<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Piyu Padi Reborn Ungkap Sisi Gelap Industri Musik di Era Digital</title><description>Gitaris Padi Reborn alias Piyu mengungkap sisi gelap industri musik di era digital saat ini. Menurutnya, perkembangan teknologi di industri musik layaknya pedang bermata dua.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2025/11/09/205/3182409/piyu-padi-reborn-ungkap-sisi-gelap-industri-musik-di-era-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2025/11/09/205/3182409/piyu-padi-reborn-ungkap-sisi-gelap-industri-musik-di-era-digital"/><item><title>Piyu Padi Reborn Ungkap Sisi Gelap Industri Musik di Era Digital</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2025/11/09/205/3182409/piyu-padi-reborn-ungkap-sisi-gelap-industri-musik-di-era-digital</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2025/11/09/205/3182409/piyu-padi-reborn-ungkap-sisi-gelap-industri-musik-di-era-digital</guid><pubDate>Minggu 09 November 2025 15:02 WIB</pubDate><dc:creator>Ravie Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/09/205/3182409/piyu_padi_reborn-VX3R_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Piyu Padi Reborn</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/09/205/3182409/piyu_padi_reborn-VX3R_large.jpg</image><title>Piyu Padi Reborn</title></images><description>JAKARTA - Gitaris Padi Reborn alias Piyu mengungkap sisi gelap industri musik di era digital saat ini. Menurutnya, perkembangan teknologi di industri musik layaknya pedang bermata dua.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di satu sisi, Piyu mengakui teknologi memberikan kemudahan dalam menyebarkan karya musik secara masif.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita para musisi atau seniman ini tidak bisa menghindari teknologi,&amp;quot; kata Piyu di kawasan Senayan, Jakarta pada Jumat (7/11/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, di sisi lain, pria bernama lengkap Satriyo Yudi Wahono ini menyoroti konsekuensi serius dibalik kemajuan yang ada.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Salah satu kekhawatirannya ialah penurunan kualitas audio dari sebuah karya musik. Pasalnya, hal itu menjadi unsur krusial dari sebuah lagu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi musik yang harusnya kita dengarkan dengan kualitas audio seperti ini, jadi akhirnya berkurang,&amp;quot; jelasnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lebih dalam, Piyu menyebut penurunan kualitas ini akibat langsung dari tuntutan industri kreatif yang serba cepat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena harus di-share dengan cepat. Kalau umpama di-share dengan cepat, otomatis datanya harus di-kompres, datanya harus dikurangin,&amp;quot; papar Piyu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dampak lain dari kemudahan teknologi ternyata juga membentuk perilaku baru di kalangan pendengar. Piyu menilai, penikmat musik jadi cenderung tidak sabaran.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Piyu juga mengkritik kebiasaan pendengar yang cuma menggulir (scroll) lagu tanpa mendengarkannya secara tuntas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Baru dengerin intronya doang, &amp;#39;ah enggak enak nih&amp;#39;, di-scroll. Padahal intinya ada di belakang,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gitaris Padi Reborn alias Piyu mengungkap sisi gelap industri musik di era digital saat ini. Menurutnya, perkembangan teknologi di industri musik layaknya pedang bermata dua.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di satu sisi, Piyu mengakui teknologi memberikan kemudahan dalam menyebarkan karya musik secara masif.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita para musisi atau seniman ini tidak bisa menghindari teknologi,&amp;quot; kata Piyu di kawasan Senayan, Jakarta pada Jumat (7/11/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, di sisi lain, pria bernama lengkap Satriyo Yudi Wahono ini menyoroti konsekuensi serius dibalik kemajuan yang ada.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Salah satu kekhawatirannya ialah penurunan kualitas audio dari sebuah karya musik. Pasalnya, hal itu menjadi unsur krusial dari sebuah lagu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi musik yang harusnya kita dengarkan dengan kualitas audio seperti ini, jadi akhirnya berkurang,&amp;quot; jelasnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lebih dalam, Piyu menyebut penurunan kualitas ini akibat langsung dari tuntutan industri kreatif yang serba cepat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena harus di-share dengan cepat. Kalau umpama di-share dengan cepat, otomatis datanya harus di-kompres, datanya harus dikurangin,&amp;quot; papar Piyu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dampak lain dari kemudahan teknologi ternyata juga membentuk perilaku baru di kalangan pendengar. Piyu menilai, penikmat musik jadi cenderung tidak sabaran.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Piyu juga mengkritik kebiasaan pendengar yang cuma menggulir (scroll) lagu tanpa mendengarkannya secara tuntas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Baru dengerin intronya doang, &amp;#39;ah enggak enak nih&amp;#39;, di-scroll. Padahal intinya ada di belakang,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
