<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenekraf Dukung BPI dan AVISI untuk Perangi Pembajakan Film Nasional</title><description>Lewat FGD Anti-Piracy BPI x Ekraf, setiap stakeholder menyatukan langkah untuk memerangi pembajakan.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2025/01/28/206/3108553/kemenekraf-dukung-bpi-dan-avisi-untuk-perangi-pembajakan-film-nasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2025/01/28/206/3108553/kemenekraf-dukung-bpi-dan-avisi-untuk-perangi-pembajakan-film-nasional"/><item><title>Kemenekraf Dukung BPI dan AVISI untuk Perangi Pembajakan Film Nasional</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2025/01/28/206/3108553/kemenekraf-dukung-bpi-dan-avisi-untuk-perangi-pembajakan-film-nasional</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2025/01/28/206/3108553/kemenekraf-dukung-bpi-dan-avisi-untuk-perangi-pembajakan-film-nasional</guid><pubDate>Selasa 28 Januari 2025 18:49 WIB</pubDate><dc:creator>Siska Maria Eviline</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/28/206/3108553/fgd_anti_pembajakan-vB9I_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kemenekraf Dukung BPI dan AVISI untuk Perangi Pembajakan Film Nasional. (Foto: MNC Media)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/28/206/3108553/fgd_anti_pembajakan-vB9I_large.jpg</image><title>Kemenekraf Dukung BPI dan AVISI untuk Perangi Pembajakan Film Nasional. (Foto: MNC Media)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Ekonomi Kreatif menggandeng Badan Perfilman Indonesia (BPI) dan Asosiasi Video Streaming Indonesia (AVISI) menggelar Focus Group Discussion, pada 21 Januari silam.&#13;
&#13;
FGD bertajuk &amp;#39;FGD Anti-Piracy BPI x Ekraf&amp;#39; itu digelar untuk menyatukan langkah semua pemangku kepentingan dalam melindungi industri perfilman dari pembajakan.&#13;
&#13;
Hermawan Sutanto, Ketua Umum AVISI mengatakan, sekitar 70 persen masyarakat Indonesia memilih menonton film nasional secara ilegal. Padahal mereka sadar bahwa menonton film bajakan merugikan banyak pihak.&#13;
&#13;
Ketua BPI, Gunawan Paggaru menyampaikan, pentingnya kolaborasi antarstakeholder untuk menggerakkan industri perfilman nasional.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Senada dengan hal tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya menyebut, aspek perlindungan kekayaan intelektual merupakan pilar penting dalam memajukan perfilman nasional.&#13;
&#13;
Melawan pembajakan memerlukan kerjasama berbagai pihak, baik itu pemerintah, stakeholders industri kreatif, dan platform global yang terus didorong untuk memblokir akses pembajakan.&#13;
&#13;
Riefky menilai, diperlukan gerakan nasional untuk terus mengedukasi masyarakat agar tidak mendukung tontonan bajakan. &amp;ldquo;Kami memerlukan kolaborasi dengan BPI dan 65 anggota asosiasinya dalam menghadapi pembajakan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami siap mendukung, membantu, dan&amp;nbsp;mendampingi setiap inisiatif yang dihasilkan dari FGD ini. Karena ini merupakan upaya bersama&#13;
dalam melawan pembajakan yang merugikan industri kreatif Indonesia,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Kreativitas dan Media, Agustini Rahayu mengatakan, film merupakan salah satu sub-sektor krusial dalam mewujudkan visi besar Ekraf sebagai &amp;#39;The New Engine of Growth&amp;#39;.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita harus fokus pada pengembangan riset, pendidikan, dan fasilitas Kekayaan Intelektual (KI), serta meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Agustini juga menilai, pentingnya mendorong diplomasi kreatif serta memperkuat sistem&amp;nbsp;pemasaran dan perlindungan kreativitas.&#13;
&#13;
Gunawan Paggaru, Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) menyatakan, FGD tersebut merupakan langkah strategis dalam mendukung industri streaming dan perfilman Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan begitu, kita dapat menciptakan ekosistem lebih aman dan berkualitas, yang pada akhirnya&amp;nbsp;mendukung pertumbuhan industri kreatif dan ekonomi digital di Indonesia,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Hermawan Sutanto, Ketua Umum AVISI, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah,&#13;
industri, dan masyarakat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya&#13;
konten legal dan mematuhi regulasi yang ada.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah dan industri dalam membangun ekosistem digital yang berintegritas, inklusif, berkelanjutan, serta berkontribusi positif bagi kemajuan sosial dan ekonomi Indonesia secara keseluruhan,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Helmi Balfas, Wasekjen AVISI dan Direktur Vision+&#13;
menyampaikan, langkah BPI dan AVISI merupakan momentum penting untuk melibatkan semua pihak dalam memerangi pembajakan secara kolektif.&amp;nbsp;&#13;
&amp;quot;Sebagai pelaku industri, kami berkomitmen mendukung ekosistem digital yang aman dan berkelanjutan agar industri kreatif&#13;
