<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aksi Panggung Hindia Dicekal di Tasikmalaya, Dicky Candra Buka Suara</title><description>Dia mencoba memahami tujuan pihak panitia yang hendak mengundang Hindia, tetapi juga menampung protes yang dilayangkan organisasi masyarakat (ormas Islam) setempat. &#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2025/07/15/205/3155469/aksi-panggung-hindia-dicekal-di-tasikmalaya-dicky-candra-buka-suara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2025/07/15/205/3155469/aksi-panggung-hindia-dicekal-di-tasikmalaya-dicky-candra-buka-suara"/><item><title>Aksi Panggung Hindia Dicekal di Tasikmalaya, Dicky Candra Buka Suara</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2025/07/15/205/3155469/aksi-panggung-hindia-dicekal-di-tasikmalaya-dicky-candra-buka-suara</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2025/07/15/205/3155469/aksi-panggung-hindia-dicekal-di-tasikmalaya-dicky-candra-buka-suara</guid><pubDate>Selasa 15 Juli 2025 15:53 WIB</pubDate><dc:creator>Ravie Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/15/205/3155469/wakil_wali_kota_tasikmalaya_dicky_chandra-uWDe_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/15/205/3155469/wakil_wali_kota_tasikmalaya_dicky_chandra-uWDe_large.JPG</image><title>Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra</title></images><description>JAKARTA - Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra, turut mengomentari penolakan aksi panggung Hindia dalam Festival Ruang Bermusik 2025 yang rencananya digelar di Lapangan Udara Wiriadinata, Kota Tasikmalaya pada 19-20 Juli mendatang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya tidak mau berbicara kepentingan pribadi, tapi segala sesuatu hari ini saya bicara sesuai aturan yang ada,&amp;quot; kata Dicky Candra saat ditemui awak media di Saung Toncom, Tasikmalaya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dicky memilih untuk melihat masalah ini secara berimbang. Dia mencoba memahami tujuan pihak panitia yang hendak mengundang Hindia, tetapi juga menampung protes yang dilayangkan organisasi masyarakat (ormas Islam) setempat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya yakin juga teman-teman dari EO itu tidak ada maksud buruk sama sekali, temen-temen EO mungkin berpikirnya toh sebelumnya sudah pernah Hindia tampil di sini dan tidak ada masalah,&amp;quot; tutur Dicky Candra.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini jadi pelik, di satu sisi kita harus melindungi image kota Tasik, di sisi lain juga harus mengikuti kesepakatan atau aturan yang sudah dibuat,&amp;quot; sambungnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Terkait polemik yang ada, Dicky pun berharap kedua pihak bisa mencapai kesepakatan yang adil melalui pertemuan lanjutan pada Selasa (15/7/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Mudah-mudahan itu yang terbaik, dan dijadikan pelajaran setiap kejadian supaya kedepan bisa lebih menjaga image kota Tasik, bisa tetap berkreasi, tapi tanpa harus melanggar norma atau aturan-aturan sebenarnya di kota Tasik,&amp;quot; lanjutnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Mohon diselesaikan dengan kepala dingin, bahwasanya tidak ada niat buruk dari dua belah pihak, tinggal menemukan solusi yang terbaik,&amp;quot; tandasnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Seperti diketahui, Festival Ruang Bermusik 2025 mendadak viral karena adanya protes keras dari ormas Islam setempat soal penampilan proyek musik milik Baskara Putra yakni Hindia, .Feast, hingga Lomba Sihir.&#13;
&#13;
Mereka mempersoalkan kehadiran grup musik tersebut dan menuding memiliki keterkaitan dengan simbol ajaran satanisme.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Meskipun tiket telah terjual habis, izin penyelenggaraan konser dari Polda Jawa Barat hingga kini juga belum diterima oleh pihak penyelenggara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, pihak Polres Tasikmalaya Kota juga sudah menggelar sebanyak empat kali forum dengar pendapat demi mencari kesepakatan antara kedua pihak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Forum tersebut melibatkan unsur Forkopimda, MUI, PCNU, Muhammadiyah, tokoh agama, organisasi Islam, perwakilan Al-Mumtaz, serta pihak penyelenggara konser.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra, turut mengomentari penolakan aksi panggung Hindia dalam Festival Ruang Bermusik 2025 yang rencananya digelar di Lapangan Udara Wiriadinata, Kota Tasikmalaya pada 19-20 Juli mendatang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya tidak mau berbicara kepentingan pribadi, tapi segala sesuatu hari ini saya bicara sesuai aturan yang ada,&amp;quot; kata Dicky Candra saat ditemui awak media di Saung Toncom, Tasikmalaya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dicky memilih untuk melihat masalah ini secara berimbang. Dia mencoba memahami tujuan pihak panitia yang hendak mengundang Hindia, tetapi juga menampung protes yang dilayangkan organisasi masyarakat (ormas Islam) setempat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya yakin juga teman-teman dari EO itu tidak ada maksud buruk sama sekali, temen-temen EO mungkin berpikirnya toh sebelumnya sudah pernah Hindia tampil di sini dan tidak ada masalah,&amp;quot; tutur Dicky Candra.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini jadi pelik, di satu sisi kita harus melindungi image kota Tasik, di sisi lain juga harus mengikuti kesepakatan atau aturan yang sudah dibuat,&amp;quot; sambungnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Terkait polemik yang ada, Dicky pun berharap kedua pihak bisa mencapai kesepakatan yang adil melalui pertemuan lanjutan pada Selasa (15/7/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Mudah-mudahan itu yang terbaik, dan dijadikan pelajaran setiap kejadian supaya kedepan bisa lebih menjaga image kota Tasik, bisa tetap berkreasi, tapi tanpa harus melanggar norma atau aturan-aturan sebenarnya di kota Tasik,&amp;quot; lanjutnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Mohon diselesaikan dengan kepala dingin, bahwasanya tidak ada niat buruk dari dua belah pihak, tinggal menemukan solusi yang terbaik,&amp;quot; tandasnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Seperti diketahui, Festival Ruang Bermusik 2025 mendadak viral karena adanya protes keras dari ormas Islam setempat soal penampilan proyek musik milik Baskara Putra yakni Hindia, .Feast, hingga Lomba Sihir.&#13;
&#13;
Mereka mempersoalkan kehadiran grup musik tersebut dan menuding memiliki keterkaitan dengan simbol ajaran satanisme.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Meskipun tiket telah terjual habis, izin penyelenggaraan konser dari Polda Jawa Barat hingga kini juga belum diterima oleh pihak penyelenggara.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelumnya, pihak Polres Tasikmalaya Kota juga sudah menggelar sebanyak empat kali forum dengar pendapat demi mencari kesepakatan antara kedua pihak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Forum tersebut melibatkan unsur Forkopimda, MUI, PCNU, Muhammadiyah, tokoh agama, organisasi Islam, perwakilan Al-Mumtaz, serta pihak penyelenggara konser.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
