<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Farel Tarek Bahas Fenomena Fans Timnas Indonesia: Dari Dukun Bola hingga Penonton Sotoy</title><description>Farel Tarek membahas berbagai jenis fans Timnas Indonesia dalam konten terbarunya.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2025/05/14/33/3139017/farel-tarek-bahas-fenomena-fans-timnas-indonesia-dari-dukun-bola-hingga-penonton-sotoy</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2025/05/14/33/3139017/farel-tarek-bahas-fenomena-fans-timnas-indonesia-dari-dukun-bola-hingga-penonton-sotoy"/><item><title>Farel Tarek Bahas Fenomena Fans Timnas Indonesia: Dari Dukun Bola hingga Penonton Sotoy</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2025/05/14/33/3139017/farel-tarek-bahas-fenomena-fans-timnas-indonesia-dari-dukun-bola-hingga-penonton-sotoy</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2025/05/14/33/3139017/farel-tarek-bahas-fenomena-fans-timnas-indonesia-dari-dukun-bola-hingga-penonton-sotoy</guid><pubDate>Rabu 14 Mei 2025 21:10 WIB</pubDate><dc:creator>Siska Maria Eviline</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/14/33/3139017/farel_tarek-FJ2k_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Farel Tarek Bahas Fenomena Fans Timnas Indonesia: Dari Dukun Bola hingga Penonton Sotoy. (Foto: MNC Media)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/14/33/3139017/farel_tarek-FJ2k_large.jpg</image><title>Farel Tarek Bahas Fenomena Fans Timnas Indonesia: Dari Dukun Bola hingga Penonton Sotoy. (Foto: MNC Media)</title></images><description>JAKARTA - Farel Tarek kembali menghadirkan sketsa komedi terbaru berjudul Doa untuk Timnas. Konten ini menyajikan parodi kocak seputar euforia masyarakat terhadap pertandingan sepak bola.&#13;
&#13;
Dalam videonya, Farel menggambarkan bagaimana dukungan terhadap Timnas Indonesia bisa melampaui batas nalar. Sketsa dibuka dengan cerita tentang seseorang yang rela membayar dukun demi kemenangan timnas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Harapannya sederhana, agar tim yang ia dukung menang. Namun alih-alih menang, Timnas Indonesia malah kalah karena pendukung tim lawan menyewa dukun yang tarifnya lebih mahal, Rp50.000.&#13;
&#13;
Alur yang absurd tersebut jadi pembuka yang pas untuk membawa penonton pada komedi selanjutnya. Fenomena klasik yang kerap terjadi saat pertandingan berlangsung, menurut Farel, ketika bapak-bapak sotoy teriak-teriak penuh percaya diri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Mereka memberikan kiat-kiat lengkap bagaimana cara menonton bola dengan makian khas dan ekspresi yang meledak-ledak. Bagian ini menggambarkan bagaimana nonton bola di Indonesia bukan sekadar hiburan, tetapi memiliki pola dan ciri khas tersendiri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bagian terakhir memperlihatkan seorang penonton pemula yang baru pertama kali menonton bola. Lucunya, dia bisa hafal semua nama pemain, posisi, dan formasi lengkap pemain bola.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sayangnya, dia tetap tidak bisa membedakan mana penalti, offside, bahkan tidak tahu apa itu VAR. Kontras ini menjadi penutup yang pas, menertawakan realita sekaligus mengajak penonton bercermin.&#13;
&#13;
Dengan gaya khas yang satir dan ringan, Doa untuk Timnas tak sekadar sketsa komedi. Ia menjadi potret tentang bagaimana masyarakat Indonesia mencintai sepak bola dengan caranya masing-masing.&#13;
&#13;
Sketsa Doa untuk Timnas bisa Anda tonton di channel YouTube Farel Tarek sekarang. Jangan lupa subscribe ya.**&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Farel Tarek kembali menghadirkan sketsa komedi terbaru berjudul Doa untuk Timnas. Konten ini menyajikan parodi kocak seputar euforia masyarakat terhadap pertandingan sepak bola.&#13;
&#13;
Dalam videonya, Farel menggambarkan bagaimana dukungan terhadap Timnas Indonesia bisa melampaui batas nalar. Sketsa dibuka dengan cerita tentang seseorang yang rela membayar dukun demi kemenangan timnas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Harapannya sederhana, agar tim yang ia dukung menang. Namun alih-alih menang, Timnas Indonesia malah kalah karena pendukung tim lawan menyewa dukun yang tarifnya lebih mahal, Rp50.000.&#13;
&#13;
Alur yang absurd tersebut jadi pembuka yang pas untuk membawa penonton pada komedi selanjutnya. Fenomena klasik yang kerap terjadi saat pertandingan berlangsung, menurut Farel, ketika bapak-bapak sotoy teriak-teriak penuh percaya diri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Mereka memberikan kiat-kiat lengkap bagaimana cara menonton bola dengan makian khas dan ekspresi yang meledak-ledak. Bagian ini menggambarkan bagaimana nonton bola di Indonesia bukan sekadar hiburan, tetapi memiliki pola dan ciri khas tersendiri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bagian terakhir memperlihatkan seorang penonton pemula yang baru pertama kali menonton bola. Lucunya, dia bisa hafal semua nama pemain, posisi, dan formasi lengkap pemain bola.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sayangnya, dia tetap tidak bisa membedakan mana penalti, offside, bahkan tidak tahu apa itu VAR. Kontras ini menjadi penutup yang pas, menertawakan realita sekaligus mengajak penonton bercermin.&#13;
&#13;
Dengan gaya khas yang satir dan ringan, Doa untuk Timnas tak sekadar sketsa komedi. Ia menjadi potret tentang bagaimana masyarakat Indonesia mencintai sepak bola dengan caranya masing-masing.&#13;
&#13;
Sketsa Doa untuk Timnas bisa Anda tonton di channel YouTube Farel Tarek sekarang. Jangan lupa subscribe ya.**&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
