<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menbud&amp;nbsp;Fadli Zon Bacakan Puisi Untukmu Bung Tomo, Ditulis&amp;nbsp;saat Usia 14 Tahun</title><description>Menbud RI Fadli Zon bacakan puisi berjudul Untukmu Bung Tomo dalam acara Sasana Sastra: Membaca 80 Tahun Indonesia.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2025/08/23/13/3164958/menbud-fadli-zon-bacakan-puisi-untukmu-bung-tomo-ditulis-saat-usia-14-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2025/08/23/13/3164958/menbud-fadli-zon-bacakan-puisi-untukmu-bung-tomo-ditulis-saat-usia-14-tahun"/><item><title>Menbud&amp;nbsp;Fadli Zon Bacakan Puisi Untukmu Bung Tomo, Ditulis&amp;nbsp;saat Usia 14 Tahun</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2025/08/23/13/3164958/menbud-fadli-zon-bacakan-puisi-untukmu-bung-tomo-ditulis-saat-usia-14-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2025/08/23/13/3164958/menbud-fadli-zon-bacakan-puisi-untukmu-bung-tomo-ditulis-saat-usia-14-tahun</guid><pubDate>Sabtu 23 Agustus 2025 18:09 WIB</pubDate><dc:creator>Anindita Trinoviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/23/13/3164958/menbud_fadli_zon_baca_puisi-ykz9_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menbud&amp;nbsp;RI&amp;nbsp;Fadli Zon&amp;nbsp;bacakan puisi berjudul&amp;nbsp;Untukmu Bung Tomo&amp;nbsp;dalam acara&amp;nbsp;Sasana Sastra: Membaca 80 Tahun Indonesia. (Foto: dok Kemenbud)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/23/13/3164958/menbud_fadli_zon_baca_puisi-ykz9_large.jpeg</image><title>Menbud&amp;nbsp;RI&amp;nbsp;Fadli Zon&amp;nbsp;bacakan puisi berjudul&amp;nbsp;Untukmu Bung Tomo&amp;nbsp;dalam acara&amp;nbsp;Sasana Sastra: Membaca 80 Tahun Indonesia. (Foto: dok Kemenbud)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Menteri Kebudayaan Republik Indonesia&amp;nbsp;Fadli Zon&amp;nbsp;membacakan puisi berjudul&amp;nbsp;&amp;ldquo;Untukmu Bung Tomo&amp;rdquo;&amp;nbsp;dalam acara&amp;nbsp;Sasana Sastra: Membaca 80 Tahun Indonesia&amp;nbsp;yang digelar di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki.&#13;
&#13;
Puisi tersebut ditulis oleh Fadli Zon pada 10 November 1985, saat ia masih berusia 14 tahun. Puisi ini&amp;nbsp;sebagai bentuk penghormatan kepada Bung Tomo, tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia yang wafat di Tanah Suci pada 1981.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya akan membacakan puisi yang saya tulis sekitar 40 tahun yang lalu, tepatnya pada 10 November 1985. Puisi ini saya tulis untuk mengenang seorang pejuang besar yang sangat berarti bagi bangsa ini. Beliau adalah Bung Tomo, yang wafat di Tanah Suci pada tahun 1981,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
UNTUKMU BUNG TOMO&#13;
&#13;
bergema di angkasa&#13;
&#13;
bergetar bumi pertiwi&#13;
&#13;
bergelora di dalam dada&#13;
&#13;
pekikan kemerdekaan membahana&#13;
&#13;
waktu itu sepuluh Nopember di Surabaya&#13;
&#13;
kau bangkitkan semangat yang hampir pudar&#13;
&#13;
kau bangunkan patriot ke medan bakti&#13;
&#13;
tetes-tetes darah menyirami bumi&#13;
&#13;
ratap tangis ibu-ibu yang kehilangan putranya&#13;
&#13;
di atas mayat-mayat bergelimpangan&#13;
&#13;
mereka berkata...&#13;
&#13;
Allahu Akbar! Merdeka atau Mati!&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
sekarang kau telah tiada Bapak kami&#13;
&#13;
di tanah suci kau hembuskan nafas terakhir&#13;
&#13;
dalam doa&#13;
&#13;
tiada salvo&#13;
&#13;
tiada bendera setengah tiang&#13;
&#13;
tiada prosesi jenazah&#13;
&#13;
semua diam, semua kelam&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
selamat jalan Bapak kami&#13;
&#13;
dalam haribaan ibu pertiwi&#13;
&#13;
kau telah terlepas dari tirani&#13;
&#13;
dari bumimu, yang penuh noda dan dosa&#13;
&#13;