Indonesia dapat terus maju,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
FGD ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Hari Film Nasional ke-75, yang akan&#13;
digelar pada April 2025. Dengan deklarasi bersama melawan pembajakan, Indonesia menegaskan langkah serius untuk melindungi industri kreatif dan ekonomi digital nasional.&#13;
&#13;
Dukungan pemerintah dan industri serta para stakeholder untuk membatasi akses konten&#13;
ilegal tak hanya untuk melindungi kepentingan ekonomi, namun juga untuk membangun&#13;
fondasi kuat bagi kemajuan bangsa di era digital.&#13;
&#13;
Streaming Ini Itu di Vision+.**&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Ekonomi Kreatif menggandeng Badan Perfilman Indonesia (BPI) dan Asosiasi Video Streaming Indonesia (AVISI) menggelar Focus Group Discussion, pada 21 Januari silam.&#13;
&#13;
FGD bertajuk &amp;#39;FGD Anti-Piracy BPI x Ekraf&amp;#39; itu digelar untuk menyatukan langkah semua pemangku kepentingan dalam melindungi industri perfilman dari pembajakan.&#13;
&#13;
Hermawan Sutanto, Ketua Umum AVISI mengatakan, sekitar 70 persen masyarakat Indonesia memilih menonton film nasional secara ilegal. Padahal mereka sadar bahwa menonton film bajakan merugikan banyak pihak.&#13;
&#13;
Ketua BPI, Gunawan Paggaru menyampaikan, pentingnya kolaborasi antarstakeholder untuk menggerakkan industri perfilman nasional.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Senada dengan hal tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya menyebut, aspek perlindungan kekayaan intelektual merupakan pilar penting dalam memajukan perfilman nasional.&#13;
&#13;
Melawan pembajakan memerlukan kerjasama berbagai pihak, baik itu pemerintah, stakeholders industri kreatif, dan platform global yang terus didorong untuk memblokir akses pembajakan.&#13;
&#13;
Riefky menilai, diperlukan gerakan nasional untuk terus mengedukasi masyarakat agar tidak mendukung tontonan bajakan. &amp;ldquo;Kami memerlukan kolaborasi dengan BPI dan 65 anggota asosiasinya dalam menghadapi pembajakan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami siap mendukung, membantu, dan&amp;nbsp;mendampingi setiap inisiatif yang dihasilkan dari FGD ini. Karena ini merupakan upaya bersama&#13;
dalam melawan pembajakan yang merugikan industri kreatif Indonesia,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Kreativitas dan Media, Agustini Rahayu mengatakan, film merupakan salah satu sub-sektor krusial dalam mewujudkan visi besar Ekraf sebagai &amp;#39;The New Engine of Growth&amp;#39;.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita harus fokus pada pengembangan riset, pendidikan, dan fasilitas Kekayaan Intelektual (KI), serta meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Agustini juga menilai, pentingnya mendorong diplomasi kreatif serta memperkuat sistem&amp;nbsp;pemasaran dan perlindungan kreativitas.&#13;
&#13;
Gunawan Paggaru, Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) menyatakan, FGD tersebut merupakan langkah strategis dalam mendukung industri streaming dan perfilman Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan begitu, kita dapat menciptakan ekosistem lebih aman dan berkualitas, yang pada akhirnya&amp;nbsp;mendukung pertumbuhan industri kreatif dan ekonomi digital di Indonesia,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Hermawan Sutanto, Ketua Umum AVISI, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah,&#13;
industri, dan masyarakat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya&#13;
konten legal dan mematuhi regulasi yang ada.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah dan industri dalam membangun ekosistem digital yang berintegritas, inklusif, berkelanjutan, serta berkontribusi positif bagi kemajuan sosial dan ekonomi Indonesia secara keseluruhan,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Helmi Balfas, Wasekjen AVISI dan Direktur Vision+&#13;
menyampaikan, langkah BPI dan AVISI merupakan momentum penting untuk melibatkan semua pihak dalam memerangi pembajakan secara kolektif.&amp;nbsp;&#13;
&amp;quot;Sebagai pelaku industri, kami berkomitmen mendukung ekosistem digital yang aman dan berkelanjutan agar industri kreatif&#13;
Indonesia dapat terus maju,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
FGD ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Hari Film Nasional ke-75, yang akan&#13;
digelar pada April 2025. Dengan deklarasi bersama melawan pembajakan, Indonesia menegaskan langkah serius untuk melindungi industri kreatif dan ekonomi digital nasional.&#13;
&#13;
Dukungan pemerintah dan industri serta para stakeholder untuk membatasi akses konten&#13;
ilegal tak hanya untuk melindungi kepentingan ekonomi, namun juga untuk membangun&#13;
fondasi kuat bagi kemajuan bangsa di era digital.&#13;
&#13;
Streaming Ini Itu di Vision+.**&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
