<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Knights of Cydonia Menggema di Ancol, Muse Suguhkan Konser Super Epik dan Spektakuler</title><description>Muse membuka konser dengan single terbaru mereka dari album terbaru mereka brrjudul &amp;#39;Unravelling&amp;#39;.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2025/09/20/205/3171250/knights-of-cydonia-menggema-di-ancol-muse-suguhkan-konser-super-epik-dan-spektakuler</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2025/09/20/205/3171250/knights-of-cydonia-menggema-di-ancol-muse-suguhkan-konser-super-epik-dan-spektakuler"/><item><title>Knights of Cydonia Menggema di Ancol, Muse Suguhkan Konser Super Epik dan Spektakuler</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2025/09/20/205/3171250/knights-of-cydonia-menggema-di-ancol-muse-suguhkan-konser-super-epik-dan-spektakuler</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2025/09/20/205/3171250/knights-of-cydonia-menggema-di-ancol-muse-suguhkan-konser-super-epik-dan-spektakuler</guid><pubDate>Sabtu 20 September 2025 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Andhika Fikri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/20/205/3171250/matthew_bellamy_dan_muse_guncang_ancol-vdPZ_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Matthew Bellamy dan Muse guncang Ancol (Foto: IMG/Dimas)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/20/205/3171250/matthew_bellamy_dan_muse_guncang_ancol-vdPZ_large.JPG</image><title>Matthew Bellamy dan Muse guncang Ancol (Foto: IMG/Dimas)</title></images><description>JAKARTA - Setelah penantian hampir dua dekade, Muse akhirnya kembali menyapa penggemarnya di Indonesia lewat konser megah bertajuk &amp;quot;Muse: Live in Jakarta&amp;quot; besutan Ravel Entertainment. Digelar di Carnaval Ancol, Jakarta Utara, Jumat (19/9/2025), band rock asal Inggris ini sukses menyuguhkan pertunjukan yang epik dan penuh energi.&#13;
&#13;
Muse membuka konser dengan single terbaru mereka dari album terbaru mereka brrjudul &amp;#39;Unravelling&amp;#39;. Perpaduan suara melengking Matthew Bellamy dibalut dengan breakdown cadas di lagu ini langsung membakar panggung Karnaval Ancol.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Penonton semakin beringas ketika intro Hysteria dimainkan oleh Christopher Wolstenholme. Dentuman drum bertenaga dan raungan gitar elektrik yang menggema, disempurnakan dengan petikan-petikan tajam bass dari Christopher, tak heran bila Hysteria menjadi salah satu lagu Muse yang paling memorable dan dicintai penggemarnya.&#13;
&#13;
Suasana kembali memanas ketika Muse tanpa henti membawakan lagu-lagu hits mereka seperti &amp;#39;Stockholm Syndrome&amp;#39;, &amp;#39;Won&amp;#39;t Stand Down&amp;#39;, &amp;#39;Resistance&amp;#39;, dan &amp;#39;Psycho&amp;#39; yang sukses membuat para penonton berjingkrak dan bernyanyi bersama.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bagi para penikmat musik, tentu sudah familiar seperti apa kharakter lagu-lagu band rock asal Inggris ini. Hampir semua lagu didominasi riff dan distorsi melodik ikonik yang digodog langsung oleh sang frontman.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lagu-lagu seperti &amp;#39;New Born&amp;#39;, &amp;#39;Madness&amp;#39;, dan &amp;#39;Plug In Baby&amp;#39; contohnya. Malam ini terdengar begitu eargasm dengan arpeggio neo-klasik di intro-nya lalu dihantam oleh distorsi melodik nan cadas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tak melulu membawakan lagu-lagu bernuansa rock dan metal, Muse juga sempat mengajak penonton bernostalgia dengan salah satu lagu balad mereka apalagi kalau bukan &amp;#39;Unintended&amp;#39;.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Indonesia kalian bernyanyi sangat luar biasa,&amp;quot; teriak Matt.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Puas mendengar ribuan penonton bernyanyi bersama, Matthew Bellamy kembali meledakan panggung dengan deretan lagu-lagu hits mereka seperti &amp;#39;Time Is Running Out&amp;#39;, &amp;#39;Supermassive Blackhole&amp;#39;, dan &amp;#39;Uprising&amp;#39;. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Penonton lagi-lagi dibuat terhipnotis saat Christopher memainkan harmonika yang menandakan bahwa &amp;#39;Knights of Cydonia&amp;#39; akan segera dikumandangkan. Benar saja, riff epik dan teatrikal dari gitar Matthew Bellamy ditambah suara falsetto halus dan jeritan ekspresif membuat lagu ini terdengar begitu sangat magis.