<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sutradara Film Jumbo Tanggapi Kontroversi Film Merah Putih One For All</title><description>Ryan Adriandhy mengaku, tak bisa berkomentar banyak mengingat film Merah Putuh One For All sudah siap tayang.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2025/08/11/33/3161859/sutradara-film-jumbo-tanggapi-kontroversi-film-merah-putih-one-for-all</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2025/08/11/33/3161859/sutradara-film-jumbo-tanggapi-kontroversi-film-merah-putih-one-for-all"/><item><title>Sutradara Film Jumbo Tanggapi Kontroversi Film Merah Putih One For All</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2025/08/11/33/3161859/sutradara-film-jumbo-tanggapi-kontroversi-film-merah-putih-one-for-all</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2025/08/11/33/3161859/sutradara-film-jumbo-tanggapi-kontroversi-film-merah-putih-one-for-all</guid><pubDate>Senin 11 Agustus 2025 05:30 WIB</pubDate><dc:creator>Annastasya Rizqa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/11/33/3161859/merah_putih_one_for_all-euI6_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sutradara Film Jumbo Tanggapi Kontroversi Film Merah Putih One For All. (Foto: Perfiki Kreasindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/11/33/3161859/merah_putih_one_for_all-euI6_large.jpg</image><title>Sutradara Film Jumbo Tanggapi Kontroversi Film Merah Putih One For All. (Foto: Perfiki Kreasindo)</title></images><description>JAKARTA - Sutradara film Jumbo, Ryan Adriandhy akhirnya mengungkapkan pandangannya terkait kontroversi film animasi Merah Putih One For All.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Seperti diketahui, film tersebut menuai kritik pedas warganet bahkan sebelum tayang di bioskop pada 14 Agustus mendatang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Alasannya, karena film garapan Perfiki Kreasindo itu dianggap memiliki kualitas yang uruk untuk tayang di layar lebar. Apalagi film itu digarap dengan bujet mencapai Rp6,8 miliar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Terkait kontroversi tersebut, Ryan Adriandhy tampak enggan membahas mendalam terkait keberadaan film tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pagi teman-teman. Mention-nya masuk semua dan sudah saya baca. Namun saya merasa tidak ada yang perlu saya komentari,&amp;rdquo; cuitnya lewat akun X @adriandhy dikutip Minggu (10/8/2025).&#13;
&#13;
Ryan mengatakan, film tersebut sudah terlanjur rampung dan akan segera tayang di bioskop. Karena itu, dia hanya bisa memberikan dukungannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Barangnya sudah jadi, akan tayang juga, dan nggak ada yang bisa dilakukan kecuali terus membuat yang lebih baik,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
Film animasi Merah Putih One For All menuai kritik pedas netizen karena menilai, visualnya dianggap memiliki kualitas di bawah rata-rata.&#13;
&#13;
Banyak warganet yang mengatakan, dengan visual tersebut film animasi tersebut hanya membuang anggaran karena hasilnya yang tak sepadan.&#13;
&#13;
Lalu apa kata kreator sekaligus produser film Merah Putih One For All, Toto Soegriwo terkait kritik tersebut?&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lewat akun Instagram pribadinya, Toto seolah tak ambil pusing dengan hujatan warganet. &amp;ldquo;Senyumin saja. Komentator (biasanya memang) lebih pandai dari pemain,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Sang produser menilai, pihak-pihak yang mengkritik film tersebut di media sosial juga ingin mendapat &amp;#39;manfaat&amp;#39; dari unggahannya. &amp;quot;Postingan kalian viral kan?&amp;quot; ujarnya menyindir.&#13;
&#13;
Film animasi Merah Putih One For All bercerita tentang delapan anak dengan latar belakang budaya berbeda. Mereka kemudian bersatu untuk menjalankan sebuah misi heroik.&#13;
&#13;
Misi itu adalah menyelamatkan bendera merah putih yang hilang secara misterius sekitar 3 hari sebelum upacara kemerdekaan, pada 17 Agustus 2025.*&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Sutradara film Jumbo, Ryan Adriandhy akhirnya mengungkapkan pandangannya terkait kontroversi film animasi Merah Putih One For All.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Seperti diketahui, film tersebut menuai kritik pedas warganet bahkan sebelum tayang di bioskop pada 14 Agustus mendatang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Alasannya, karena film garapan Perfiki Kreasindo itu dianggap memiliki kualitas yang uruk untuk tayang di layar lebar. Apalagi film itu digarap dengan bujet mencapai Rp6,8 miliar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Terkait kontroversi tersebut, Ryan Adriandhy tampak enggan membahas mendalam terkait keberadaan film tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pagi teman-teman. Mention-nya masuk semua dan sudah saya baca. Namun saya merasa tidak ada yang perlu saya komentari,&amp;rdquo; cuitnya lewat akun X @adriandhy dikutip Minggu (10/8/2025).&#13;
&#13;
Ryan mengatakan, film tersebut sudah terlanjur rampung dan akan segera tayang di bioskop. Karena itu, dia hanya bisa memberikan dukungannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Barangnya sudah jadi, akan tayang juga, dan nggak ada yang bisa dilakukan kecuali terus membuat yang lebih baik,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
Film animasi Merah Putih One For All menuai kritik pedas netizen karena menilai, visualnya dianggap memiliki kualitas di bawah rata-rata.&#13;
&#13;
Banyak warganet yang mengatakan, dengan visual tersebut film animasi tersebut hanya membuang anggaran karena hasilnya yang tak sepadan.&#13;
&#13;
Lalu apa kata kreator sekaligus produser film Merah Putih One For All, Toto Soegriwo terkait kritik tersebut?&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lewat akun Instagram pribadinya, Toto seolah tak ambil pusing dengan hujatan warganet. &amp;ldquo;Senyumin saja. Komentator (biasanya memang) lebih pandai dari pemain,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Sang produser menilai, pihak-pihak yang mengkritik film tersebut di media sosial juga ingin mendapat &amp;#39;manfaat&amp;#39; dari unggahannya. &amp;quot;Postingan kalian viral kan?&amp;quot; ujarnya menyindir.&#13;
&#13;
Film animasi Merah Putih One For All bercerita tentang delapan anak dengan latar belakang budaya berbeda. Mereka kemudian bersatu untuk menjalankan sebuah misi heroik.&#13;
&#13;
Misi itu adalah menyelamatkan bendera merah putih yang hilang secara misterius sekitar 3 hari sebelum upacara kemerdekaan, pada 17 Agustus 2025.*&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
