukumannya Diperberat Pengadilan Tinggi Jakarta</title><description>Terpidana kasus asusila anak dibawah umur, Vadel Badjideh, berencana mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) setelah upaya bandingnya ditolak oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2025/11/23/33/3185413/vadel-badjideh-bakal-ajukan-kasasi-ke-ma-setelah-hukumannya-diperberat-pengadilan-tinggi-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2025/11/23/33/3185413/vadel-badjideh-bakal-ajukan-kasasi-ke-ma-setelah-hukumannya-diperberat-pengadilan-tinggi-jakarta"/><item><title>Vadel Badjideh Bakal Ajukan Kasasi ke MA Setelah Hukumannya Diperberat Pengadilan Tinggi Jakarta</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2025/11/23/33/3185413/vadel-badjideh-bakal-ajukan-kasasi-ke-ma-setelah-hukumannya-diperberat-pengadilan-tinggi-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2025/11/23/33/3185413/vadel-badjideh-bakal-ajukan-kasasi-ke-ma-setelah-hukumannya-diperberat-pengadilan-tinggi-jakarta</guid><pubDate>Minggu 23 November 2025 20:56 WIB</pubDate><dc:creator>Ravie Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/23/33/3185413/vadel_badjideh-SYpQ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vadel Badjideh</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/23/33/3185413/vadel_badjideh-SYpQ_large.jpg</image><title>Vadel Badjideh</title></images><description>JAKARTA - Terpidana kasus asusila anak dibawah umur, Vadel Badjideh, berencana mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) setelah upaya bandingnya ditolak oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kuasa hukum Vadel Badjideh, Oya Abdul Malik, mengatakan mereka akan menyerahkan memori kasasi pada 25 November 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Tanggal 25 (November) saya masukin memori Kasasi, ya (untuk menanggapi banding Vadel),&amp;quot; kata Oya saat dikonfirmasi awak media pada Minggu (23/11/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, Vadel divonis sembilan tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan imbas kasus persetubuhan dan aborsi terhadap putri Nikita Mirzani, LM.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tak terima, pihak Vadel kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta untuk mendapatkan keringanan hukuman.&#13;
&#13;
Namun, upaya itu justru membuat Vadel dijatuhi hukuman lebih berat oleh majelis hakim.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
PT DKI Jakarta lalu menolak banding Vadel dan menjatuhi hukuman selama 12 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Adapun alasan hukuman Vadel diperberat lantaran Hakim banding mempertimbangkan perbuatan aborsi yang dilakukan sebanyakdua kali. Tindakan itu dianggap sangat serius sehingga membuat korban trauma.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kasasi ini diajukan kepada Mahkamah Agung untuk membatalkan putusan pengadilan tingkat terakhir.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Terpidana kasus asusila anak dibawah umur, Vadel Badjideh, berencana mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) setelah upaya bandingnya ditolak oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kuasa hukum Vadel Badjideh, Oya Abdul Malik, mengatakan mereka akan menyerahkan memori kasasi pada 25 November 2025.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Tanggal 25 (November) saya masukin memori Kasasi, ya (untuk menanggapi banding Vadel),&amp;quot; kata Oya saat dikonfirmasi awak media pada Minggu (23/11/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, Vadel divonis sembilan tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan imbas kasus persetubuhan dan aborsi terhadap putri Nikita Mirzani, LM.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tak terima, pihak Vadel kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta untuk mendapatkan keringanan hukuman.&#13;
&#13;
Namun, upaya itu justru membuat Vadel dijatuhi hukuman lebih berat oleh majelis hakim.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
PT DKI Jakarta lalu menolak banding Vadel dan menjatuhi hukuman selama 12 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Adapun alasan hukuman Vadel diperberat lantaran Hakim banding mempertimbangkan perbuatan aborsi yang dilakukan sebanyakdua kali. Tindakan itu dianggap sangat serius sehingga membuat korban trauma.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kasasi ini diajukan kepada Mahkamah Agung untuk membatalkan putusan pengadilan tingkat terakhir.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