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Performa Matthew Bellamy, Christopher Wolstenhome, dan Dominic Howard malam ini benar-benar sangat prima. Ditambah lagi &amp;nbsp;visual futuristik yang ditampilkan, menjadikan konser yang dinantikan oleh para penggemar mereka selama kurang lebih 18 tahun itu menjadi sempurna.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Muse menutup penampilan epik mereka, dan mengajak penonton untuk bernyanyi bersama untuk terakhir kalinya lewat lagu &amp;#39;Starlight&amp;#39;.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jakarta!! Terima kasih untuk malam ini, terima kasih telah menunggu kami selama nyaris 20 tahun. Kami akan segera kembali,&amp;quot; ujar Dominic Howard.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Setelah penantian hampir dua dekade, Muse akhirnya kembali menyapa penggemarnya di Indonesia lewat konser megah bertajuk &amp;quot;Muse: Live in Jakarta&amp;quot; besutan Ravel Entertainment. Digelar di Carnaval Ancol, Jakarta Utara, Jumat (19/9/2025), band rock asal Inggris ini sukses menyuguhkan pertunjukan yang epik dan penuh energi.&#13;
&#13;
Muse membuka konser dengan single terbaru mereka dari album terbaru mereka brrjudul &amp;#39;Unravelling&amp;#39;. Perpaduan suara melengking Matthew Bellamy dibalut dengan breakdown cadas di lagu ini langsung membakar panggung Karnaval Ancol.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Penonton semakin beringas ketika intro Hysteria dimainkan oleh Christopher Wolstenholme. Dentuman drum bertenaga dan raungan gitar elektrik yang menggema, disempurnakan dengan petikan-petikan tajam bass dari Christopher, tak heran bila Hysteria menjadi salah satu lagu Muse yang paling memorable dan dicintai penggemarnya.&#13;
&#13;
Suasana kembali memanas ketika Muse tanpa henti membawakan lagu-lagu hits mereka seperti &amp;#39;Stockholm Syndrome&amp;#39;, &amp;#39;Won&amp;#39;t Stand Down&amp;#39;, &amp;#39;Resistance&amp;#39;, dan &amp;#39;Psycho&amp;#39; yang sukses membuat para penonton berjingkrak dan bernyanyi bersama.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bagi para penikmat musik, tentu sudah familiar seperti apa kharakter lagu-lagu band rock asal Inggris ini. Hampir semua lagu didominasi riff dan distorsi melodik ikonik yang digodog langsung oleh sang frontman.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Lagu-lagu seperti &amp;#39;New Born&amp;#39;, &amp;#39;Madness&amp;#39;, dan &amp;#39;Plug In Baby&amp;#39; contohnya. Malam ini terdengar begitu eargasm dengan arpeggio neo-klasik di intro-nya lalu dihantam oleh distorsi melodik nan cadas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tak melulu membawakan lagu-lagu bernuansa rock dan metal, Muse juga sempat mengajak penonton bernostalgia dengan salah satu lagu balad mereka apalagi kalau bukan &amp;#39;Unintended&amp;#39;.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Indonesia kalian bernyanyi sangat luar biasa,&amp;quot; teriak Matt.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Puas mendengar ribuan penonton bernyanyi bersama, Matthew Bellamy kembali meledakan panggung dengan deretan lagu-lagu hits mereka seperti &amp;#39;Time Is Running Out&amp;#39;, &amp;#39;Supermassive Blackhole&amp;#39;, dan &amp;#39;Uprising&amp;#39;. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Penonton lagi-lagi dibuat terhipnotis saat Christopher memainkan harmonika yang menandakan bahwa &amp;#39;Knights of Cydonia&amp;#39; akan segera dikumandangkan. Benar saja, riff epik dan teatrikal dari gitar Matthew Bellamy ditambah suara falsetto halus dan jeritan ekspresif membuat lagu ini terdengar begitu sangat magis.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Performa Matthew Bellamy, Christopher Wolstenhome, dan Dominic Howard malam ini benar-benar sangat prima. Ditambah lagi &amp;nbsp;visual futuristik yang ditampilkan, menjadikan konser yang dinantikan oleh para penggemar mereka selama kurang lebih 18 tahun itu menjadi sempurna.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Muse menutup penampilan epik mereka, dan mengajak penonton untuk bernyanyi bersama untuk terakhir kalinya lewat lagu &amp;#39;Starlight&amp;#39;.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jakarta!! Terima kasih untuk malam ini, terima kasih telah menunggu kami selama nyaris 20 tahun. Kami akan segera kembali,&amp;quot; ujar Dominic Howard.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