Melalui pembacaan puisi&amp;nbsp;&amp;ldquo;Untukmu Bung Tomo&amp;rdquo;, Menbud Fadli Zon menyampaikan harapannya bahwa semangat perjuangan para pahlawan tetap hidup dalam jiwa generasi penerus, menguatkan semangat kebangsaan, dan mempersatukan keberagaman untuk Indonesia yang lebih baik.&#13;
&#13;
Acara&amp;nbsp;Sasana Sastra: Membaca 80 Tahun Indonesia&amp;nbsp;diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah apresiasi bagi para sastrawan dan penyair yang telah berkontribusi dalam mengabadikan nilai-nilai kebangsaan melalui karya-karya mereka.&#13;
&#13;
Melalui acara ini, Menbud Fadli Zon menegaskan kembali bahwa Kementerian Kebudayaan akan terus mendukung dan membangun ekosistem sastra Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kementerian Kebudayaan akan terus mengawal agar sastra Indonesia terus hidup dan maju, menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa menuju masa depan,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Menteri Kebudayaan Republik Indonesia&amp;nbsp;Fadli Zon&amp;nbsp;membacakan puisi berjudul&amp;nbsp;&amp;ldquo;Untukmu Bung Tomo&amp;rdquo;&amp;nbsp;dalam acara&amp;nbsp;Sasana Sastra: Membaca 80 Tahun Indonesia&amp;nbsp;yang digelar di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki.&#13;
&#13;
Puisi tersebut ditulis oleh Fadli Zon pada 10 November 1985, saat ia masih berusia 14 tahun. Puisi ini&amp;nbsp;sebagai bentuk penghormatan kepada Bung Tomo, tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia yang wafat di Tanah Suci pada 1981.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya akan membacakan puisi yang saya tulis sekitar 40 tahun yang lalu, tepatnya pada 10 November 1985. Puisi ini saya tulis untuk mengenang seorang pejuang besar yang sangat berarti bagi bangsa ini. Beliau adalah Bung Tomo, yang wafat di Tanah Suci pada tahun 1981,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
UNTUKMU BUNG TOMO&#13;
&#13;
bergema di angkasa&#13;
&#13;
bergetar bumi pertiwi&#13;
&#13;
bergelora di dalam dada&#13;
&#13;
pekikan kemerdekaan membahana&#13;
&#13;
waktu itu sepuluh Nopember di Surabaya&#13;
&#13;
kau bangkitkan semangat yang hampir pudar&#13;
&#13;
kau bangunkan patriot ke medan bakti&#13;
&#13;
tetes-tetes darah menyirami bumi&#13;
&#13;
ratap tangis ibu-ibu yang kehilangan putranya&#13;
&#13;
di atas mayat-mayat bergelimpangan&#13;
&#13;
mereka berkata...&#13;
&#13;
Allahu Akbar! Merdeka atau Mati!&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
sekarang kau telah tiada Bapak kami&#13;
&#13;
di tanah suci kau hembuskan nafas terakhir&#13;
&#13;
dalam doa&#13;
&#13;
tiada salvo&#13;
&#13;
tiada bendera setengah tiang&#13;
&#13;
tiada prosesi jenazah&#13;
&#13;
semua diam, semua kelam&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
selamat jalan Bapak kami&#13;
&#13;
dalam haribaan ibu pertiwi&#13;
&#13;
kau telah terlepas dari tirani&#13;
&#13;
dari bumimu, yang penuh noda dan dosa&#13;
&#13;
Melalui pembacaan puisi&amp;nbsp;&amp;ldquo;Untukmu Bung Tomo&amp;rdquo;, Menbud Fadli Zon menyampaikan harapannya bahwa semangat perjuangan para pahlawan tetap hidup dalam jiwa generasi penerus, menguatkan semangat kebangsaan, dan mempersatukan keberagaman untuk Indonesia yang lebih baik.&#13;
&#13;
Acara&amp;nbsp;Sasana Sastra: Membaca 80 Tahun Indonesia&amp;nbsp;diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah apresiasi bagi para sastrawan dan penyair yang telah berkontribusi dalam mengabadikan nilai-nilai kebangsaan melalui karya-karya mereka.&#13;
&#13;
Melalui acara ini, Menbud Fadli Zon menegaskan kembali bahwa Kementerian Kebudayaan akan terus mendukung dan membangun ekosistem sastra Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kementerian Kebudayaan akan terus mengawal agar sastra Indonesia terus hidup dan maju, menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa menuju masa depan,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
