<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Marcell Siahaan Ungkap Biang Kerok Polemik Royalti di Indonesia</title><description>Marcell Siahaan mengungkap biang kerok polemik royalti di Indonesia yang makin memanas belakangan ini.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2025/08/22/33/3164742/marcell-siahaan-ungkap-biang-kerok-polemik-royalti-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2025/08/22/33/3164742/marcell-siahaan-ungkap-biang-kerok-polemik-royalti-di-indonesia"/><item><title>Marcell Siahaan Ungkap Biang Kerok Polemik Royalti di Indonesia</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2025/08/22/33/3164742/marcell-siahaan-ungkap-biang-kerok-polemik-royalti-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2025/08/22/33/3164742/marcell-siahaan-ungkap-biang-kerok-polemik-royalti-di-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 22 Agustus 2025 17:04 WIB</pubDate><dc:creator>Khafid Mardiyansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/22/33/3164742/marcel_siahan-DIrS_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Marcel Siahan (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/22/33/3164742/marcel_siahan-DIrS_large.JPG</image><title>Marcel Siahan (Foto: Instagram)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Marcell Siahaan mengungkap biang kerok polemik royalti di Indonesia yang makin memanas belakangan ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebagai salah satu komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), Marcell mengakui bahwa masalah ini kerap dipicu dari transparansi antara LMK dengan anggotanya sendiri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang memang menjadi masalah biang kerok itu adalah transparansi dari LMK ke anggota,&amp;quot; tutur Marcell di Senayan, Jakarta Pusat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebagai contoh, Ari Lasso selaku anggota Wahana Musik Indonesia (WAMI) mendesak LMK tersebut untuk melakukan audit ulang soal pemungutan royaltinya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurut Marcell, masalah itu tak bisa dicampuri publik lantaran termasuk konflik internal antara organisasi dan anggotanya, termasuk soal transparansi royalti musik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ingat ya, bahwa anggota itu memberikan kuasa kepada LMK. Jadi ada juga kewajiban dari LMK untuk menjaga data-data (royalti) itu tidak keluar sembarangan. Jadi kalau ada orang-orang di luar sana randomly nanya mengenai transparansi, apa urgensinya untuk ngasih tahu mereka?&amp;quot; ucap Marcell.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Makanya, kalau kita berbicara transparansi, yang mana dulu yang transparansi? Gitu. Jadi memang, ya kita harus benar-benar mengerti banget mekanismenya seperti apa,&amp;quot; sambung dia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Marcell juga menyayangkan sikap publik yang ikut menyalahkan LMKN atas konflik Ari Lasso dengan WAMI.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi jangan sampai yang tidak transparan LMK ke anggota, lalu kemudian menyalahkan LMKN,&amp;quot; tegasnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena itu beda tuh mekanismenya. Kita menyalurkan semuanya (royalti) kepada LMK untuk mendistribusikan ke anggota,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Marcell Siahaan mengungkap biang kerok polemik royalti di Indonesia yang makin memanas belakangan ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebagai salah satu komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), Marcell mengakui bahwa masalah ini kerap dipicu dari transparansi antara LMK dengan anggotanya sendiri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang memang menjadi masalah biang kerok itu adalah transparansi dari LMK ke anggota,&amp;quot; tutur Marcell di Senayan, Jakarta Pusat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebagai contoh, Ari Lasso selaku anggota Wahana Musik Indonesia (WAMI) mendesak LMK tersebut untuk melakukan audit ulang soal pemungutan royaltinya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurut Marcell, masalah itu tak bisa dicampuri publik lantaran termasuk konflik internal antara organisasi dan anggotanya, termasuk soal transparansi royalti musik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ingat ya, bahwa anggota itu memberikan kuasa kepada LMK. Jadi ada juga kewajiban dari LMK untuk menjaga data-data (royalti) itu tidak keluar sembarangan. Jadi kalau ada orang-orang di luar sana randomly nanya mengenai transparansi, apa urgensinya untuk ngasih tahu mereka?&amp;quot; ucap Marcell.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Makanya, kalau kita berbicara transparansi, yang mana dulu yang transparansi? Gitu. Jadi memang, ya kita harus benar-benar mengerti banget mekanismenya seperti apa,&amp;quot; sambung dia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Marcell juga menyayangkan sikap publik yang ikut menyalahkan LMKN atas konflik Ari Lasso dengan WAMI.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi jangan sampai yang tidak transparan LMK ke anggota, lalu kemudian menyalahkan LMKN,&amp;quot; tegasnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena itu beda tuh mekanismenya. Kita menyalurkan semuanya (royalti) kepada LMK untuk mendistribusikan ke anggota,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
